Huh… semangat (lagi) dunk…

Jangan pernah merintis sesuatu hanya karena uang. Dan jangan pernah mengakhiri sesuatu hanya karena uang.
Capek.
Saat ini, kepalaku pusing.
Entah kenapa, semester ini aku selalu merasa capek.
Ujung-ujungnya, pulang kerja langsung tidur,
dan mulai sering bolos kuliah.
Tetapi, malam hari pasti bangun.
Seperti kelelawar saja.
Perasaanku bercampur aduk.
Kecewa sekali karena jadwal kuliah di kampusku tidak dapat kuatur sedemikian rupa yang bisa memungkinkanku mengambil 24 sks.
Aku kecewa hanya bisa mengambil 18 sks. Artinya, 6 sks terbuang. Dan lebih kecewa lagi karena beberapa dosen mengajar dengan seenaknya saja. Jadi tambah malas.
Ehm, bagaimanapun juga, itulah keadaannya. Jadi, aku harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Tidak boleh menyalahkan lingkungan dan mencari kambing hitam.
Kedua,
masalah pekerjaan.
Butuh perjuangan untuk mengajar mata kuliah yang dulunya tidak terlalu kita sukai. Huh, butuh kesabaran untuk belajar lagi,

setahap demi setahap.

Aku berpikir, apa yang membuatku bertahan dengan profesi ini?
Gaji? Tidaklah!
Yang membuatku bertahan adalah mahasiswa dan rekan kerja.
Jika mengandalkan yang lain, semuanya bisa membuatku stress.
Sekarang saja sudah stress.
Aku bertanya sampai kapan aku mampu bertahan?
Aku juga menyadari satu hal, bahwa tidak semua orang mampu bertahan di profesi ini. Sudah hampir satu tahun kujalani, tapi hatiku masih belum mantap juga.
Aku harus berpikir 9 kali sebelum memutuskan.
Ketiga,
Soka Gakkai Indonesia.
Ehm, ada kaikan di sebelah rumah tidak mungkin kebetulan.
Semua pasti ada maknanya, namun aku belum tau apa maknanya.
Aku tau bahwa aku harus berjuang.
Sebulan terakhir ini, banyaklah ompongnya daimokuku.
Tidak tau mengapa, tapi susah sekali mengalahkan rasa malas di dalam diri sendiri.
Sebenarnya, banyak hal yang harus diselesaikan dengan berdoa.
Tapi, sekali lagi, memulai untuk berdaimoku itu sulit.
Kadang-kadang seperti api, hanya bersemangat sesaat,
lalu tidak lagi.
Hal yang kutau saat ini adalah,
aku harus bisa membagi waktu dengan baik, antara jalan-jalan, gakkai, kerja, kuliah dan keluarga, lalu mengatur pengeluaran agar tidak lebih besar daripada pemasukan, dan berdaimoku dengan sepenuh hati untuk kemajuan susunan di Palembang.

KODOK MUSI – Kompetisi Dinamika Kelompok STT Musi



Are you Bondholic? Come and Join Us! 15-16 Agustus di STT Musi, memperebutkan Walikota Cup, khusus anak2 SMA se-kota Palembang. Daftarkan tim Anda secepatnya dan segera cari tau infonya di 0711-366326. Ditunggu ya \(^_^)/

Jadwal Kuliah

Inilah jadwal kuliah sastra inggrisku di semester ketiga:

SENIN

1. Sejarah Kebudayaan Indonesia (Drs. P. Siagian, M.M.)
2. Listening 3 (Drs. Patar Sitanggang, M.M.)
3. Phonology (Dharma Riadi, S.Pd., M.M.)

SELASA
1. Drama 1 (Drs. Bonar Siagian, M.M.)
2. Bahasa Jerman 1 (Drs. M.Y. Suwignyo)
3. Holel Management (Yana Pardiana, S.E., M.M.)

RABU
1. Ilmu Alamiah Dasar (Ir. H. Syakirin Lubis, M.Sc.)
2. Bahasa Jerman 1 (Drs. M.Y. Suwignyo)
3. Reading 3 (Ali Hanafi, B.A.)

KAMIS
kelas pagi, jam ke-2 : Structure 3 (Dra. Duma Manik)
1. –
2. Syntax 1 (Agnes K., S.S., M.Pd.)
3. Writing 1 (Dra. Duma Manik)

JUMAT
1. Teori Pranata Masyarakat Inggris 2 (Drs. P. Siagian, M.M.)
2. Speaking 3 (Iwan Yamin, S.S.)
3. Mandarin (tambahan, tak dihitung dalam sks)

Lihatlah!
Kamis jam pertama kosong!
Artinya, tiga semester berturut-turut, aku bisa ikut sodaikai 🙂
Terima kasih, Gohonzon \(^_^)/

Aku tak begitu mengerti tentang kurikulum di kampusku,
beberapa pelajaran yang sudah kadaluarsa,
yang sudah dipelajari berulang-ulang semasa SMP dan SMA,
terulang kembali di bangku kuliah,
dan,
justru pelajaran yang sudah up-to-date tak dimasukkan dalam kurikulum 😦
belajar komputer untuk strata-1 jurusan Sastra Inggris pun tak ada,
meski hanya pengenalan.
Alangkah sedihnya jika hidup-mati seorang mahasiswa hanya berpatokan pada kuliah itu-itu saja 😦
benar-benar tak efektif…

Berprinsip bahwa kuliah harus mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya,
aku pun memilah-milah dosen yang menurutku benar-benar kompeten dibidangnya,
sehingga aku bisa menikmati perkuliahannya hingga akhir semester
Tak perlu memikirkan nilai yang akan didapat,
kita cukup memahami dan mempelajari materi kuliahnya dengan seksama.
Tak peduli berapa nilainya,
karena nilai dengan mudah bisa direkayasa oleh pemegang kekuasaan dengan seenaknya!
Ahhh, geram sekali melihat dosen yang seperti itu 😦

Lagi-lagi,
ini baru cita-citaku,
untuk belajar lebih keras di semester ini.
Belum terwujud memang,
namanya saja baru cita-cita 😀

Targetku adalah:
di tahun 2011, aku harus bisa menguasai bahasa inggris, mandarin dan jerman.
Ehm,
masih 3 tahun tersisa untuk berjuang lebih giat lagi.

Teman seperjuanganku pernah mengatakan satu hal di tahun 2005,
sewaktu peresmian Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia,
bahwa untuk kosenrufu, kita seharusnya menguasai tiga bahasa.
Oh ya???
Ya ataupun tidak, menguasai bahasa adalah penting.

Bagaimanapun juga,
hidup adalah proses.
Ya, mengalir sajalah…
namun juga harus tetap kuat seperti batu karang yang dihempas oleh ombak dan deburan pantai,
tak hanya mengikuti arus saja,
yang hanya ikut-ikutan arus…

Tetap kokoh dan teguh dengan tujuan dan cita-cita.
Mati sajalah orang yang tak pernah bermimpi!

Me-remove spyware akibat Video ActiveX Object error

C:\reg delete hkcu\software\microsoft\windows\currentversion\policies\system
C:\reg delete hkcu\software\microsoft\windows\currentversion\policies\Explorer

Ini berfungsi untuk mengenablekan task manager, regedit dan tampilan drive yang hilang dari explorer.
Akhirnya, kompie ku berfungsi lagi dengan baik 😀
Lebih jelasnya, silahkan baca tutorial di bawah ini:

Me-remove spyware akibat Video ActiveX Object error

Akhirnya, lulus juga…

Gelar Sarjana Teknik,
sebuah penghargaan bagi mahasiswa lulusan strata-1,
jurusan Teknik Informatika di STT Musi,
akhirnya kudapatkan pada tanggal 20 kemarin.

Ya,
nilai – gelar didapatkan oleh mahasiswa,
bukan diberikan oleh dosen.
Hal ini benar-benar harus di-cam-kan!

Terus terang,
aku tak menyangka bahwa aku bisa lulus tahun ini.
Semuanya karena kekuatan doa,
tak mungkin aku berhasil dengan mengandalkan kekuatan sendiri.
Di belakangku,
banyak orang-orang yang berperan aktif,
memberikan semangat,
fasilitas,
saran,
kritikan,
inspirasi,
semuanya…..

Terima kasih semuanya!
Bandung, terima kasih!

Terima kasih Gohonzon,
dorongan semangat dari Ikeda Sensei,
senior-senior di Soka Gakkai,
dan yang pasti,
semua dosen, pembimbing skripsi, teman-teman seperjuangan…
Engkong dan kedua orangtua-ku yang telah memfasilitasi semua kebutuhan. Tak hanya kebutuhan, keinginan-keinginanku pun telah dipenuhinya.

Hadiah terindah pada tanggal 20,
di hari aku lulus sidang akhir adalah:
datangnya senior-senior dan teman-teman seperjuangan di Soka Gakkai yang telah menginspirasiku selama ini. Benar-benar aku merasa sangat bahagia 🙂

Satu target telah berhasil,
namun masih saja aku pusing membagi waktuku untuk hal-hal lainnya.
Hingga akhir tahun, yang harus kulakukan adalah:

  • Libur Lebaran : camping di puncak gunung kaba – sindang jati.
  • Revisi Tugas akhir hingga minggu pertama Oktober.
  • Wisuda 1 November 2008.
  • Memilih pekerjaan yang akan kujalani selama 2 tahun di Palembang, setelah itu, baru akan ‘hengkang’ dari sini.
  • dll…

Secara garis besar, kegiatanku dapat dibagi menjadi 6 point, yaitu:

  • Soka Gakkai Indonesia
  • PRIBADI
  • GAWEAN
  • STBA Methodist
  • STT Musi
  • MAPALA Flam’s-NL

Terakhir,
aku ingin berbagi dorongan semangat dari Ikeda Sensei, yang telah menginspirasiku pada saat-saat terakhir pengumpulan skripsi:

Pemenang terakhir adalah pemenang sesungguhnya.
Hati kepercayaan adalah nama lain dari pemenang tertinggi.

Satu tahun ini telah berakhir dengan kemenangan.
Aku senang dan sangat lega.
Cukup puas, bahwa pantun di bawah ini, ternyata ada benarnya juga 🙂

Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian.

Hanya cukup puas,
karena seharusnya aku bisa berusaha lebih maksimal lagi daripada yang telah kulakukan. Ya, manusia tak pernah puas! Tapi, aku tetap bersyukur atas semua pencapaian dan hasil akhir skripsiku.

Sekali lagi,
yang terpenting adalah proses pengerjaan skripsi tersebut, tak hanya hasil akhir.
Dalam proses tersebut, banyak hal-hal yang kupelajari, bahwa kehidupan di kampus, sama saja dengan kehidupan di masyarakat.
Berbeda penerapannya, namun sama konsepnya.