Menjadi ayam…

Pagi-pagi aku berangkat ke kantor,
Ayam-ayam ini juga berangkat… tapi berangkat menuju kematian,
dan kuburannya adalah perut kita.

img_8249

Dulu saya pernah menonton film yang sangat menginsipirasi berjudul Temple Grandin. Saya kutip hasil inovasinya terhadap proses penyembelihan ternak yang lebih manusiawi:

Temple mulai merancang apa yang sudah ia lihat dalam benaknya, yaitu cara yang lebih baik menyalurkan ternak melalui tong disinfektan dan vaksinasi tanpa membuat ternak menjadi khawatir atau takut.

Selanjutnya, dia mengalihkan perhatiannya ke rumah pemotongan hewan, merancang sistem penyembelihan ternak yang lebih manusiawi. Luar biasanya, kini lebih dari setengah ternak di AS dan Kanada ditangani dengan fasilitas yang dirancang oleh Temple. Ia juga bekerja sebagai konsultan bagi McDonald, perancangan dan pelaksanaan program-program kesejahteraan hewan.

Anak autis ini mampu mengubah industri peternakan Amerika, menjadi juru bicara autisme dan mengajar mahasiswa PhD di Colorado State University. Dr Temple Grandin juga menulis sepuluh buku, tentang hewan dan perilaku manusia.

Sudah adakah di Indonesia yang sistemnya semacam ini? Semoga.