Hari ini – dari perpustakaan hingga arak Bali

Sebelum tidur pukul empat subuh, kutulis sebuah lagu. Lagu yang kutulis tentang cinta ini merupakan lagu kedua setelah lagu ungkapan hati terhadap misi kosenrufu di Yogyakarta. Lalu, tidurlah aku dengan sangat terlelap hingga pukul 13.30 WIB. Bangun-bangun aku begitu terkejut karena seharusnya mengikuti perkuliahan pukul 13.00 WIB. Syukurlah sesampainya di sana, dosenku absen.

Aku bernafas lega 🙂
Cepat-cepat aku pulang ke kos untuk menjemur pakaian yang telah kurendam semalaman. Setelah itu, aku makan siang di RM Padang Sederhana dengan menu favorit: nasi paru. Harganya Rp. 13.000,- plus teh tawar hangat. Kepuasan makan di sana dibandingkan RM Padang lainnya adalah perolehan masakan yang lezat dengan selisih pengeluaran yang tidak terlalu besar.

Gambar Rancangan Perpustakaan UGM Pusat yang Sudah Jadi

Bermodalkan perut kenyang, aku langsung menuju Perpustakaan Pusat UGM untuk membaca referensi tesis dan disertasi. Perpustakaannya baru selesai direnovasi dan terasa lebih nyaman sekarang. Mayoritas waktu yang kuhabiskan di sana justru adalah belajar menulis kutipan/citation. Kutipan resmi yang digunakan di kampusku adalah Harvard Style dan kutemukan Harvard Referencing Generator yang membantuku dalam pengutipan otomatis. Selain itu, kuperolehmainan baru” untuk manajemen bookmarks, yaitu Delicious. Senang sekali rasanya karena aku bisa membuka halaman-halaman favoritku di mana saja dan kapan saja tanpa tergantung browser di laptop pribadi.

Gambar Snapshot The Harvard Referencing Generator

Sepulang dari Perpustakaan pukul 20.00 WIB, aku sempatkan untuk mandi agar badan terasa segar kembali, lalu bersama seorang teman menuju ke rumah teman Bali dan disuguhi dua loki arak Bali yang aroma dan rasanya terasa khas. Pengalaman pertama yang memuaskan rasa ingin tauku. Cukup yang pertama saja. Arak tersebut adalah buatan keluarganya sendiri, maka kualitasnya tak perlu diragukan lagi. Menurutku begitu 🙂

Advertisements