Kucing dan Laki-lakinya

Jemarinya bergerak lincah di atas keyboard, telinga mendengarkan lagu yang entah apa judulnya, dan pikirannya sedang melayang. Matanya nampak hendak teteskan butiran air karena rasa rindu yang mendalam terhadap kucing-kucingnya… Ia pernah, dan bahkan seringkali bercerita padaku kelucuan-kelucuan 2 kucingnya – si Melos dan si Kunyik – yang ia tinggalkan begitu saja di Jogja – […]

Seli ke dokter lagi…

Kemarin malam (4 Feb) aku periksakan kembali si Seli ke drh. Lili. Suntikan 0bat-entah-apa ke Seli pun diberikan 2x. Pileknya tak kunjung sembuh, dan kumisnya masih sering patah. Kucing sehat kumisnya panjang 😀 Drh. Lili juga memeriksa sample kotoran Seli, dan Wah! ternyata masih ditemukan telor cacing pita. Alhasil, selain diberikan Spiradan untuk mengobati pileknya, […]

Masih Membersamai Kunyik. Eits, Seli!

Tepat satu bulan sudah saya merawat Kunyik. Namanya pun sudah berganti menjadi Selinuntia. Selinuntia berasal dari nama Selinuntius – sahabat sejati Melos dalam cerita Run, Melos! …dan panggilannya adalah Seli. Nama mencerminkan karakter, katanya. Sudah pernah kuusir ia dari kamar, namun ia merengek masuk dan saya menjadi luluh lagi. Sekarang saya hanya membangun ichinen terus-menerus […]

Membuang atau Merawat si Kunyik?

Oh, sungguh terkadang aku benci kepada aku. Ini adalah hari ke-8 si Kunyik bersamaku (sejak 11/12) dan ia belum juga sembuh. Selama itu pula aku tidak tidur nyenyak. Kemarin ia coba tak kukandangi, alhasil ia membuang kotoran beberapa kali di atas tempat tidur. Kurasa, ia sering tak sadar ketika melakukannya. Buktinya ia tetap saja tidur […]

Si Kunyik dan Cacing-cacing

Hujan ini, hujan yang paling kubenci. Lebat, berangin, petir terdengar. Melos terpaksa kubiarkan di luar kamar kos. Terakhir kulihat ia berteduh di bawah mobil Jazz seorang teman. Tidak mungkin ia masuk dan sekamar dengan si Kunyik – kucing sekarat yang kemarin pagi ujug-ujug datang menghampiri kos kami. Ia mengidap chlamydia dan cacingan parah. Dokter bilang, […]