Sebuah Janji yang Tertunda

phd091912s

Inilah sebuah janjiku pada dosen pembimbing skripsi S1-ku, bahwa aku ingin menjadi dosen, dan nyatanya sekarang aku sudah; namun kau tau? Aku menjadi dosen yang menghabiskan energinya di kegiatan yang bukan menjadi fokus utamanya. Bukan kegiatan meneliti. Sedih jadinya -_- semacam terlibat di sekelompok dosen yang menamakan dirinya “struktural”. Ternyata aku tidak bisa senang berada di sana meski mendapatkan “tunjangan”.

Jika tidak ada Struktural, bagaimana mungkin sebuah kampus dapat dijalankan? Hanya saja aku yang semakin menyadari kebosanan berada di kegiatan manajemen kampus.

Secepatnya aku ingin kembali menjadi dosen peneliti. Ini semacam cita-cita agungku – tenggelam di dalam tumpukan paper hihihi ^^

Belajar dengan Menulis

Nampaknya aku sekarang memulai kembali ke fitrahku, sebagai dosen yang benar-benar berjuang mempersiapkan materi ajarnya dengan baik; dan di dalam prosesnya tersebut, ternyata aku masih sangat menyukai tulisan corat-coretku, baik untuk memahami materi ajar, maupun simulasi menulis di papan tulis nantinya.

Tak bisa kupungkiri bahwa power point belum tentu menggantikan semua media konvensional. Ada materi yang memang tidak dapat diajarkan hanya melalui ocehan lisan sambil klak dan klik, seperti kuliah ini: Strategi Algoritmik.

Jika kita menyenangi sesuatu, belajar sampai subuh juga tidak masalah bukan?

This slideshow requires JavaScript.

200DC-2 D2 | Pertama Kali Lakukan Ini

Nah, inilah hal yang pertama kali kulakukan dalam hidup: membonceng teman yang belum pernah dibonceng motor sekalipun selama 30 tahun hidupnya. Dia seorang teman baikku yang baru 🙂

Orangnya sangat menyenangkan, dan tambah riang gembiralah dia meski hanya dibonceng dalam jarak sekitar 100 meter. Hatiku pun sama. Riang gembira 🙂

Hari-hari selanjutnya kudu melakukan hal-hal baru lagi. Misalnya: mengikat tali sepatu di tengah jalan raya Jakarta yang padat. Itu hal yang sangat mungkin loh 😀