Ranca Upas,…. sebentar lagi aku akan datang…!

Sedikit kutipan dari inbox message Facebook ku untuk menggambarkan kegiatan Jambore Jejak Petualang hari Sabtu-Minggu nanti :

“NOL DERAJAT” DI JAMBORE PETUALANG INDONESIA

JAMBORE PETUALANG INDONESIA
Ranca Upas, Bandung Selatan, 8 – 9 Agustus 2009
http://jambore.jejakpetualang.org

Salam Petualang Indonesia
Segenap panitia menghaturkan terima kasih buat temen temen yang sudah menyelesaikan pendaftaran peserta Jambore Petualang Indonesia melalui proses administrasi yang cukup panjang dan melelahkan kemarin… kami tunggu teman teman di Ranca Upas… πŸ™‚

So… Apakah sekarang Pendaftaran JPI udah ditutup ?
Belum kok.. Jangan kuatir… Pendaftaran peserta JPI masih dibuka..
Kapling tapak kemah kita tersisa sekitar 50 titik lagi yang masih kosong nih…

Pendaftaran langsung di toko toko outdoor mitra JPI akan kami tutup tanggal 5 Agustus, jadi langsung aja menuju ke http://jambore.jejakpetualang.org aja….

Buat yang udah kirim formulir tapi belum menyelesaikan pembayaran harap segera transfer fee kalian ke rekening panitia yang sudah ditetapkan….

Buat yang udah transfer dan udah melakukan konfirmasi, jangan khawatir… itu sudah pasti masuk database kita kok. Simpan aja struk/bukti transfernya dan bawa saat daftar ulang di hari pelaksanaan. Data base kita akan membantu mengarahkan kapling mana jatah temen temen tinggal di Ranca Upas nantinya.. πŸ™‚

dan.. buat temen temen yang akan melakukan pendaftaran langsung di lokasi, harap tetap mengirimkan data peserta terlebih dahulu ke email info@jejakpetualang.org atau melalui sms ke 0813 8020 8334 agar kita punya data rekap awal…. ditunggu ya.. πŸ™‚

“Nol Derajat !”
Pengen merasakan serunya sensasi alam yang mendekati suhu “Nol derajat” ?

Bumi perkemahan Ranca Upas yang dulunya berupa rawa (ranca) adalah kawasan Perhutani di ketinggian sekitar 1740 mdpl. Suhu bisa sangat dingin dan bahkan bisa tembus dibawah Nol Derajat dipagi hari, berangin dan berkabut tebal di saat saat tertentu. Jangan kaget kalau nemuin bunga es muncul di atap tenda dome kita ntar…

seru kan ? bakal jadi pengalaman yang mengasyikkan kalau kita udah siap berkawan dengan dingin dari sekarang… πŸ™‚ So… selain peralatan perkemahan yang memadai, properti standard pribadi yang kudu temen temen siapin antara lain :

1. Pakaian ganti
2. Jaket tebal dan hangat
3. Balaklava/tutup telinga
4. Sleeping Bag
5. Matras dan alas tidur
6. Kaos kaki tebal
7. Sarung tangan tebal
8. Lipgloss
9. Sunblok
10. Obat obatan khusus (jika ada)
11. Serta peralatan pribadi lain….

Murah !
Cuman bayar 300ribu per tim (3 orang/tim), dapet T- Shirt keren dari EIGER, gelang, id card, welcome drink saat daftar ulang, bibit pohon dan souvenir tambahan lain dari sponsor plus juga kesempatan dapetin ratusan doorprice dan hadiah fun games tersedia di depan mata… πŸ™‚

Full Doorprice !!….
Ratusan doorprice dari sponsor dan mitra jambore akan bertaburan untuk para peserta dan partisipan….sebut saja.. Helm sepeda, helm motor, T Shirt, tas, jaket, blocknote, stiker, pin, botol minum, gantungan kunci, daypack, gelas mug, kartu perdana, sandal gunung, dan bahkan ada handphone plus kamera digital akan jadi “rebutan” kalian yang aktif dan berusaha keras menunjukkan kehebohan petualangnya…. πŸ™‚

Ada gelaran fun games peringatan 17 Agustus an juga ntar lho……
Fun games yang bernuansa ala kampung ini bakal memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI di JPI hari kedua….
and tau kah Anda ? semua hadiah lomba di fun games akan di support penuh dari EIGER ADVENTURE yang so pasti keren habis… fun games terbuka buat semua partisipan dan narasumber tuh…

Heboh dan Seru kan ? gak akan rugi ikut JPI pokoknya …. πŸ™‚
yang rugi yaaa… yang gak pada ikutan… – seneng bikin iri lagi hehehe… πŸ˜€

by the way……
“Mengembangkan Jiwa petualang yang bersemangat konservasi” adalah misi utama pelaksanaan Jambore Petualang kali ini…

Selain penghijauan 1000 pohon yang didampingi para Duta OMOT – One Man One Tree – atas suport dari Dephut RI, di area Ranca Upas besok JPI juga menggelar aktifitas kampanye bersama WWF untuk “menghijaukan pepohonan”dan “membirukan lautan” Indonesia dalam bentuk pembubuhan cap jempol kanan dan cap jempol kiri di Panel “Monumen Tanah Airku”.

Panel ini akan digelar dalam kawasan Global Development Village Jambore Petualang Indonesia yang bernuansa konservasi… tentang Monumen tanah Airku, ada artikel singkat yang bisa di klik di sini..

Gak hanya itu, kita juga memberikan kesempatan buat para peserta JPI untuk aksi mendukung program pelestarian alamnya WWF dengan donasi Rp 5.000,00 per orang secara sukarela yang dalam bentuk pembelian stiker panda besar – WWF. Siapin juga uang donasinya ya.. πŸ™‚

Untuk berlaku konservasi, Panitia JPI berniat mengurangi penggunaan plastik selama pelaksanaan kegiatan…. Setidaknya, kantong plastik yang biasa kita pake packing dan wadah barang barang selama berpetualang akan kita kurangi jumlahnya buat mendukung kampanye “Petualang TANPA Plastik” nya JPI…
Para peserta mau ikutan nyoba ? Monggo… πŸ™‚

Jangan lupa !
Siapin spidol, kaos oblong dan kamera kalian ya….

Siap siap tuk berburu tanda tangan dan foto bareng artis petualang cause para Duta OMOT yang keren keren, Syifa Kumala, Ulung Putri, Septi dan Riyanni Djangkaru akan menemani kita ber jambore besok…. gak ketinggalan juga para tokoh senior petualang yang super sibuk bisa meluangkan waktu untuk hadir menularkan semangat mereka…

Dan satu tim Program Jejak Petualang akan meliput JPI untuk keperluan episode tayangan reguler … beberapa stasiun TV Swasta juga udah konfirm hadir buat menayangkan aktifitas para peserta selama di JPI dalam program beritanya… kalangan pers media cetak, online dan radio pun akan meliput sepak terjang temen temen di JPI…
heboh kan ? πŸ˜€

Satu lagi.. Insya Allah, jika tidak ada halangan pada Tanggal 4 Agustus Panitia JPI akan mengadakan Pers Konference yang difasilitasi Departemen Kehutanan RI. Nantikan berita – berita terbaru dari Panitia menjelang pelaksanaan kegiatan di TV, Radio dan majalah, tabloid, koran serta media online kesayangan kalian… πŸ™‚

sebelum JPI dimulai, ada yang mau beli oleh oleh ?
Merchandising JPI juga udah bisa dipesan dari sekarang tuh…..
Pesan sekarang, kuatir kehabisan ntar…. tapi kalau pun udah habis jangan kuatir juga, kita bisa terima orderan lagi.. tapi dikirim setelah jambore kelar ya..

Katalog Merchandise JPI bisa dilihat langsung di http://jambore.jejakpetualang.org/index.php/jambore/katalog-mechandise-1.html

Kepada semua pihak….
Panitia menyampaikan permohonan maaf sebesarnya jika ada khilaf dalam mempublikasi ulang materi tentang JPI ini di beragam jaringan komunitas on line secara simultan… Panitia juga menghaturkan terima kasih kepada semua pihak atas perhatian dan perkenannya mendukung pelaksanaan JPI 2009 ini…

Mohon doa dan restu, semoga gelaran event petualang tahun ini dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Amin….

Sampai Jumpa di Ranca Upas kawan…

Salam Petualang Indonesia..
Panitia Jambore Petualang Indonesia

Rock climbing, nasib sang anjing

Satu hari ini, banyak sekali peristiwa yang terjadi.
Pagi-pagi aku mengikuti POMDA (Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah),
untuk Panjat Tebing, kelas ganda campuran di HBB Poltek Unsri.
.KALAH.
Tapi, setidaknya ada pengalaman, hehehe pengalaman malu :p
Untuk benar-benar menggeluti olahraga ini,
latihan fisiknya cukup berat.
Baru latihan beberapa kali saja, telapak tangan dan jari-jari sudah kapalan dan luka,
kaki pun begitu. Ahhh, sepertinya aku tak berminat untuk olahraga ini.
Harus butuh waktu ekstra!
Dan sekarang bukan saatnya lagi bagi diriku untuk bermain panjat-panjatan πŸ™‚
Don’t go half way!
Ya, daripada setengah-setengah, lebih baik dari awal tak usah terlalu fokus ke sana.
Ini fotonya, baru melewati 2 papan, sudah terjatuh 😦


Lumayan…. –lumayan malu-maluin ha3–

 

Sadar wajah hancur, jadi cukup bayangan saja πŸ™‚

Lantas, tiba-tiba ada orang Bangka yang mau membeli nomor simpatiku.
Nomor kami sama persis, namun dia pakai AS (+62852), sedangkan aku (+62813).
Sebenarnya, kalau HP-ku tidak hilang siang tadi, mungkin sudah kujual nomorku.
Orang itu mengoleksi nomor yang sama.
Jadi, aku pikir harga tidak terlalu menjadi masalah baginya.
Maklum, aku lagi butuh duit. he3 πŸ™‚
Ya,… nasi sudah menjadi bubur :p

Sepulang dari POMDA,
aku naik oplet jurusan Bukit-Ampera. Lantas berjalan kaki dari BKB (Benteng Kuto Besak) ke rumah. Setelah hampir sampai, baru kusadari bahwa HP-ku tak ada di dalam tas lagi.
Salahku juga, terlalu teledor.
Sudah tau bahwa jalanan ramai, tetapi tidak berhati-hati.
Ini adalah kehilangan ketiga yang kualami sejak SMP.
Kehilangan pertama, sewaktu pindah rumah.
Kedua, di bioskop.
Dan yang ketiga, tak jelas (antara oplet dan jalanan).

Langsung saja, setelah itu aku mem-blokir dan meminta nomor yang baru di Telkomsel Center (apalah namanya…). Syukurlah, bahwa ternyata, aku masih bisa menggunakan nomor yang lama, yang telah kupakai sejak kelas 2 SMA.

Sewaktu hendak pulang ke rumah,
ada seekor anjing yang sekarat di depan rumah.
Jahat benar orang yang telah membuangnya.
Benar-benar tak berperasaan.
Padahal, anjing juga memiliki jiwa, sama seperti manusia.
Tak tau mengapa ada orang yang tega-teganya meracuni anjing.
Jadi, anjing itu keracunan. Beritanya masih belum jelas, namun apapun itu, aku tetap merasa ‘terenyuh’ melihat dia. Benar-benar sakit hatiku kalau melihat kondisi dia.

Namun, apa daya, aku tak bisa membawanya pulang.
Tidak diizinkan oleh orang tua.
Alasannya masuk akal, dan aku bisa mengerti.
Hal yang paling menyakitkan, adalah ketika diriku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong anjing itu, kecuali memberi sedikit makan (karena dia tak nafsu makan), memindahkannya ke tempat aman dan mengirim daimoku.
Kami sekeluarga benar-benar merasa tak berdaya!
Kami sekeluarga adalah pecinta binatang, terutama anjing,
sampai-sampai papaku pernah berandai-andai membuat tempat penampungan anjing-anjing

terlantar. Ada blog yang menarik dari temanku, Rony Zakaria, tentang On Assignment : Pets, Men Best Friend ?
Aku benar-benar terharu sewaktu membacanya, mungkin Anda juga 😐
Aku berdoa, kalaupun dia harus mati, jangan dibuat menderita dahulu.
“Karmanya memang seperti itu”, ujar papaku.
Semoga kita kembali berjodoh ya, jing πŸ™‚
Maafkan aku… hikz…hikzzzz…hikzzzzzzzzzzzz

 


Papaku tak setuju melihat foto diatas,
katanya: melihatΒ diaΒ yang tergeletak tak berdaya itu
hanya menambah rasa bersalah kita saja

—MOLLY—
Kau tak pernah kedinginan,
Kau tak pernah kelaparan,
Kau tak pernah ketakutan,
Kau tak pernah bersedih,

Segala yang kau mau, kami berikan,
Segala kesalahan yang kau buat, kami maafkan,

Di kala kau tak nafsu makan, kami sedih,
Di kala kau datang bulan, kami merasa bersalah,

Bersalah karena tak mengawinkanmu,
Bersalah karena tak memberi jalan menyalurkan nafsu birahimu.
Demi ego semata,
agar bulumu tak rontok,
agar kau tetap cantik, meski telah sewindu kau hidup,

Molly,
kau adalah teman hidup kami…
kau adalah satpam keluarga kami…
kau adalah bagian dari keluarg kami…

di saat rumah kosong, kau yang menjaganya,
di saat motor di depan pagar, kau yang menjaganya,
di kala pengemis gagah meminta sedekah, kau meng-gong-gong-nya,
di kala asuransi, MLM, penawaran jual-beli barang lainnya, kau meng-gong-gong-nya,
orang-orang lancang itu pun tak berani melewati pagar rumah kita πŸ™‚

Kau bayangkan saja, Mol.
Ada saudaramu sesama Anjing,
namun nasib kalian berdua
jauh berbeda… jauh berbeda… jauh berbeda.

Maka, berbahagialah kau dan kami yang telah menjadi satu keluarga,
sampai akhir hayat hidup kita.

Buku Vaksin Molly

catatan perkenalan pertama dengan Molly, si Anjing Budukan

 


Foto terbaru Molly, diambil hari ini

PS: Molly dulunya juga menyedihkan sewaktu berumur 2 bulan, namun akhirnya terselamatkan berkat tangan ajaib papaku. Bayangkan saja, dokter hewan yang kami temui saja sudah putus asa. Papaku pecinta musik, hewan dan bunga. Pernah aku membawa bunga (sudah lupa jenisnya) dari Curup-Sindang Jati dan ternyata masih bisa hidup sesampainya aku di Palembang, berkat perawatan papaku. he3 jadi sombong akunya πŸ˜€ bokap sendiri, kalau bukan anaknya yang banggain siapa lagi dong? hahahaha

Ehmmm, masih banyak lagi yang mau ditulis di sini, namun aku harus beristirahat sekarang, menyongsong hari esok yang lebih baik. Good Night, friends!

Pilkada, chanting for love

Terima kasih, Gohonzon!
Akhirnya Ibu Vero membalas juga emailku…
ahhh lega…lega…
Beliau mengatakan bahwa Bab I skripsiku secara substansi sudah oke.
Bab II ada teori yang perlu dirincikan.
Sekarang, baru mau mulai buat analisis sistem.
Kebiasaanku adalah membuat prototipe program dahulu baru dianalisis,
malahan kadang kala sudah buat sampai spesifikasi file, baru kembali lagi ke analisis.
hahaha… sebenarnya tidak boleh begitu. Tapi, ya… namanya saja kebiasaan πŸ™‚

—ROCK CLIMBING—
Tadi pagi, sehabis nyoblos calon walikota (PILKADA) di TPS depan lorong rumah, aku langsung berangkat ke Kampus IAIN buat numpang latihan Panjat Tebing. Wuihhh…. bisa-bisa ‘kapalan’ nih telapak tangan beserta kelima jarinya. Untungnya, sampai sekarang badan belum terasa pegal-pegal, hanya merasa tak bertenaga saja tanganku. Mungkin karena pemanasan dan peregangan yang tadi dilakukan sudah cukup banyak. Sebenarnya, aku tak begitu tertarik dengan olahraga ini. Tapi, ya… itung-itung menambah pengalaman, lagipula badan kan jadi lebih sehat πŸ™‚

—CHANTING FOR LOVE—
Di bawah ini adalah video dari “Knoxville Chapter Youth Division”, tentang chanting for love. Ada-ada saja ya, ide kreatifnya mereka πŸ™‚

 

—PILKADA—
Hasil perhitungan suara pemilihan walikota di kampungku, adalah:
No. 1 = 14
No. 2 = 84
No. 3 = 233
No. 4 = 26
Pasangan HERO (H. Eddy+ROnny)ku menang πŸ™‚ Selamat ya, pak Wali.

keteranganNomor urut 1 : M. Yansuri & Hj. Sunnah
Nomor urut 2 : Sarimuda & Iqbal Romzi
Nomor urut 3 : Ir. H. Eddy Santana Putra, MT. & H. Romi Herton SH., MH.
Nomor urut 4 : Asmawati & Rizal

Aku tak begitu mengerti dan berminat tentang ilmu politik. Jadi, aku tak akan membahasnya di blog ini, kecuali suatu saat nanti aku berubah hati (bukan berubah pikiran) πŸ™‚

Rapat, mading, dompet

Hari yang indah dan penuh kesibukan πŸ™‚
Kadang kubertanya dalam hati,
apa semua kesibukan itu benar-benar berguna untuk perkembangan hidupku?
Teman2ku menganggapku adalah tipe orang yang susah menolak jika dimintai tolong.
Sepertinya, benar!
Tulus atau pun tak tulus!
Pasti kutolong!
hehehe, tenang saja! Kebanyakan tulus koq πŸ™‚
Hal inilah yang mengakibatkanku seringkali kerja bakti di sana-sini.

Sudah umur 22 tahun, mau jadi apa aku ke depannya nanti?
ke depan? umur segitu saja sudah jauh ke depan,
depan yang mana lagi?

Mengawali pagi hari dengan kuliah TPMI (Teori Pranata Masyarakat Inggris) dan SPM (Sejarah Peradaban Modern) hingga pukul 11.30, lalu pulang untuk makan siang.
Jam 13.00 Rapat Mapala di STBA, namun sebelumnya ke STT Musi dahulu.
Ternyata mb Narni lupa mematikan rice cooker nya…
wah…wah..wah. untung saja tak terjadi apa-apa.
Aku jadi ikut deg-degan pula,
apalagi kemarin si Tata pakai acara menghilang pula,
padahal aku sudah berpikir yang negatif-negatif tentang Tata,
ehh… ternyata bokapnya salah baca sms.

Setelah mengantarnya kembali ke Musi,
aku langsung mengikuti rapat di STBA dengan membolos rapat persiapan Outbound KMBP.
Toh akhirnya aku juga bertanya agenda rapat yang telah dibahas πŸ™‚

Selanjutnya, pukul 14.30, kembali ke STT, bersama dengan adik2 tingkat membuat Mading ‘Musi English Club’ dengan tema ‘Success People’.
Sudah dikerjakan hingga pukul 16.30,
masih belum selesai 😦

—Rapat Mapala Flam’s-NL—
Seperti biasa, kampus sunyi…
yang tertinggal hanyalah anak2 Mapala.
Agenda rapat bulanan:
1. No Anggota Penuh Angkatan ke-12
2. Resufle susunan kepengurusan
3. Peralatan
4. Kas

Gile,…
Akhirnya baru dapat nomor anggota, setelah sekian lama…
Nomorku: FL.A12.07.08.062.86
Terima kasih πŸ™‚
Sekarang sudah lengkap, syal dan nomor anggota.
Yang kurang, baju lapangan doang πŸ™‚


syal Flam’s-NL

Untuk agenda ke-2,
karena sudah menjadi anggota penuh,
aku pun berkenan untuk menggantikan Mbak Wulan,
sebagai Ketua Biro Humas karena beliau baru saja wisuda πŸ™‚

—Buat Mading—

ehm… sudah bela-belain kuliah Sastra Inggris,..
tapi masih pas-pasan kemampuannya hahaha :p
Setidaknya, ada kemajuanlah,
meskipun lambat.. ‘beguyur’
Beguyur artinya terus maju setahap demi setahap, tanpa berhenti, seperti air yang mengalir.

Sepulang dari Sodaikai,
aku ke Gramedia,
lihat-lihat doang, siapa tau ada buku yang bagus.
Ya… bukan mau dibeli, tapi dicatat di HP judul atau nama pengarangnya,
trus tanya dengan Om Google,
siapa tau bisa diberikannya cuma-cuma, kan lumayan…

Lalu, sekilas mataku tertuju ke dompet diskon 50%
hahaha kebetulan memang mau beli dompet,
jadi kubeli saja satu, Rp. 16.000,- doang.


Dompet baru

Lumayan kan?

Pomda

Terima kasih Gohonzon,
karena presentasi makalahku berjalan lancar,
meskipun tak terlampau banyak yang kuketahui tentang G8.

Terima kasih karena Bp. Robinson,
dosen bahasa indonesia-ku tak datang,
sehingga bisa latihan panjat tebing di Stisipol Candradimuka.
Padahal, seharusnya rugi dong πŸ™‚
Seirama dengan yang disampaikan oleh Bp. Ali setiap kali
kuliah Reading Comprehension,
bahwa seharusnya mahasiswa merasa dirugikan!

Rencananya, aku akan turun di POMDA untuk panjat tebing ganda campuran.
Namun, sejujurnya, fisikku, terutama kekuatan tangan tak sekuat yang
diperlukan untuk memenangkan lomba.
Ya, aku memang selalu menghindari kompetisi.
Apa ini yang namanya kalah sebelum berperang?

Terima kasih atas hari ini,
terima kasih karena seusai kuliah,
aku bisa tetap bertukar pikiran dengan Bp. Ali, selama 30 menit.
Setiap kali kami berdialog,
aku selalu mendapatkan masukan2 yang sangat berharga.
Terima kasih, Bp. Ali.

Target esok hari,
adalah harus bimbingan Bab I dengan Pak Hendra.
Harus tercapai!
Skripsiku adalah prioritas utama!

Besok pun, Yang Arya Bikhu Watanabe dan Bp. Pontoh datang ke Palembang.
Dan aku sudah berencana untuk izin kuliah jam pertama untukΒ bisa mengikuti pertemuannya πŸ™‚

Mapala Flam’s-NL



Niatku terpenuhi di Flam’s-NL, 6 bulan lalu!


Para Penggila Gunung

Tanda tanya besar perihal lagu “Pecinta Alam [Filetype:mp3]” pun terjawab.
Di masa-masa penggalang, aku hanya mengetahui dua baris syairnya:

Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Pendaki gunung, sahabat alam sejati
Jaketmu penuh warna, lambang kegagahan…

Namun kini, kumampu berdendang sembari memetik gitar.
Namun aku masih belum mampu mencari nadanya di harmonika!

Ku-setel sepanjang penyelesaian Kerja Praktek di bulan Januari,
karena kuingin mengingat semangat sang pendaki dalam menggapai puncak tertinggi!
Tak tergambarkan perasaan dan kepuasan batin yang didapat ketika kau dapat mengibarkan benderamu di atas sana!

Dari pendakian, aku belajar satu hal penting.
Pentingnya misi dan tujuan!
Ketika kau telah memiliki itu, kau akan memiliki semangat dua kali lipat!
Semua halangan akan kau hadapi tanpa rasa takut, demi memenuhi misimu!

Tinggal satu langkah lagi untuk menjadi anggota!
Kesibukan tugas akhir pun menyita banyak waktuku untuk mendapatkan nomor anggota.
Tapi akhirnya, dapat kuselesaikan makalah dengan judul “Pemanasan Global” dalam waktu 5 jam.

Comot sana – comot sini, karena waktu terlampau mepet!

Salahku sendiri tak pandai mengatur waktu!

Inilah kiranya hasil pemikiran orang-orang yang telah kurangkum,
yang hari ini akan kupresentasikan di hadapan para senior dalam sidang pengambilan nomor! Terbanyak kuambil dari wikipedia.

Silahkan diunduh: Makalah: Pemanasan Global.