Belajar, Berlatih dan Berjuang

Beberapa hari terakhir ini, otak memang penuh. Ada kekhawatiran sedikit juga, mungkin semacam kegalauan. Alangkah banyaknya yang harus dikerjakan, tapi jangan mengeluh, Maya ^^ Jangan berpikir banyak, melangkahlah terus…

Hingga awal Mei ada 3 agenda:

  • belajar (untuk UTS 3 mata kuliah dan sidang akhir tesis) (UGM),
  • berlatih (lari 2,4 km dalam 12 menit, renang 25 meter, push up, sit up, pull up, dll…)(Wanadri, YABI)
  • berjuang (untuk persiapan bunkasai)(Soka Gakkai Indonesia).

Tiga hal itu adalah tiga hal yang sangat penting dalam hidupku. Ketika belajar, aku ingin mengasah otakku untuk bisa berpikir, beranalogi, berlogika, mengasah semua hal yang berkaitan dengan IQ. Orang-orang bilang antara IQ, EQ, dan SQ haruslah seimbang. Poin kedua untuk mengasah EQ. Kugunakan medan alam sebagai pusat latihan. Melatih mental, fisik, mengasah empati, solider, tanggung jawab. Terakhir adalah yang terpenting di atas segalanya karena itu yang merupakan fondasi dan pusat hidupku. Itu kunamakan filosofi hidup – Buddhisme yang dikemas dalam sebuah komunitas para boddhisatva muncul dari bumi bernama Soka Gakkai.

CIMG6774

Berjuanglah terus, Maya! Bergeraklah sebelum membatu. Lakukan apa yang harus dilakukan dan tuntaskan tanggung jawabmu dalam kehidupan kali ini. Nammyohorengekyo.

WANADRI

Dua tahun belakangan sejak mengetahui informasi PDW (Pendidikan Dasar Wanadri) 2012, pikiran tentang WANADRI ini tak bisa lepas dari otakku. Sangat mengesalkan memang. Tahun 2012 lalu aku ingin ikut, tapi aku benar-benar tak tau harus mulai dari mana. Aku tak tau apa-apa soal WANADRI, dan sekarang, berkat kang Non** yang rajin posting di grup facebook WANADRI sejak tahun lalu, juga foto-fotonya kang Ke**, ditambah lagi aku pernah mengikuti pendidikan YABI yang ternyata isinya banyak orang WANADRI juga, pikiranku semakin menggila. Menggila karena aku mendapatkan apa yang kucari. Eureka!

200px-WanadriWANADRI

Apakah ini yang dinamakan passion? Apakah passionku terhadap gunung dan pendidikan alam bebas begitu besar? Apakah aku punya harapan besar terhadap WANADRI? Aku tak tau, aku hanya tau bahwa pikiran tentang WANADRI sedikit banyak telah membuatku kurang fokus terhadap tesis. Aku hanya berpikir WANADRI sejalan dengan prinsip dan gaya hidupku. WANADRI sesuai dengan semangat Gakkai. Itu hanya sejauh yang kuketahui. Bisa saja aku salah. WANADRI bukan kambing hitamku. Aku hanya mengekspresikan ketertarikanku yang sangat besar terhadap WANADRI, dan aku tak bisa menghilangkan rasa itu hingga sekarang.
WANADRI…OH…WANADRI!!!