Eagle kembali lagi ke kos…

Pagi-pagi tadi sebelum ngampus saya sudah berencana akan makan siang di kos karena sudah memasak nasi. Ternyata ketika jam 13.30 sesampainya di kos, ada Eagle yang sedang duduk di depan pintu kamar. Huff! Rindunya saya sama dia. Dia telah kembali dan mencari saya setelah seminggu sehari menghilang 🙂 Ternyata maknanya saya pulang di siang hari […]

Sebuah Batas Kecintaan pada Kucing

Aku mau menyambung kisah Eagle yang pernah kutuliskan setengah tahun lalu
Rasanya sangat gembira karena dia berhasil sembuh. Drh. Dudy bilang dia sudah boleh dibawa pulang. Daya hidupnya Eagle memang luar biasa. Jadi, dia ini sejak minggu ke-2 September sudah tinggal bersamaku. Drh. Dudy, terima kasih banyak yaaaaaa ^^

Ketika dibawa pulang, di lehernya masih ada luka yang belum kering, juga kondisi tubuhnya tidak fit. Dia pilek dan batuk parah. Di hari pertama itu juga kumandikan dia. Air bekas mandiin Eagle berwarna coklat. Dia betul-betul kotor 😀

Aku tidak tega melihat Eagle sakit, makanya bersama Erik, kubawa lagi dia ke dokter untuk disembuhkan flu dan batuknya di awal Oktober. Saat ini, Eagle sudah 90% sembuh; hanya saja lehernya yang ada di bagian bawah mulut masih terlihat bengkak sedikit. Entah karena apa… Continue reading “Sebuah Batas Kecintaan pada Kucing”

200DC-2 D7 | Seekor Kucing Bernama EAGLE

IMG_20150331_230621Namanya Eagle. Aku ingin ia bisa menatap angkasa tanpa rasa sakit di lehernya yang hampir terbelah. Siang tadi aku dan Erik menyempatkan diri melihat Eagle di Vet. Sudah 1 bulan lebih aku tak menjenguknya. Biasa kabar hanya ditanyakan via sms antara Erik dan Sang Dokter Hewan-nya saja. Sekarang bulunya sangat-sangat rontok hingga bisa kulihat kulitnya langsung. Ia tampak sedih dan tidak bersemangat. Aku bisa mengerti perasaan Eagle. Sangat bisa meski aku seorang manusia. Hanya dengan menatap mata kucing dan anjing saja, kita bisa merasakan perasaan mereka -_- Continue reading “200DC-2 D7 | Seekor Kucing Bernama EAGLE”