Menjaga Hati

Sebaiknya kita memang pandai menjaga hati. Bukan demi orang lain, tapi demi kebaikan diri sendiri. Secara tak sadar kita saling terhubung. Kita terhubung dengan orang lain, hewan di sekitar kita, bahkan partikel-partikel kecil di seluruh penjuru alam semesta. Oleh karenanya, menguntungkan bila kita menjaga hati. Hati yang dijaga dengan baik pasti tak ingin menyakiti orang lain, termasuk orang-orang yang berbeda pandangan hidup, juga politik.

IMG_8163

Sore tadi saya tak tahan untuk berkomentar disalah satu grup yang saya ikuti. Bukan untuk apa-apa, melainkan menjaga keharmonisan diantara anggota grup saja. Kita melindungi suara-suara diam yang sebenarnya merasa tersakiti dengan meme ejekan lawan politik yang berbeda kubu. Ketika kita membaca berita negatif atau mengeluarkan emosi negatif, jiwa kita pasti terpengaruh. Makanya kita mudah merasa lelah dan tidak bahagia. So, mari menjaga hati kita! Demi kebahagiaan kita semua.

If you lose today, win tomorrow!

Ada banyak cerita selama aku tak menulis… tapi katanya Babe Ruth, “Yesterday’s home runs don’t win today’s game“. Jadi, aku ingin hari ini memulai lagi sesuatu dari nol, seperti tidak terjadi apa-apa. Menata ulang jadwal dan target, termasuk jadwal jalan-jalan.

Berenang

Tentang satu kegiatan ini, aku belajar satu hal, bahwa tidak seharusnya kita berhenti belajar. Awal tahun lalu aku tidak bisa “mengapung”, dan hanya bisa renang gaya dada yang salah. Sekarang, sudah bisa “mengapung”, dan sudah bisa berenang gaya bebas 700 meter dalam 1 jam setiap kali latihan, 2x dalam seminggu. Targetku berikutnya adalah mencapai 1000 meter dalam 1 jam, dan berlatih sebanyak 3x seminggu, di hari Senin, Rabu, dan Sabtu.

Program Pengabdian kepada Masyarakat

Ada 2 program yang sedang kukerjakan. Pertama adalah pendampingan mahasiswa KKN di RW 03, Kel. Cilandak Timur, Kec. Pasar Minggu. Mereka bertiga akan memberikan 2 jenis pelatihan, yaitu pembuatan laporan keuangan sederhana (mahasiswa jurusan akuntansi), dan desain (mahasiswa jurusan DKV). Kedua adalah program hibah bina desa (PHBD) di Desa Leuwikaret. Iya, akhirnya proposal PHBD mahasiswaku diterima. Dana yang diberikan oleh Dirjen Belmawa Dikti adalah sebesar 30 juta. Target penyelesaian ada di bulan Desember ini ^^

kkn 2016 rw 03 kel cilandak timurBersama mahasiswa KKN 2016 di rumah Ketua RW

Target Penelitian

Bicara ini agak menyedihkan -_- Tahun ini belum ada penelitian yang kubuat. Sekarang lagi kerjakan 1 topik penelitian multidisiplin, yaitu mencari hubungan/association rules dari sekumpulan data kependudukan. Detail ceritanya nanti ya, ketika penelitianku selesai.

Pengajaran

Bicara soal mengajar, aku juga selalu mendokumentasikan semua berkas mengajar, termasuk surat-surat tugasnya. Melihat ke 4 semester yang sudah kulalui, huff! belum maksimal, tapi semester gasal 2016/2017 ini aku bertekad untuk belajar lebih keras, dan mengajar di kelas dengan lebih baik lagi, terutama proses penilaian akan lebih cepat. Biasanya aku lambat sekali mengeluarkan nilai mahasiswa -_- Maaf ya ^^

surat ngajarSurat-surat tugas mengajar

buku ngajarBuku referensi persiapan mengajar

Ehmmm…. Ada banyak yang masih mau ditulis. Yang ada di pikiranku sekarang sebenarnya adalah kata-katanya Jack Ma, bahwa jika kita ingin sukses, maka paling penting untuk mengecek apa yang kita lakukan di jam pulang kantor, antara 6-12 malam. Kalau aku adalah leha-leha hahahaha kamu?

Bergerak Secepat 4G

Tahun ini usiaku 30 tahun; sekitar 2 bulan lagi lah tepatnya…. Ehm! Sedikit cemas, bercampur perasaan yang ga jelas di dalam diriku. Jika aku hidup hanya sampai 60 tahun, itu artinya aku sudah menjalani setengah dari hidupku. Aku ngapain saja ya selama 30 tahun ini? 😀

Terkadang nasib kuliah S2 4 tahun masih menghantui diriku. Disisi lain aku malah mensyukurinya. Hari-hari selama 4 tahun di Jogja yang tak mungkin akan kuulangi lagi. Pertemuan dan berguru dengan orang-orang yang sangat menginspirasiku. Lagipula aku selalu yakin kehidupanku di Jogja yang seperti itulah yang mendorongku dan membuatku bertahan hidup di Jakarta sejak pertengahan tahun 2014.

Bila kuumpamakan kehidupan di Jogja seperti handphone lemot dengan jaringan 3G nya, kehidupan awal-awal di Jakarta sebagai 3.5G, maka sekarang di tahun ini aku harus bergerak lebih cepat secepat jaringan 4G LTE. Lima kali lipat dibandingkan kecepatan 3G.

3g-vs-4g-internet-speed-comparison

5g-speedometer-logo

Aku tak bermaksud membuat ulasan perbedaan 3G dan 4G di sini, hanya mengambil perumpamaan sederhana saja. Salah satu cara mencapai kecepatan 4G ini adalah dengan tetap menulis. Tidak tau apa hubungannya, namun dengan menulis seperti saat ini aku merasa lepas. Bebanku berkurang. Mungkin ada baiknya jika tiap hari aku melepaskan beban dengan menulis, menulis, dan menulis. Harusnya jika beban harian dilepaskan setiap hari, esok pagi hari berikutnya kita bisa berlari dengan lebih kencang.

AndroMax M25

Tulisanku ini sama ga jelasnya dengan diriku yang sekarang. Ehm! Tahun ini harus menjadi tahun menulis buatku! Menulis jurnal apalagi! Ngomong-ngomong tentang 4G ini, aku berniat mengganti kartu simpatiku ke 4G juga, selain tadi baru kubeli MiFi Andromax M25 dari sepupuku yang membuka toko handphone di PTC Palembang. Ini modem yang harganya pas dikantongku. Bold kemahalan, lagian di Palembang Bold belum masuk.

Aku akan bekerja lebih giat lagi jika sudah ditunjang oleh bentukan fisik MiFi 4G LTE seperti ini. Ngomong-ngomong, di awal bulan ini aku baru menerima project pertama setelah sekian tahun ga ngapa-ngapain: sebuah website company profile. Ganbatte, Maya!

Menanglah dalam upaya-upayamu!

Saya merasa beberapa hari ini tidak tenang. Pasalnya, sore di Sabtu lalu saya membonceng teman saya, dan saya ditabrak oleh motor yang barang bawaannya berlebih, melebar di kiri-kanannya. Motor itu menabrak dari sisi kanan saya. Alhasil saya berusaha mengendalikan motor sehingga saya dan motor tidak jatuh, namun teman yang saya bonceng jatuh terguling. Kepalanya ada terbentur di aspal. Terbentur sedikit katanya. Ketika terbentur, dia sempat pusing lalu pusingnya hilang sampai pagi tadi. Siang ini lantas dia ke dokter, dan tidak bisa rontgen karena alat rontgennya rusak. Ya begitulah…

Penabrak nasibnya bagaimana? Dia hanya duduk di atas motornya, melihat ke belakang, melihat saya, motor dan teman saya, tanpa turun dari motornya. Lagaknya seperti sedang menunggu temannya datang dari belakang. Saya bilang ke dia silahkan pergi, tanpa meminta apapun. Ahhhh baiknya saya, atau gobl*k? Entahlah, kejadian itu berlangsung sekejap. Semoga teman saya tidak apa-apa. Hanya itu saja yang ada dalam benak saya. Ga. Sebenarnya ga itu saja. Saya khawatir minta ampun sampai berpikir yang tidak-tidak -_- husss…pergilah jauh-jauh pikiran jelek ini. Saya merasa sangat-sangat bersalah. Jika waktu bisa diputar, saya mau menggantikan dia dalam sakitnya.

Saya juga sedang backpain. Saya tidak tau penyebabnya apa, karena saya merasa tidak terkena apapun ketika insiden motor tersebut. Badan yang sakit hanya di sisi kiri belakang saya. Apa mungkin ini akibat karena saya menahan motor saya ya? Ehm…

Selain persoalan itu, di kantor pekerjaan saya juga sangat menumpuk, harus mengerjakan a, b, c,… Terkadang berpikir juga untuk fokus A saja dan meninggalkan B, C, D,… tapi belum bisa. Sepertinya dari dulu memang ga pernah bisa -_-

Memang selama bulan ini rasanya sudah sangat mengeluarkan energi. Seperti menguras energi habis-habisan…. Namun saya sangat puas dengan hasilnya 🙂

Hidup harus terus berlanjut, dan saya sekali lagi, harus terus menantang diri dengan tidak kalah pada kesulitan. Continue reading “Menanglah dalam upaya-upayamu!”

200DC-2 D5 | Berdoa Hingga Tuntas

Hari ini bimbingan harian Ikeda Sensei yang dibundel dalam “Mentari Hati” berbunyi:

Ada banyak elemen yang terlibat hingga sebuah doa bisa terkabul, namun yang penting adalah teruslah berdoa sampai doa Anda terkabul. Dengan terus berdoa, Anda akan memancarkan kejujuran yang gigih dari diri sendiri, dan mulai menggerakkan hidup ke arah yang positif dengan usaha yang sungguh-sungguh dan terus-menerus. Bahkan jika doa Anda tidak segera menghasilkan hasil yang konkrit sekalipun, pada suatu saat doa Anda yang terus-menerus akan terwujud dalam bentuk yang lebih hebat daripada yang pernah Anda harapkan.

Kutipan tersebut hari ini saya baca di group BBM Shibu Jogja, dan tadi malam ketika pertemuan daimoku GM Shibu Kebun Jeruk kembali saya bacakan. Seorang pemudi berbagi pengalamannya tentang hal ini, dan satu per satu generasi muda pasti pernah merasakan hal yang sama.

Saya juga memiliki satu doa tentang pekerjaan saya. Saya ingin setiap mahasiswa angkatan pertama di Universitas Trilogi bangga pada kampusnya, karena tadi siang saya baru saja mendengar cerita dari seorang mahasiswa.

Mahasiswa jurusan X ini sedang galau karena label angkatan pertama yang ada pada dirinya. Saya juga pernah berada di posisi yang sama dengannya. Sekarang saya bisa tersenyum bangga pada almamater saya yang sudah menjadi Universitas. Dulunya masih bernama Sekolah Tinggi Teknik Musi; sekarang menjadi Universitas Katolik Musi Charitas. Saya juga tersenyum bangga karena sekarang jurusan saya akan segera menerima mahasiswa angkatan ke-11.

Semuanya selalu dimulai dari SATU. Tidak boleh NOL, karena apapun yang dikalikan dengan NOL hasilnya akan tetap NOL. Harus ada yang pertama, baru yang kedua, ketiga, dst akan mengikuti. SATU adalah ibu dari sepuluh ribu.

TrilogiGedung Rektorat Universitas Trilogi

Dua-duanya – almamater dan kampus tempat saya bekerja adalah hasil dari doa saya. Doa-doa saya yang mempertemukan saya dengan kedua kampus tersebut. Maka, sekarang adalah saatnya menuntaskan doa saya, yaitu dengan berjuang total di tempat saya bekerja – memikirkan bagaimana kampus ini menjadi layak dibanggakan oleh para mahasiswa angkatan pertama. Bravo!

200DC-2 D1 | Hidup Sehat di Jakarta

Menuju hari ke-200 dari hari ini, maka saya harus mulai hidup sehat (lagi). Beberapa target yang akan dicapai adalah yang berkaitan dengan pekerjaan, keluarga, kerohanian dan kehidupan pribadi.

Pertama. Tidur tepat waktu. Jam 12 malam harus tidur dan harus bangun pagi. Belajar dan berdaimoku di pagi hari lebih bagus dibandingkan memaksakan diri di malam hari ketika seharusnya tubuh beristirahat optimal.

Tidur Tepat Waktu

Kedua. Perbanyak makan sayur, buah dan ikan. Buah dengan kualitas baik bisa terpenuhi di kampus saya karena adanya Fakultas Bio-industri yang selalu produksi makanan-makanan sehat; salah satunya juga karena ada rekan kerja yang babenya (Pak Gun) pemilik Sabila Farm-kebun buah naga di kawasan Kaliurang-Yogyakarta; terkadang saya juga membeli buah pepaya hasil tanaman rekan-rekan di bio-industri.

buah naga dari Sabila Farm
Continue reading “200DC-2 D1 | Hidup Sehat di Jakarta”

Belajar, Berlatih dan Berjuang

Beberapa hari terakhir ini, otak memang penuh. Ada kekhawatiran sedikit juga, mungkin semacam kegalauan. Alangkah banyaknya yang harus dikerjakan, tapi jangan mengeluh, Maya ^^ Jangan berpikir banyak, melangkahlah terus…

Hingga awal Mei ada 3 agenda:

  • belajar (untuk UTS 3 mata kuliah dan sidang akhir tesis) (UGM),
  • berlatih (lari 2,4 km dalam 12 menit, renang 25 meter, push up, sit up, pull up, dll…)(Wanadri, YABI)
  • berjuang (untuk persiapan bunkasai)(Soka Gakkai Indonesia).

Tiga hal itu adalah tiga hal yang sangat penting dalam hidupku. Ketika belajar, aku ingin mengasah otakku untuk bisa berpikir, beranalogi, berlogika, mengasah semua hal yang berkaitan dengan IQ. Orang-orang bilang antara IQ, EQ, dan SQ haruslah seimbang. Poin kedua untuk mengasah EQ. Kugunakan medan alam sebagai pusat latihan. Melatih mental, fisik, mengasah empati, solider, tanggung jawab. Terakhir adalah yang terpenting di atas segalanya karena itu yang merupakan fondasi dan pusat hidupku. Itu kunamakan filosofi hidup – Buddhisme yang dikemas dalam sebuah komunitas para boddhisatva muncul dari bumi bernama Soka Gakkai.

CIMG6774

Berjuanglah terus, Maya! Bergeraklah sebelum membatu. Lakukan apa yang harus dilakukan dan tuntaskan tanggung jawabmu dalam kehidupan kali ini. Nammyohorengekyo.