Kesulitan yang memperkuat hati kepercayaan

Salah satu cara kita mendalami budhisme,
adalah ketika budhisme itu sendiri menyatu dalam kehidupan pribadi kita.
Oleh karenanya,
semakin banyak kesulitan,
kita bisa lebih memahami cara kerja budhisme dalam mengatasi kesulitan kita,
dan pada akhirnya,
akan memperkuat hati kepercayaan kita sendiri.

Akhirnya, ke Bandung juga

Akhirnya,
sampai juga diriku di hadapan pembimbing skripsiku,
di Unpar-Bandung πŸ™‚

Pastinya,
sekalian jalan-jalan dong πŸ˜€
dan tentunya, juga tak lupa dengan tujuan semula,
yaitu menyelesaikan skripsi hingga tuntas!
Tar, malah jalan-jalan doang,
skripsi gak selesai… hikz..hikz..hikz…
Sekarang,
stressnya pindah tempat, gak di Palembang lagi.

Sialnya,
aku terkena cacar air di perjalanan menuju ke sini,
3 hari lalu..
sial sekali, bukan?

Seperinya,
memang banyak sekali halangan yang menghadang.
Entah, kejadian seperti apa lagi yang menungguku di depan.

Pengeluaran tak terduga buat biaya dokter dan obat,
150an ribu.
Padahal, aku hanya bawa uang pas-pasan..

Maklumlah, tekad buat sampai sini,
modal nekad doang.
‘Nebeng’ di rumah sahabatku, Dwi.
Thanks ya, Wik πŸ™‚

Senangnya, bisa mengunjungi RS Borromeus hehehe πŸ™‚
Pengalaman tak terduga juga.
Berdoa, supaya sakitnya jangan lama-lama dan,
tahap penyembuhan yang singkat.

Berdoa..berdoa… berdoa
sudah 3 hari-an gak gongyo.
Kaikan di sini ternyata jauh dari tempat tinggalku.
ehm… jadi malas ya sekarang 😦

Di saat-saat genting seperti ini,
malah malas gongyo,
daimoku asal ada.

Apapun yang terjadi,
sesibuk apapun,
harus segera sadar,
bahwa daimoku adalah awal dari semua tindakan.

THINK – PRAYER – ACTION

THINK – Membuat tekad yang jelas untuk target-target yang ingin dicapai.
PRAYER – Berdaimokulah di hadapan Gohonzon, dan
ACTION – Bertindaklah dengan berani.

Ngomong mah mudah,
tinggal pelaksanaanya.
Mari kita saling memberikan dorongan semangat dan keberanian πŸ™‚
Semangat!!!

Stress lagi, stress lagi….

Semakin hari,
waktu terasa semakin cepat.
Aku hampir putus asa…
aku takut…
takut tak bisa lulus tahun ini.

Menyesal,
bahwa 4 tahun kuliah,
aku banyak berkelana,
mengisinya dengan tak sepenuh hati belajar.
Kurang maksimal!
Aktif kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan lainnya,
di sana-sini.

Sekarang,
hingga menjelang batas waktu kuliahku,
aku pun menyesal.

Semuanya terjadi begitu cepat.
Waktu tak akan bisa diputar ulang.
Sudah terjadi.
Dan,
menyesal pun tiada guna lagi.

Targetku, tanggal 10,
programku sudah harus selesai.
Jika tidak,
maka aku tak akan sempat mengerjakan tahap selanjutnya.
Harus segera ke Bandung,
untuk demo program ke pembimbingku.

Ahhh…. benar-benar stressss!!!

Inilah jadwalku:
Tgl 7: PROGRAM untuk hak akses admin dan publik sudah harus selesai.
Tgl 8: Demo ke Pembimbing 2.
PROGRAM untuk Hak Akses dosen dan mahasiswa
Tgl 9: Mengintegrasikan semua modul.
Upload ke ISP gratisan

Hanya ada sisa waktu 4 hari lagi,
harus memperbanyak doa πŸ™‚ hehehehe,
itulah jalan terakhirku.
Supaya mendapatkan prajna (baca: ide/kebijaksanaan).
Hanya orang gila yang bisa menyelesaikan program secepat itu.
Ahhh, janganlah hanya karena ini, aku jadi gila hehehehe

Setiap kali habis berdoa,
pasti ada-ada saja ide baru yang muncul di otakku (entah otak bagian mana),
ya…
aku harus bangkit lagi.
Berjuang ya, May!

Hidup itu sebuah proses,
proses menuju kematangan diri.
Jika begitu,
mau tak mau,
kita harus menghadapinya,
dengan berani.

Kegagalah adalah bukti dari ketidakmampuan.
hehehehe bercanda..bercanda….

Tetapi,
yang paling penting adalah,
tidak mengulangi kesalahan yang sama sebanyak dua kali!

Aku ingin berbagi sebuah puisi yang berjudul Zahme Xenien [XIII],
dari Penyair Jerman, Goethe.
Bukan berarti aku ‘kerajinan’ membaca buku-buku tingkat tinggi,
hanya menemukannya di buku Soka Spirit (majalah bulanan Soka Gakkai Indonesia) saja,
lupa edisinya.

Kekayaan hilang – kehilangan yang sedikit!
Refleksikan saja pada diri sendiri
Dan dapatkan lagi yang baru.
Kehormatan hilang – kehilangan yang lebih banyak!
Buatlah saja sebuah reputasi yang baik,
dan orang akan berubah pikiran.
Keberanian hilang – semuanya hilang!
Lebih baik tidak pernah dilahirkan sama sekali.

Sebuah lagi (apalah namanya), yang mungkin bisa memompa semangat kita πŸ™‚

Life is like a marathon runner

Failure tired and out of the game
Survivor tired and stay there

Success people also tired
But they come back to run
And finish the game!

P.S.
Terima kasih ya, Ta πŸ™‚

Hingga Akhir Bulan :)

Minggu ini, hingga akhir bulan,
aku berkutat dengan pengkodean/implementasi dan testing, tugas akhirku.
Ah, akhirnya,…
setelah melewati lika-liku per-skripsi-an,
aku berhasil mengikuti sidang draft.
Terima kasih, Gohonzon.
Kalau bukan karena kekuatan Gohonzon,
tak mungkin terjadi.

Kutipan Gosho tentang doa:

Bagaimanapun kacaunya zaman, saya akan berdoa dengan setulus hati, bagaikan menyalakan api dari kayu basah ataupun mendapatkan air dari tanah tandus, agar Sutra Bunga Teratai dan Sepuluh Putri Iblis melindungi Anda semuanya. (WND, 444)

Walau seseorang dapat menunjuk ke bumi namun meleset, walau seseorang dapat menghubungkan antariksa, walau tidak ada lagi pasang surut, dan matahari terbit dari barat, namun tidak pernah terdengar bahwa doa dari pelaksana Sutra Bunga Teratai tidak terkabulkan. (WND, 345)

Hari ini, salah satu sahabat terbaikku, ber-ulang tahun.
Namun, aku tak sempat mengucapkannya secara langsung.
Hanya melalui percakapan ponsel.
Maaf ya, mb πŸ™‚

Tadi sore,
me-reinstall laptop temanku.
Namun, belum berhasil.
Kesal sekali jadinya!!!