Demikianlah yang kubaca: The Way of Youth!

Menjawab problematika masa remaja, buku karangan Daisaku Ikeda berjudul The Way of Youth ini hadir memberikan solusi berdasarkan sudut pandang Budhisme yang universal.

Buku ini terdiri dari sembilan topik persoalan hidup remaja yang dikemas dalam bentuk tanya jawab, yaitu:

  • hubungan remaja dan keluarga,
  • menemukan persahabatan dan cinta sejati,
  • belajar dan bekerja yang sesuai dengan passion,
  • pentingnya memiliki impian besar dan tujuan dalam hidup,
  • membangun kepercayaan diri,
  • melakukan tindakan welas asih serta kemampuan remaja dalam memandang secara keseluruhan terhadap isu-isu global.

Daisaku Ikeda mengungkapkan cara paling mudah agar setiap remaja dapat mengasah potensi diri sendiri untuk menemukan kebahagiaan sejati dan menjadi manusia yang berkualitas.

Terus terang, aku sangat berharap buku ini segera dicetak ulang setelah rilis pertamanya di tahun 2004, dan tahun ini harapanku terwujud. Delapan tahun buku yang termasuk dalam kategori pengembangan diri ini menemaniku dengan jawaban-jawaban yang to the point terhadap lebih dari 75 pertanyaan para remaja yang terkait persoalan sehari-hari dalam kehidupan. Tak satu pun kalimat dalam buku ini yang sia-sia. Setiap lembar yang kita baca selalu penuh dengan nasihat, yang dikatakan oleh Daisaku Ikeda sebagai nasihat dari seorang yang sudah lebih lama mengarungi bahtera hidup. Daisaku Ikeda sangat yakin pada kekuatan tak terbatas yang dimiliki oleh para remaja dan mengatakan pada mereka, “Kalian adalah harapan umat manusia! Masing-masing mempunyai masa depan cerah. Masing-masing memiliki potensi berharga yang menunggu untuk dikembangkan. Kesuksesanmu, kemenanganmu akan menjadi kemenangan bagi kita semua. Kemenanganmu akan mengarahkan abad ini, abad perdamaian dan umat manusia, abad terpenting bagi setiap manusia.”

Pertanyaan-pertanyaan yang diangkat dalam buku ini berasal dari dialog Daisaku Ikeda dengan para remaja pria dan wanita melalui surat-menyurat maupun diskusi tatap muka. Meskipun diskusi ini berlatar pada filosofi yang diajarkan Nichiren Daishonin, seorang guru Budhis dari abad ke-13 yang hidup di Jepang, filosofi ini bersifat universal karena didasarkan pada penghargaan yang tinggi atas kehidupan dan nilai setiap individu sehingga jawaban-jawaban yang diberikan dapat diterima oleh kalangan mana pun dengan latar belakang yang berbeda.

********************************* Continue reading

Advertisements