Ketika sedih itu datang…

If you want to be strong learn how to fight alone.

Sekarang saya berada di ruangan saya; dan menatap kosong ke layar komputer saya. Lagu “The Song of Trailblazers” menemani saya. Sebelum itu, lagu “Count on Me”. Saya menggunakan earphone. Tidak mau terkontaminasi dengan suara-suara tidak penting di sekitarku. Menambah kepusingan saja nantinya. Sepulang dari Korea minggu lalu, rasanya berat untuk memulai apapun, terutama hidup di Jakarta yang tanpa kucing dan sahabat baik. Mau meneruskan tulisan ini, tapi rasanya air mataku sudah tidak bisa dibendung lagi. Dua kali saya menangis di kampus tahun ini. Pertama karena kucing mati, dan kedua sahabat saya pindah ke kota lain. Huff!

Advertisements

Kemenangan Pertengahan Tahun Ini

Orientasiku adalah output, namun tetap setia pada proses.
Kelemahan diri sendiri sangat banyak,
namun apapun yang terjadi harus selalu melangkah maju.

Tidak apa-apa lambat, asal tak melambat.

Dalam satu tahun, aku menandai perjuanganku dengan tanggal-tanggal tertentu.
Misalnya, 100 hari pertama dalam 1 tahun,
Menuju 3 Juli – Hari Guru dan Murid,
Menuju 18 November – Hari berdirinya Soka Gakkai,
dan terakhir adalah menuju awal tahun yang baru.

2017,
Di awal tahun targetku tercapai.
Publikasi 2 hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
di Konferensi Nasional.

Bukan Konferensi Nasional yang bagus banget,
tapi sudah cukup memenuhi targetku.
Saat itu bagiku adalah memecahkan angka NOL dulu.

Lalu aku berpikir lagi, apa yang ingin kucapai menuju 4 Juni – Hari Persaudaraan Kayo.
Yeah! Gakkai banget tanggal-tanggal yang kugunakan sebagai milestones.
Dan sebelum libur lebaran aku punya 3 doa besar, dan kemarin doa ku yang terakhir itu terjawab sudah.

Pertama,
KPR Rumah. Surprised! Dapat Rusunami (Rumah Susun Hak Milik) di Bandar Kemayoran. Hanya ada 1 kriteria ketika memilih rumah, selain dari kesanggupanku dalam membayar biaya bulanannya, yaitu: DEKAT dengan Kaikan.

Kedua,
Sertifikasi Dosen. Keren aja kalo udah serdos — seolah-olah sudah menjadi Dosen beneran.
Aku tak begitu suka dengan formalitas seperti ini, tapi segala sesuatu harus memiliki standard. Aku tak bisa lari dari kenyataan kecuali berjuang untuk lulus sertifikasi. Continue reading

Ketiadaan Uang

Photo on 6-24-17 at 3.18 PM

So happy hari ini 😀
Berpikir, nikmat apa lagi yang patut kusyukuri,
Ketika bisa menikmati kesulitan demi kesulitan,
Menari di tengah badai,
Dan pada akhirnya menang atas segalanya ^_^
Menikmati indahnya pelangi.

Bagi orang kuat,
Kesulitan adalah medan pelatihan.
Selama 2 bulan terakhir ini, aku merasa cukup berlatih hahaha

Di sore hari itu,
Di kantongku hanya ada selembar uang sepuluh ribu saja.
Aku sudah berjanji ingin menghadiri pertemuan dengan seorang senior Soka Gakkai yang akan pulang ke negaranya.
Hari itu pun harusnya aku sudah menerima gaji,
Namun tak kunjung datang.
Kutunggu hingga pukul 5 sore,
Angka di layar ATM ku masih tetap sama –
Uang yang tersisa di ATM hanya untuk memastikan ATM ku tidak mati.

Pukul 6 sore nilai uang pun tetap sama.
Lebih dari pukul 6 aku mencoba peruntunganku sekali lagi.
Berubah! Gaji masuk!

Aku tak pikir panjang,
Pesan Gojek ke Stasiun Duren Kalibata menuju Stasiun Jakarta Kota.
Dari sana aku naik Gojek ke daerah Pluit.
Pulangnya makan malam bersama teman-teman seperjuangan.

Perjuangan satu hari selesai.

The New Human Revolution Volume 25 [1]

IMG_5047

Ini adalah buku Revolusi Manusia Baru (NHR) versi bahasa inggris pertama yang saya miliki. Pemberian dari Kaven. Thanks, Kaven! Awalnya saya mengenal Kaven adalah ketika saya mengikuti English Meeting di rumahnya Ms. Seema. Ketika mendengar cerita pengalamannya pertama kali, juga ketika Ia memimpin jalannya pertemuan, saya langsung merasa Wow! Saya merasa bahwa saat itu adalah waktu yang tepat bagi saya untuk memperbarui tekad saya di Gakkai. Saya berterima kasih datang ke pertemuan itu. Salah satu pertemuan yang merubah hidup saya ^_^

Orang yang pernah bertekad, pasti pernah merasa bahwa semakin lama tekadnya akan memudar. Oleh karena itu tekad harus selalu diperbarui. Ada 4 chapter dalam NHR Volume 25 ini.

  • Chapter 1: Light of Happiness
  • Chapter 2: Shared Struggle
  • Chapter 3: Gentle Breeze
  • Chapter 4: Bastion of Capable People.

Saya baru membaca Chapter 1 dari halaman 1 hingga 19. Awal ceritanya sedikit membosankan bagi saya yang tidak bisa menghapal sejarah, karena menceritakan krisis pangan yang dialami pada tahun 1976 di Fukushima. Ikeda Sensei tiba di Fukushima pada bulan Maret 1977 dan mengingat-ingat kondisi yang terjadi di sana pada tahun sebelumnya. Orang yang paling menderita adalah orang yang paling berhak bahagia. Mengenai ini Ikeda Sensei benar-benar memikirkan anggota yang ada di sana, terutama Tohoku yang baru saja gagal panen karena dampak dari musim dingin yang parah (mencapai 5° Celcius).

Tohoku has had to deal with the cold weather, drought, and the effects of the 1960- Chilean Earthquake and Tsunami. That’s why I want Tohoku to transform its karma and flourish, and be happier than any other place. I’m going to make my visit to Tohoku to proclaim this new dawn.

Pusat Kebudayaan Fukushima yang akan dikunjungi oleh Ikeda Sensei terletak di area Aizubandai, baratnya Stasiun Koriyama, dengan pemandangan Gunung Adatara di sebelah utara. Tinggi gunung ini adalah 1718 mdpl. Saya googling 😀

Sesampainya di sana, Ikeda Sensei memberikan dorongan semangat kepada Pimpinan dan anggota yang hadir. Ada beberapa poin yang saya renungi, antara lain:

Kunci untuk Memajukan Kosenrufu

Pimpinan Prefektur Fukushima adalah Norio Shiba dari Prefektur Miyagi.  Dia dulunya adalah wakil pimpinan generasi muda nasional. Umurnya 35 tahun, dan merupakan tipe orang yang memiliki inisiatif dan inovasi. Ikeda sensei berbicara kepada dia tentang kunci untuk memajukan kosenrufu:

Mr. Shiba, to construct a new era for our Soka movement in Fukushima, it won’t be enough to focus just on short-term, ad hoc plans and new guidelines for activities. A firm foundation is created through the transformation of all members’ attitudes, to enable them to refresh their lives. It is vital that you foster true champions who have pride in where they come from and are dedicated to kosenrufu.

The Soka Gakkai has grown in Fukushima to the point that it has because the pioneer members struggled with all their might. It is crucial to never forget how those members wholeheartedly dedicated themselves to kosenrufu, with utter devotion, never retreating a single step no matter how they were reviled or persecuted.

Continue reading

Sedihnya Saya…

Sedihnya saya,
adalah ketika ada banyak ide yang belum bisa direalisasikan cepat.

Sangat banyak.
Jangan-jangan karena saking banyaknya.

Huff!
Termasuk ide menulis.

Setiap hari saya ada banyak cerita,
ada sangat banyak hal yang ingin saya bagi.

Entahlah…
Menulis ternyata sebuah perjuangan.

Wish List Peralatan Pendakian Ultralight

Ceritanya, sejak saya tau bahwa saya scoliosis di bulan Februari 2015, saya sudah tidak pernah mendaki gunung lagi. Kini 2 tahun sudah berlalu, masa iya saya hanya pergi hiking gunung di bawah 1000m saja hihihi… Gunung-gunung yang menghibur saya ketika scoliosis adalah Gunung Bintan (Tanjung Pinang), Gunung Nglanggeran (Yogyakarta), dan Gunung Pulai (Johor Bahru). Tahun lalu semua peralatan gunung juga sudah saya hibahkan ke Mapala Kampus saya. Maunya berhenti naik gunung, tapi ternyata tidak bisa 😀

Sekarang sudah saatnya saya “nekat” menjalankan hobi saya lagi, tentunya dengan beberapa pertimbangan, terutama beban ransel. Saya harus membawa barang seringan mungkin untuk pendakian-pendakian yang akan datang. Gerilya mencari peralatan gunung baru ternyata sangat menyenangkan. Tentu belinya harus nyicil hahaha

CARRIER

Saya menggunakan Osprey Kyte 36 warna biru laut yang beratnya hanya 1,4 kg dan bisa membawa beban 11-18 kg. Belinya di Outlive (Lotte Shopping Avenue). Setelah ngukur torso dsb, saya pakai yang ukuran WX/S.  Continue reading

Ngikut Indonesia Android Kejar

Yeah! Diterima. Saya akan mengambil kelas Beginner. Pasti akan menyenangkan 😀

screen-shot-2016-11-07-at-1-27-51-pmGambar 1. Email dari Indonesia Android Kejar

screen-shot-2016-11-07-at-1-31-23-pm
Gambar 2. Daftar kelas yang diikuti

Saya sudah download Android Studio dan join Google+ nya juga. Sekarang tinggal mempelajari materi yang ada di Udacity sebelum mengikuti kelas tatap mukanya. Terima kasih,  Indonesia Android Kejar 😀

screen-shot-2016-11-07-at-1-36-53-pm
Gambar 3. E-learning dari Udacity

screen-shot-2016-11-07-at-1-39-07-pm
Gambar 4. Google+ Indonesia Android Kejar