Peduli

Tadi sore sekitar pukul 6 di dalam KRL aku merasa sangat malu, lantaran malas berdiri hanya untuk memberikan tempat duduk kepada Ibu separuh baya. Perempuan muda yang duduk tak jauh dariku justru yang berdiri dan mempersilahkan Ibu itu untuk duduk, namun ditolak oleh Sang Ibu dengan halus, padahal ketika aku sampai di stasiun perhentianku, Ibu itu masih saja berdiri. Sungguh yang tadinya aku lupa untuk malu, menjadi malu dan semakin malu. Perjuangan adalah setiap detik, setiap moment, ketika lengah maka akan dikalahkan oleh iblis di dalam diri kita. Rasa peduli-ku hari ini hilang, menyadari ini membuat penyesalanku lebih mendalam.

Peduli-lah yang membuat kita mampu menghormati orang lain, lebih jauh… peduli adalah tenaga pendorong untuk berbuat kebaikan pada sesama.

Advertisements

Produk Kebijakan Pemerintah Terkait Pendidikan Tinggi

img_8393

Beberapa produk kebijakan pemerintah, dalam hal ini berupa UU, PP, Kepmen, Permenristekdikti, Permendikbud, dll, terutama yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi dan bidang akademik, dan yang kebetulan sudah pernah saya baca-baca dan gunakan sebagai referensi dalam pekerjaan, yaitu:

Sistem Pendidikan Nasional

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (link)

Tata Kelola Pendidikan Tinggi

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (link)
  • Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (link)
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 139 Tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi (link)
  • [2018] Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta (link)
  • [2018] Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2018 tentang Prosedur Pendirian Perguruan Tinggi Swasta, Pembukaan Program Studi dan Kerjasama Joint Program pada Perguruan Tinggi Swasta (link)
  • [2018] Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta (link)
  • [2018] Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi (link)

Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti)

  • Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (link), menggantikan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 (link)
  • [2018] Lampiran Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2018 (link) tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 (link) tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (link)

Kurikulum

  • Buku Panduan Kurikulum Dikti Tahun 2016 ((link)), menggantikan Buku Panduan Kurikulum Dikti Tahun 2014 (link)
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi (link)
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa (link)

Blended Learning

  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Perguruan Tinggi (link)

Rekognisi Pembelajaran Lampau

  • Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2016 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (link)
  • Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 123/B/SK/2017 tentang Pedoman Tata Cara Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (link) dan Lampiran 1-nya (link)

KKNI dan Komite National Kualifikasi Indonesia

  • Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (link)
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi (link)
  • [2018] Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2018 tentang Komite National Kualifikasi Indonesia (link)

Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (link)

Guru dan Dosen

  • Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (link)

Lain-lain

  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (link)

Terlambat (ramai-ramai)

img_8283

Agak mengesalkan kalau terlambat padahal hari-hari sebelumnya kita tepat waktu. Sejak tanggal 7 Desember 2018 lalu, saya sampai kampus sebelum 7.30 pagi, kecuali 2 kali terlambat 4 menit, dan hari ini – terlambat 20 menit karena hujan. Rasanya sangat menyesal karena kalah di pagi hari. Kereta yang saya naiki juga kosong, biasanya ramai. Jangan-jangan memang banyak yang terlambat hari ini?

Kalau di kampus, jawabannya iya. Agak sepi tak seperti biasanya. Terlambat ramai-ramai.

Ketika umur sudah berkepala 3 seperti ini, saya teringat bahwa dulu tak pernah satu kali-pun saya terlambat semasa SD hingga SMA, dan seingat saya hanya sekali-dua kali ketika S1. Berarti lebih kurang saya tak pernah terlambat selama 16 tahun berturut-turut. Riwayat terlambat saya dimulai di tahun-tahun menjelang lulus kuliah S2, lalu berlanjut hingga kerja di Jakarta. Kebiasaan yang sangat buruk.

Tepat waktu adalah tidak terlambat dan tidak kecepatan. Ini saya pelajari betul ketika mengikuti pendidikan navigasi darat di YABI (Yayasan Alam Bebas Indonesia). Maklum, kalau tidak betul-betul, sarapan paginya push-up :p

Sekalinya bertekad tidak mau terlambat lagi, memang butuh perjuangan. Kemenangan satu hari dimulai dari pagi hari. Besok berjuang lagi!

Oh ya, salah satu pemicu agar semangat bangun pagi adalah mencintai pekerjaan kita, seperti yang dikatakan oleh Vincent van Gogh:

I put my heart and my soul into my work, and have lost my mind in the process.

Aktivitas Penggunaan HP Saya

Ceritanya, seminggu terakhir ini saya aktifkan fitur baru di HP saya, yaitu untuk merekam aktivitas penggunaan aplikasi, mulai dari jumlah notifikasi yang saya terima setiap harinya, lama penggunaan masing-masing aplikasi, juga yang paling menarik adalah aplikasi apa yang langsung saya buka sesudah aktifkan layar HP 😀

Aktivitas Selama 7 Hari Terakhir

Aktivitas Hari Ini

Jadi, dapat saya simpulkan bahwa WhatsApp adalah satu-satunya media sosial saya yang paling aktif. Rata-rata saya mendapatkan 151 notifikasi WhatsApp setiap harinya…. dan tentu saja, saya jarang buka pesan WA kecuali yang urgent…. diikuti oleh browser Safari yang saya gunakan untuk mengecek email dan facebook, lalu Grab lebih sering saya gunakan daripada Gojek. Selain itu, aplikasi favorit saya adalah Clock untuk bangunin saya tidur, karena jika tidur kurang dari 6 jam, saya jarang bisa bangun sendiri.

Hal menarik kedua adalah aplikasi yang menjadi pemicu saya untuk aktifkan layar HP, yaitu: WhatsApp, Safari, Grab, dan Camera. Bisa jadi, memang inilah aplikasi favorit saya. Spotify tidak masuk 4 besar, karena bukan prioritas.  Ketika bangun tidur, biasanya juga saya akan buka 4 aplikasi tersebut, terutama WhatsApp untuk cek apakah ada pesan masuk, dan cek email melalui browser Safari.  Katanya tidak baik membuka media sosial sebelum dan sesudah tidur, apalagi buka email kantor ketika sedang beristirahat di rumah. Harus dikurangi.

Ya, kira-kira begitulah aktivitas penggunaan HP saya. Saya sudah mengantuk sekarang. Selamat tidur.

Menjadi ayam…

Pagi-pagi aku berangkat ke kantor,
Ayam-ayam ini juga berangkat… tapi berangkat menuju kematian,
dan kuburannya adalah perut kita.

img_8249

Dulu saya pernah menonton film yang sangat menginsipirasi berjudul Temple Grandin. Saya kutip hasil inovasinya terhadap proses penyembelihan ternak yang lebih manusiawi:

Temple mulai merancang apa yang sudah ia lihat dalam benaknya, yaitu cara yang lebih baik menyalurkan ternak melalui tong disinfektan dan vaksinasi tanpa membuat ternak menjadi khawatir atau takut.

Selanjutnya, dia mengalihkan perhatiannya ke rumah pemotongan hewan, merancang sistem penyembelihan ternak yang lebih manusiawi. Luar biasanya, kini lebih dari setengah ternak di AS dan Kanada ditangani dengan fasilitas yang dirancang oleh Temple. Ia juga bekerja sebagai konsultan bagi McDonald, perancangan dan pelaksanaan program-program kesejahteraan hewan.

Anak autis ini mampu mengubah industri peternakan Amerika, menjadi juru bicara autisme dan mengajar mahasiswa PhD di Colorado State University. Dr Temple Grandin juga menulis sepuluh buku, tentang hewan dan perilaku manusia.

Sudah adakah di Indonesia yang sistemnya semacam ini? Semoga.

Sarabande (Robert De Visee)

Hari ini lumayan padat aktivitas saya: pergi beribadah, yang dilanjutkan dengan sesi belajar Saddharma Pundarika Sutra bersama Pak Rasin Gurid alias Pak Peter, lalu pergi berkunjung ke rumah salah satu pemudi saya yang baru usai dirawat di rumah sakit. Waktu menunjukkan pukul 5 sore ketika saya tiba lagi di rumah. Tadinya saya mau makan, tapi terlanjur berlatih gitar sampai sekarang, pukul 10.30 malam.

Agak menyesal juga karena tidak bisa menahan diri sebentar untuk pergi makan. Kalau sudah seperti ini, pilihan saya hanya satu: makan granola sama susu atau goreng kentang, atau tidur dan besok bangun pagi-pagi untuk sarapan lebih pagi 😀

Satu kekalahan hari ini adalah tidak menyiapkan baju pundarika untuk tugas, akhirnya saya batal tugas. Lain waktu berjuang lagi.

Malam ini saya mau berbagi satu video rekaman saya bermain gitar lagu Sarabande-nya Robert De Viseee (1686-1750). Tadi saya sempat googling tentang musik yang termasuk dalam periode barok ini. Seharusnya saya bermain lebih lambat lagi, seperti pesan guru saya dua hari lalu. Ini link hasil latihan saya:

Berlatih Fokus melalui Not Balok

img_8205

Menjelang malam di hari Jumat terakhir bulan Oktober tahun lalu, begitu senangnya saya mengikuti kursus gitar pertama saya di Sekolah Gitar Jakarta (SGJ). Saya tinggalkan bermain gitar dan nge-band sejak SMP, hampir 20 tahun lalu. Sekarang saya memulainya kembali.

Bermain gitar saat ini bagi saya adalah untuk melatih fokus dan konsentrasi. Ketika saya sedang menghapal not-not balok dan menikmati petikan gitar saya, tidak bisa tidak, saya hanya memikirkan itu saja. Pikiran saya terpusat. Titik kesadaran ini saya peroleh seminggu sebelum memulai kursus, yaitu ketika saya kesulitan menghapal bahkan 1 baris not balok pun. Saya tidak bisa menghentikan pikiran saya yang cemas sedang mengembara ke mana-mana.

Sungguh saya rekomendasikan bermain musik bagi orang-orang yang butuh belajar fokus. Jumat kemarin adalah minggu ke-8 kursus saya, dan saya beruntung mendapatkan guru gitar yang baik…. dan tanpa saya duga, dari yang awalnya hanya untuk menghentikan pikiran liar belajar fokus, menjadi semakin serius. Memulai belajar lagi dari yang nyaris nol membutuhkan kesabaran dan kegigihan. Antara saya dan gitar, memang sudah seperti cinta lama yang bersemi kembali.

Oh ya, Etude in B Minor/F. Sor, Op. 35 No. 22 bisa juga dinikmati di Spotify: Sor & Giuliani by Roland Dyens. Enjoy!

screen shot 2019-01-05 at 11.15.23 pm