Sedihnya Saya…

Sedihnya saya,
adalah ketika ada banyak ide yang belum bisa direalisasikan cepat.

Sangat banyak.
Jangan-jangan karena saking banyaknya.

Huff!
Termasuk ide menulis.

Setiap hari saya ada banyak cerita,
ada sangat banyak hal yang ingin saya bagi.

Entahlah…
Menulis ternyata sebuah perjuangan.

Wish List Peralatan Pendakian Ultralight

Ceritanya, sejak saya tau bahwa saya scoliosis di bulan Februari 2015, saya sudah tidak pernah mendaki gunung lagi. Kini 2 tahun sudah berlalu, masa iya saya hanya pergi hiking gunung di bawah 1000m saja hihihi… Gunung-gunung yang menghibur saya ketika scoliosis adalah Gunung Bintan (Tanjung Pinang), Gunung Nglanggeran (Yogyakarta), dan Gunung Pulai (Johor Bahru). Tahun lalu semua peralatan gunung juga sudah saya hibahkan ke Mapala Kampus saya. Maunya berhenti naik gunung, tapi ternyata tidak bisa 😀

Sekarang sudah saatnya saya “nekat” menjalankan hobi saya lagi, tentunya dengan beberapa pertimbangan, terutama beban ransel. Saya harus membawa barang seringan mungkin untuk pendakian-pendakian yang akan datang. Gerilya mencari peralatan gunung baru ternyata sangat menyenangkan. Tentu belinya harus nyicil hahaha

CARRIER

Saya menggunakan Osprey Kyte 36 warna biru laut yang beratnya hanya 1,4 kg dan bisa membawa beban 11-18 kg. Belinya di Outlive (Lotte Shopping Avenue). Setelah ngukur torso dsb, saya pakai yang ukuran WX/S.  Continue reading

Ngikut Indonesia Android Kejar

Yeah! Diterima. Saya akan mengambil kelas Beginner. Pasti akan menyenangkan 😀

screen-shot-2016-11-07-at-1-27-51-pmGambar 1. Email dari Indonesia Android Kejar

screen-shot-2016-11-07-at-1-31-23-pm
Gambar 2. Daftar kelas yang diikuti

Saya sudah download Android Studio dan join Google+ nya juga. Sekarang tinggal mempelajari materi yang ada di Udacity sebelum mengikuti kelas tatap mukanya. Terima kasih,  Indonesia Android Kejar 😀

screen-shot-2016-11-07-at-1-36-53-pm
Gambar 3. E-learning dari Udacity

screen-shot-2016-11-07-at-1-39-07-pm
Gambar 4. Google+ Indonesia Android Kejar

Pulau Bira

img_7823

img_7842

Your friends should motivate and inspire you. Your circle should be well rounded and supportive. Keep it tight. Quality over quantity, always. -Idil Ahmed

Kawan, terima kasih! Tanpa kalian mungkin aku masih akan trauma dengan yang namanya laut. Tanpa kalian, mungkin aku juga tak akan berani berenang bebas dan santai, menikmati keindahan bawah laut. Ternyata itulah gunanya kita berkawan. Kawan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, menghalau ketakutan dan memunculkan keberanian.

Tanggal 14 Agustus 2016, aku, Anabel dan Linda tiba-tiba merencanakan sebuah perjalanan. Ya sebuah perjalanan bersama yang sudah sangat lama dinanti-nantikan. Piknik! Pergi ke sebuah pulau. Hari itu juga ketika sedang makan siang bersama di Kamakura daerah PIK, Linda menawarkan sebuah ide ke Pulau Bira berikut dengan contact person guide-nya. Temannya Linda sudah pernah menggunakan jasa guide Pak Man ini, dan kami semua langsung setuju. Linda dan Anabel menelepon Pak Man yang menawarkan 2 alternatif menuju ke sana, yaitu via Ancol dan Muara Angke. Kami memilih Muara Angke. Total biaya Rp. 500.000,- include all. Kami hanya tinggal bawa diri saja.

Waktu yang kami sepakati adalah weekend pertama di bulan September, tanggal 3-4, dan setelah rayu sana rayu sini, yang tidak mau berangkat adalah Marissa. Ketakutan Marissa ternyata benar! Muara Angke memang horor! Sandal jepitku copot karena menginjak tanah yang sangat benyek dan bau. Sekarang aku mengerti, kawan-kawanku juga mengerti, mengapa Ahok ingin merelokasi wilayah pesisir laut utara Jakarta ini. Ada kesedihan ketika melewati Muara Angke. Anabel rasanya pun sangat bersedih karena melihat masyarakat yang berdesak-desakan masuk ke dalam sebuah kapal besar berkapasitas ratusan orang. Ada yang tujuannya pergi piknik seperti kami, namun juga banyak yang pulang ke rumahnya – ke Pulau Pramuka ataupun Pulau Harapan. Continue reading

Kedisiplinan

screen-shot-2016-10-12-at-6-56-10-pm

Kita benar-benar tenggelam dalam informasi. Tinggal bisa tidaknya saja kita jadikan informasi ini sebagai pengetahuan yang bermanfaat bagi kita. Dan untuk mencapainya, salah satu sikap mental yang harus kita punyai adalah KEDISIPLINAN. Seperti ini contohnya – ada banyak kursus online yang tersedia. Kursus online ini menjadi bermanfaat jika kita pelajari, dan itu yang dinamakan sebagai pengetahuan. Jika tidak, kursus online ini hanyalah sekadar informasi.

Btw, sebenarnya saya tidak ingin membicarakan bedanya informasi dan pengetahuan. Saya hanya ingin memberitau berkali-kali pada diri saya sendiri bahwa saya harus disiplin. Disiplin belajar terutama.

Disiplin ini memiliki hubungan dekat dengan motivasi. Orang yang termotivasi dengan sendirinya akan menjadi disiplin. Apa saya kurang termotivasi ya? Padahal akhir-akhir ini saya menjadi pelanggan setia dari video-video motivasi online di youtube dan facebook, misalnya dari Prince Ea. Atau jangan-jangan saya terlalu termotivasi sehingga kebanyakan berpikir,gelisah dan hanya tertuju pada output tanpa setia pada proses?

Hey, setialah pada proses, anak muda! Buat target-target harian saja, atau paling tidak mingguan, jadi otakmu tak mampet penuh. Dengan begitu, mungkin disiplin akan mudah kau jalankan! ^^

Sebuah Janji yang Tertunda

phd091912s

Inilah sebuah janjiku pada dosen pembimbing skripsi S1-ku, bahwa aku ingin menjadi dosen, dan nyatanya sekarang aku sudah; namun kau tau? Aku menjadi dosen yang menghabiskan energinya di kegiatan yang bukan menjadi fokus utamanya. Bukan kegiatan meneliti. Sedih jadinya -_- semacam terlibat di sekelompok dosen yang menamakan dirinya “struktural”. Ternyata aku tidak bisa senang berada di sana meski mendapatkan “tunjangan”.

Jika tidak ada Struktural, bagaimana mungkin sebuah kampus dapat dijalankan? Hanya saja aku yang semakin menyadari kebosanan berada di kegiatan manajemen kampus.

Secepatnya aku ingin kembali menjadi dosen peneliti. Ini semacam cita-cita agungku – tenggelam di dalam tumpukan paper hihihi ^^