Sidang Pra-Tesis

Akhirnya, saya sidang pra-tesis juga. Akhir Februari lalu, saya sempat ngobrol perihal nasib tesis saya ini kepada Hendy. Satu hal yang dikatakan Hendy kepada saya adalah, “Hanya ada 2 pilihan. Benar-benar ditinggalkan atau benar-benar diselesaikan”. Saya memilih untuk benar-benar menyelesaikannya. Saya sangat sadar bahwa terjadinya sidang pra hari Selasa lalu (8 April 2014) semata-mata karena […]

Topik Tesis

………………….ingin rasanya menguraikan secara detail apa yang kukerjakan di sini, tapi nanti sajalah usai tesis tersebut berbentuk buku dan diberi nomor arsip perpustakaan 🙂 Selesai? Tentu belum. Perjalanan masih sangat panjang. Topik tesisku adalah Agent Oriented Software Engineering, sesuai dengan interestku di bidang ilmu komputer ini, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering). Object Oriented Paradigm […]

Rutinitas

buku headfirstBuku Head First lain yang hampir selesai saya baca adalah buku Head First Java. Buku edisi Head First ini, ujar teman saya si Zain, lebih manusiawi hahaha mungkin maksudnya, user-oriented. Ya, buku ini sangat menarik dan tidak membosankan, tapi kalau sudah masuk ke materi yang berat… ya tetap saja sulit hahaha

Kalau saya bepikir tentang progress dan target penyelesaian tesis, saya akan stress sendiri. Beneran deh. Jadinya, sekarang saya membagi-bagi target besar tersebut menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, yaitu kegiatan harian. Kesannya sangat lambat, tapi saya memang harus melalui tahapan ini, yaitu belajar Java. Ah, semester 6 yang akan mulai di awal Februari ini harus menjadi semester akhir bagi kuliah saya.

Sudah tiga bulan lebih saya tidak pergi ke gunung. Otak saya sudah hampir sepenuhnya di tesis dan itulah hal yang saya tunggu-tunggu. Beberapa waktu lalu saya ingat satu hal penting sewaktu menyelesaikan Skripsi S1, yaitu: tak pernah satu hari pun saya tidak memikirkan skripsi. Maka, sekarang pun harus seperti itu. Itulah yang mungkin dinamakan sebagai FOKUS dan KONSENTRASI.

Kemarin saya juga sudah menyelesaikan satu bab lagi dari buku The Geography of Bliss. Ada satu hal yang belum saya mengerti yaitu tentang “pertumbuhan berpangkat”. Kutipan lengkapnya seperti ini:

Tanamlah bibit-bibit kebahagiaan dan pada akhirnya hukum pertumbuhan berpangkat dicapai, maka saya yakin kebahagiaan akan menyebar bagaikan kebakaran padang rumput di California.

Saya juga ingin menuliskan kelanjutan kalimatnya yang menarik meskipun tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan berpangkat:

Lantas untuk sementara waktu, apa yang harus dikerjakan? Saya kira kita terus menyemaikan benih. Toh sebenarnya yang penting itu menanamnya bukan memanennya. Seperti dikatakan banyak filsuf, kebahagiaan itu adalah hasil sampingan. Sebagaimana pengamatan Nathaniel Hawthorne, kebahagiaan adalah kupu-kupu yang bertengger di bahu kita tanpa disuruh.

Jadi , alih-alih berusaha secara aktif membuat tempat atau orang lebih bahagia, mungkin lebih baik kita menerima saran penulis Kanada Robertson Davies: “Jika Anda tidak bahagia, sebaiknya Anda berhenti mengkhawatirkan ketidakbahagiaan dan melihat perbendaharaan apa yang Anda miliki dari ketidakbahagiaan Anda.”

Saya sudah tidak pernah membaca buku sampai pagi lagi sekarang dan hanya membacanya di saat-saat luang saja, seperti moment ketika menunggu. Saya juga memberanikan diri untuk menunda semua bacaan yang bukan prioritas, maksudnya bacaan yang tidak ada hubungannya dengan topik tesis. Pada awalnya memang berat, tapi kebiasaan tersebut akan membuatnya menjadi ringan seiring dengan waktu. Continue reading “Rutinitas”

……masih terus berjuang!

Hari ini, aku ingin menuliskan dua kalimat dari Ikeda Sensei:

Betapa pun mengantuk dan capeknya Anda, hanya ketika Anda menang atas diri sendiri, Anda akan memiliki hari kemenangan.

dan

Orang kelas satu tidak memandang usia atau kedudukan, tidak pernah berhenti belajar dengan rajin dan mau mendisiplinkan diri mereka sendiri.

Selanjutnya, aku ingin mengeluhkan menceritakan tentang kesehatanku. Entah apa penyebabnya, akhir-akhir ini kepala di bagian belakang dekat tengkuk leher rasanya sering sakit pada saat bangun tidur maupun dalam kesehariannya. Kolestrol? Tidak juga, karena aku sudah tak makan daging lagi dalam seminggu ini. Rasanya memang sedikit berat melewati hari dengan sakit seperti ini. Kadang, telinga bagian belakang juga nyeri. Mataku tiba-tiba suka tidak bersahabat jika terlalu lama di depan komputer. Namun, hal ini bukanlah masalah besar sekarang. Aku bersyukur bahwa tubuhku masih dapat memberikan respon seperti ini. Masalah besar justru terjadi jika hal ini berlarut-larut tak kuatasi.

Aku akan mulai mengubah pola makanku dengan makanan yang lebih bergizi, higienis dan berserat. Plototin komputer tidak akan terus-terusan, namun memberikan jeda agar mata dan tulang belakang bisa beristirahat dengan baik. Aku juga akan mengubah pola tidurku dengan tidur sebelum pukul 1 malam dan bangun sebelum pukul 7 pagi. Aku akan rutin jogging 2x seminggu pada hari Selasa dan Jumat untuk meningkatkan daya tahan tubuhku, untuk melatih lutut dan pergelangan kakiku yang bermasalah. Aku akan tetap membiasakan diri untuk menegakkan tulang belakangku dalam menulis, membaca, berjalan, berdoa, termasuk ketika beraktivitas di kamar mandi hahaha

Dalam proses kembali ke ritme makan seperti biasa, aku membeli beberapa makanan favoritku lagi. Sejak pertengahan tahun lalu, aku cukup mengencangkan ikat pinggang dalam soal makan karena harus mengatur uang dengan keperluan travellingku. Sekarang, di saat aku tidak akan ke mana-mana, aku akan kembali mengalokasikan uangku untuk keperluan peningkatan gizi. Setidaknya, nanti jika wisuda, wajahku sedikit chubby hahaha seperti kata papaku setiap kali bertemu, pasti beliau akan mengatakan, “Maya, gemukkanlah sedikit badanmu itu supaya bagus, apalagi pipimu, terlihat seperti orang yang kekurangan makan saja”.

Aku jadi ingat satu cerita di bulan September lalu sewaktu mau kembali ke Jogja dari Palembang. Papaku bahkan membelikanku susu kental manis cap bendera untuk kubawa ke Jogja agar bisa kuminum bersama susu Milo. Ya ampun! Seperti di Jogja tidak ada orang yang menjual susu saja hahaha aku selalu merasa terharu dengan bekal yang dibelikan papaku ketika hendak kembali ke tanah rantau ini. Pernah juga sekali waktu, beliau membekaliku dengan minyak angin aroma terapi yang katanya sangat bagus buatku. Bahkan, minyak angin itu pun sebenarnya banyak dijual di Jogja. Hidupku di Jogja, yang pasti, cukup jauh dari bayangannya 🙂

Ritz yang hanya dijual di Carefour Jl. Adi Sucipto Continue reading “……masih terus berjuang!”

Fokus

Semakin banyak sumber daya (resources) seharusnya samakin memudahkan kita dalam memahami suatu hal. Sulitnya justru karena hasil yang tercapai adalah memahami banyak hal, namun hanya sepotong saja. Apa yang kita pahami sebagai holistik atau utuh bukanlah perkara mudah karena pertama-tama yang harus kita lakukan adalah fokus pada suatu hal. Satu hal demi satu hal. Fokus […]

Mengejar dosen pembimbing

Kamis, 31 Mei 2012. Perasaanku sedikit kacau. Malam sebelumnya, aku tak tidur menyelesaikan tulisan proposal penelitian S2. Malam itu tiba-tiba saja aku seperti mendapat ilham untuk segera menuntaskan apa yang sudah kumulai tiga bulan lalu. Tulisan tersebut selesai lalu kukirim melalui email ke dosen pembimbing diikuti sms konfirmasi. Aku tidur. Siangnya ketika terbangun, aku kembali […]

Survei: Perlukah media online bagi pendaki untuk mendapatkan informasi kelompok pendakian secara otomatis?

Great friends, great adventure ^_^

Teman-teman yang sengaja ataupun tak sengaja terdampar di halaman blog ini, perkenankan diriku meminta tolong kepada Anda semua untuk mengisi survei yang kubuat. Survei ini dibuat untuk mengetahui perlu/tidaknya aplikasi pengelompokan para pendaki secara online yang akan kubangun sebagai studi kasus penelitian S2 jurusan Ilmu Komputer UGM. Batas akhir pengisian tanggal 10 Mei 2012. Terima kasih banyak ^_^

********************************************* Continue reading “Survei: Perlukah media online bagi pendaki untuk mendapatkan informasi kelompok pendakian secara otomatis?”