Belajar, Berlatih dan Berjuang

Beberapa hari terakhir ini, otak memang penuh. Ada kekhawatiran sedikit juga, mungkin semacam kegalauan. Alangkah banyaknya yang harus dikerjakan, tapi jangan mengeluh, Maya ^^ Jangan berpikir banyak, melangkahlah terus…

Hingga awal Mei ada 3 agenda:

  • belajar (untuk UTS 3 mata kuliah dan sidang akhir tesis) (UGM),
  • berlatih (lari 2,4 km dalam 12 menit, renang 25 meter, push up, sit up, pull up, dll…)(Wanadri, YABI)
  • berjuang (untuk persiapan bunkasai)(Soka Gakkai Indonesia).

Tiga hal itu adalah tiga hal yang sangat penting dalam hidupku. Ketika belajar, aku ingin mengasah otakku untuk bisa berpikir, beranalogi, berlogika, mengasah semua hal yang berkaitan dengan IQ. Orang-orang bilang antara IQ, EQ, dan SQ haruslah seimbang. Poin kedua untuk mengasah EQ. Kugunakan medan alam sebagai pusat latihan. Melatih mental, fisik, mengasah empati, solider, tanggung jawab. Terakhir adalah yang terpenting di atas segalanya karena itu yang merupakan fondasi dan pusat hidupku. Itu kunamakan filosofi hidup – Buddhisme yang dikemas dalam sebuah komunitas para boddhisatva muncul dari bumi bernama Soka Gakkai.

CIMG6774

Berjuanglah terus, Maya! Bergeraklah sebelum membatu. Lakukan apa yang harus dilakukan dan tuntaskan tanggung jawabmu dalam kehidupan kali ini. Nammyohorengekyo.

Perjalanan Ekspres ke Gn. Kelud

1157736_171454366373866_567701627_n1

Ket di awal: Semua foto di dalam tulisan ini adalah miliknya mbak Friska.

Erupsi Kelud yang katanya Mbah Rono sedahsyat Merapi mengingatkan saya dengan perjalanan ke sana bersama teman-teman YABI tahun lalu. Saya lupa tanggalnya, yang jelas bulan Agustus seusai Pendidikan Navigasi YABI ke-XIV.

Hari Pertama, saya dan mbak Friska dari Tulung Agung, setelah diantar Mas Tok mencari bus tujuan Kediri, naik bus tujuan Kediri. Ya iyalah, mosok yo naik yang tujuan Malang.

Setelah hampir 2 jam perjalanan, sampai juga kami di halte bus depan kampusnya mbak Dyah. IAIN ato Muhammadiyah ya, mbak? Saya lupa hehehe Perjalanan ini antara jadi dan tidak jadi karena ragu-ragu, apalagi mbak Dyah harus bekerja keesokan harinya, tapi akhirnya demi persahabatan, mbak Dyah mengantar kami berdua bersama mas Penk. Jadilah kami berempat memulai perjalanan ke Gn. Kelud ๐Ÿ˜€

Kami makan malam terlebih dahulu berupa nasi tumpang, nasi khas kota Kediri, lalu langsung tantjap gas ke Kediri dengan 2 motor. Saya dibonceng oleh mbak Dyah, dan mbak Friska bersama mas Penk. Perjalanan lebih dari 1 jam ditemani oleh udara malam yang dingin. Kami sempat mampir berfoto di Arc de Triomphe-nya Kediri ๐Ÿ˜€

1185352_171449106374392_494719150_n

Sesampainya di gerbang Kelud yang sudah ditutup, kami parkir motor di semak-semak, lalu masuk melewati sisi kanan pagar yang terbuka, yang sebenarnya bukan jalur masuk resmi, lalu kami berjalan kaki menuju aula yang jaraknya lumayan jauh. Sekitar pukul 10 atau 11 malam, kami tiba dan bermalam di aula tersebut bersama bapak penjaga Gn. Kelud.

Hari Kedua, kami bangun sekitar pukul 6 pagi dan mulai menjelajahi Kelud. Itu jam yang cukup siang ya sebenarnya ๐Ÿ˜€

1185352_171449113041058_183078789_n

1157736_171454369707199_1546741075_n

1176234_171722606347042_61684529_n

1272993_171723659680270_762412505_o

1176234_171722613013708_1881697113_nHari ini tidak menyangka anak Gn. Kelud di belakang saya itu erupsi dan abunya tersebar hingga lebih dari 500km (kota Bandung). Selanjutnya, kami menuruni tangga yang tak ada habis-habisnya menuju kolam pemandian belerang, dan dengan spontan, saya dan mbak Dyah menceburkan diri di air belerang yang hangat. Mas Penk yang baik hati memasak selagi kita bermain-main di air hahaha ya ampun… maafkanlah ya, mas Penk ๐Ÿ˜€

1272993_171723669680269_654160463_o

1239138_171724743013495_639253090_o

1157736_171454373040532_1505452692_n

1157736_171454379707198_43327243_n

Rasanya sangat menyegarkan usai mandi, namun perjuangan naik untuk kembali ke aula cukup melelahkan karena melewati jalan yang berbatu dan berpasir, tidak melewati tangga lagi. Saat itu hari sudah mulai siang, mungkin sekitar pukul 8 pagi. Kami berganti pakaian kering, lalu pulang. Biaya masuk Gn. Kelud secara resmi baru dibayarkan pada petugasnya saat itu, dan saya ditraktir oleh mereka ๐Ÿ˜€

Di area Gn. Kelud ada jalan yang memiliki medan magnet bumi sehingga motor tanpa perlu hidup mesin dapat berjalan sendiri. Kami mencobanya hahaha dan sebelum pulang, saya dan mbak Friska mengambil foto di depan Museum Kelud. Kapan-kapan kami baru mampirย  ke museumnya, mungkin sudah ada tambahan informasi mengenai erupsi yang sedang terjadi saat ini.

1174705_171724753013494_812565835_n

Ya begitulah kira-kira perjalanan ke Gn. Kelud yang serba ekspres dan tak terduga ini. Lepas itu saya langsung pulang ke Jogja, perjalanan pulang yang tidak terlalu menyenangkan dan saya mendapat 1 pelajaran berharga: lain waktu, saya akan memilih setia dengan bus Eka untuk transportasi darat Jatim-Jateng, tidak dengan bus lainnya. Terima kasih banyak teman-teman, dan sampai jumpa lagi ๐Ÿ˜€

Oh ya teman, jangan lupa yang tadi. Fotonya bukan punya saya, tapi hasil jepretan dari kameranya mbak Friska ๐Ÿ˜€ Thanks, mbak Friska ๐Ÿ˜€

Pendidikan Navigasi XIV – 2013

Membaca surat edaran dari Yayasan Alam Bebas Indonesia (YABI) perihal undangan Pendidikan Navigasi XIV 2013, saya langsung bersemangat. Saya menemukan informasi kegiatan ini secara tidak sengaja ketika saya mencari informasi PDW (Pendidikan Dasar Wanadri). Ahhh tidak ada tes masuk Wanadri tahun ini, tidak apa-apalah. Masih ada pendidikan ini. Menuju PDW 2014 pada tanggal 21 Agustus – 24 September 2014, saya akan memulai persiapan saya dengan mengikuti kegiatan YABI ini. Belajar navigasi ๐Ÿ˜€

Hmmm butuh kerja keras, seperti sms mas Totok beberapa hari lalu ketika saya mengatakan bahwa saya sudah melunasi biaya pendaftaran. Ia mengatakan bahwa saya harus mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, fisik dan terutama adalah mental.

Sekarang saya tidak bisa berpikir perfeksionis, idealis atau segala macam hal. Saya lakukan apa yang saya mampu dan apa yang ada di depan mata. Sejauh hal-hal ini sesuai dengan tujuan hidup saya, tidak ada alasan untuk tidak mengambilnya.

Saya lampirkan surat dari YABI yang bisa diunduh juga di sini.

ย ย  ( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_1( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_2( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_3( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_4

Menjelang hari-H yang tidak sampai satu bulan lagi, saya mulai menyusun jadwal latihan saya seperti berenang dan jogging, dan mungkin juga akan mengulang beberapa pelajaran mengenai navigasi. Saya harus bisa membagi waktu saya dengan kesibukan yang lain sebagai rasa terima kasih kepada orang tua saya yang telah memberikan izin mengikuti kegiatan ini ๐Ÿ™‚
Saya tidak ingin tidak memberikan 100% diri saya pada kegiatan ini. Tidak boleh mundur hingga hari terakhir pendidikan dan harus berjuang hingga lulus!ย  Tidak boleh sia-sia!