Target

Ehm, kira-kira begini target saya hingga akhir tahun: Menyelesaikan penelitian Simlitabmas sampai akhir Agustus Kompetisi gitar klasik tingkat intermediate (D’bianco Gitar Kompetisi IV) di akhir Juli Mengajukan Lektor 300 di bulan Oktober Fokus pake banget untuk bidang komputasi linguistik — kudu move on dari data mining ke topik penelitian yang lebih “sesuai”. ….terakhir maunya persiapan kuliah […]

Pagi Pertama Januari 2019

Dua minggu di akhir 2018, saya berturut-turut sampai di Kampus Trilogi sebelum jam semestinya, dan pulang juga setelah jam semestinya. Rasanya menyenangkan menjadi manusia pagi. Oleh karenanya, di tanggal pertama tahun yang sudah bertambah satu ini, saya ingin tetap mempertahankan kebiasaan tersebut. Membangun sebuah kebiasaan adalah hal yang sulit pada awalnya, namun menjadi gampang sesudahnya. […]

Kosong

Saya merasa kosong sejak awal tahun ini. Seperti kehilangan arah. Jika dilihat dari pekerjaan, keluarga, pertemanan, spiritualitas, kehidupan sehari-hari, semuanya bisa dikatakan baik-baik saja. Tidak ada masalah, tapi saya tetap merasa kosong. Tiga hari terakhir ini saya puasa dari media sosial. Saya matikan FB, IG, Line dan WA. Saya hanya tidur-tiduran saja. Kebetulan sedang haid […]

Kemenangan Pertengahan Tahun Ini

Orientasiku adalah output, namun tetap setia pada proses.
Kelemahan diri sendiri sangat banyak,
namun apapun yang terjadi harus selalu melangkah maju.

Tidak apa-apa lambat, asal tak melambat.

Dalam satu tahun, aku menandai perjuanganku dengan tanggal-tanggal tertentu.
Misalnya, 100 hari pertama dalam 1 tahun,
Menuju 3 Juli – Hari Guru dan Murid,
Menuju 18 November – Hari berdirinya Soka Gakkai,
dan terakhir adalah menuju awal tahun yang baru.

2017,
Di awal tahun targetku tercapai.
Publikasi 2 hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
di Konferensi Nasional.

Bukan Konferensi Nasional yang bagus banget,
tapi sudah cukup memenuhi targetku.
Saat itu bagiku adalah memecahkan angka NOL dulu.

Lalu aku berpikir lagi, apa yang ingin kucapai menuju 4 Juni – Hari Persaudaraan Kayo.
Yeah! Gakkai banget tanggal-tanggal yang kugunakan sebagai milestones.
Dan sebelum libur lebaran aku punya 3 doa besar, dan kemarin doa ku yang terakhir itu terjawab sudah.

Pertama,
KPR Rumah. Surprised! Dapat Rusunami (Rumah Susun Hak Milik) di Bandar Kemayoran. Hanya ada 1 kriteria ketika memilih rumah, selain dari kesanggupanku dalam membayar biaya bulanannya, yaitu: DEKAT dengan Kaikan.

Kedua,
Sertifikasi Dosen. Keren aja kalo udah serdos — seolah-olah sudah menjadi Dosen beneran.
Aku tak begitu suka dengan formalitas seperti ini, tapi segala sesuatu harus memiliki standard. Aku tak bisa lari dari kenyataan kecuali berjuang untuk lulus sertifikasi. Continue reading “Kemenangan Pertengahan Tahun Ini”

Ngikut Indonesia Android Kejar

Yeah! Diterima. Saya akan mengambil kelas Beginner. Pasti akan menyenangkan 😀 Gambar 1. Email dari Indonesia Android Kejar Gambar 2. Daftar kelas yang diikuti Saya sudah download Android Studio dan join Google+ nya juga. Sekarang tinggal mempelajari materi yang ada di Udacity sebelum mengikuti kelas tatap mukanya. Terima kasih,  Indonesia Android Kejar 😀 Gambar 3. E-learning dari […]

Pulau Bira

img_7823

img_7842

Your friends should motivate and inspire you. Your circle should be well rounded and supportive. Keep it tight. Quality over quantity, always. -Idil Ahmed

Kawan, terima kasih! Tanpa kalian mungkin aku masih akan trauma dengan yang namanya laut. Tanpa kalian, mungkin aku juga tak akan berani berenang bebas dan santai, menikmati keindahan bawah laut. Ternyata itulah gunanya kita berkawan. Kawan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, menghalau ketakutan dan memunculkan keberanian.

Tanggal 14 Agustus 2016, aku, Anabel dan Linda tiba-tiba merencanakan sebuah perjalanan. Ya sebuah perjalanan bersama yang sudah sangat lama dinanti-nantikan. Piknik! Pergi ke sebuah pulau. Hari itu juga ketika sedang makan siang bersama di Kamakura daerah PIK, Linda menawarkan sebuah ide ke Pulau Bira berikut dengan contact person guide-nya. Temannya Linda sudah pernah menggunakan jasa guide Pak Man ini, dan kami semua langsung setuju. Linda dan Anabel menelepon Pak Man yang menawarkan 2 alternatif menuju ke sana, yaitu via Ancol dan Muara Angke. Kami memilih Muara Angke. Total biaya Rp. 500.000,- include all. Kami hanya tinggal bawa diri saja.

Waktu yang kami sepakati adalah weekend pertama di bulan September, tanggal 3-4, dan setelah rayu sana rayu sini, yang tidak mau berangkat adalah Marissa. Ketakutan Marissa ternyata benar! Muara Angke memang horor! Sandal jepitku copot karena menginjak tanah yang sangat benyek dan bau. Sekarang aku mengerti, kawan-kawanku juga mengerti, mengapa Ahok ingin merelokasi wilayah pesisir laut utara Jakarta ini. Ada kesedihan ketika melewati Muara Angke. Anabel rasanya pun sangat bersedih karena melihat masyarakat yang berdesak-desakan masuk ke dalam sebuah kapal besar berkapasitas ratusan orang. Ada yang tujuannya pergi piknik seperti kami, namun juga banyak yang pulang ke rumahnya – ke Pulau Pramuka ataupun Pulau Harapan. Continue reading “Pulau Bira”

Kedisiplinan

Kita benar-benar tenggelam dalam informasi. Tinggal bisa tidaknya saja kita jadikan informasi ini sebagai pengetahuan yang bermanfaat bagi kita. Dan untuk mencapainya, salah satu sikap mental yang harus kita punyai adalah KEDISIPLINAN. Seperti ini contohnya – ada banyak kursus online yang tersedia. Kursus online ini menjadi bermanfaat jika kita pelajari, dan itu yang dinamakan sebagai pengetahuan. […]