Festival Kebudayaan SGI untuk Perdamaian

bunkasai_sgi
Sepuluh hari menuju……..

BATAM, 24 AGUSTUS 2013
Pukul: 19.30 – 21.30 WIB
Di: Grand Ballroom Swiss-belHotel Harbour Bay

Soka Gakkai Indonesia, organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang Pendidikan, Perdamaian dan Kebudayaan berlandaskan filosofi humanistis Buddhisme Nichiren Daishonin, sekali lagi mempersembahkan sebuah Festival Kebudayaan Perdamaian Internasional.

Empat belas kota dan tiga negara mengambil bagian. Salah satunya adalah para pemuda Indonesia dengan semangat satu hati yang akan menampilkan kumitaiso. Tentu saja penampilan mereka akan lebih heboh daripada Festival Kebudayaan tahun lalu, seperti video berikut:

Mau intip-intip penampilan lain yang juga istimewa? Silahkan menyaksikan video persiapan berdurasi 6 menit di sini.

Festival Kebudayaan dengan semangat “BINEKA untuk maju bersama” ini merupakan jawaban untuk kita, INDONESIA, bahwa di panggung bernama kebudayaan, semua perbedaan dipersatukan, seperti yang dipahami juga oleh Dr. Daisaku Ikeda:

“Kebudayaan adalah ungkapan agung dari suara batin yang telah didengar oleh berbagai orang yang berbeda – beda di bumi, di relung jiwa mereka, suara yang menyampaikan welas asih penuh tenaga dan kearifan dari jiwa alam semesta. Interaksi berbagai budaya yang berbeda – beda dapat memperkaya jiwa setiap orang dan membina mereka untuk saling memahami.” (sumber)

Veni Vidi Vici! Cukup siapkan waktu saja karena undangan FREE dapat Anda minta kepada panitia yang menyambut telepon bernomor (0778) 455429.

Teman, selamat bergabung dengan lebih dari 1.500 penonton!

Informasi Festival:

  1. Bineka Untuk Maju Bersama, dan
  2. http://binekauntukmajubersama.blogspot.com/

Informasi tentang SGI:

  1. https://www.facebook.com/sgi.info, dan
  2. http://www.sgi.org/

Member’s pic in Honbu (RFA)


Foto ini dikirimkan oleh seorang teman saya, dari Pematang Siantar.
Sebuah hasil jepretan dari Rony Zakaria.
Foto ini diambil pada tanggal 12 Juli 2008,
sehari sebelum acara “Religious Art Festival for Peace“,
saat semua anggota mengatakan… “SENSEI”…..
sebuah ungkapan mendalam dari hubungan Guru dan Murid.

Kliping berita tertinggal "Religious Art Festival for Peace"

Masih banyak kliping berita “Religious Art Festival for Peace” yang telah dilaksanakan oleh Soka Gakkai Indonesia bekerja sama dengan PBDNU dan KNPI, pada tanggal 13 Juli silam.
Inilah diantaranya berita-berita yang bisa mewakili acara dengan tujuan merajut perdamaian melalui kebudayaan tersebut:

  • Indonesian Organizations Recognize Daisaku Ikeda for Lifetime Contributions to Peace, Culture and Education [link]
  • Budaya Merajut Kebinekaan [link]

Religious Art Festival for Peace (sumber: NU Online)

Guna mendorong terciptanya perdamaian di dunia, Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi NU) bekerjasama dengan Soka Gakkai Indonesia, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar Religious Art Festival for Peace pada Minggu (13/7) malam di Jitec Mangga Dua.Berbagai jenis karya seni ditampilkan dalam pagelaran itu seperti tarian Mambri dari Papua yang menggambarkan keperkasaan prajurit Papua dan menari sebagai rasa kebersamaan, drama musikal Annie tentang perjuangan dan semangat anak yatim, taiko komposisi musik antara kekuatan fisik dan kelembutan, angklung, musik tradisional Jawa Barat, tari Betawi, tari Soreng dan lainnya, serta penampilan sejumlah artis, yaitu Cici Paramida, Iwan Fals, Dharma Oratmangun, Senno Haryo dan para pemenang Indonesian Idol. Soka Gakkai adalah sebuah lembaga yang berakar pada filsafat Budhisme Nichiren Daishonin yang menekankan pada hubungan yang dalam antara kebahagiaan diri sendiri dengan kebahagiaan orang lain.

Foto-foto:

Seni pertunjukan koreografi kolosal
yang memadukan semangat,
kekuatan dan kesatuan hati
dalam mencapai sebuah tujuah



Sebuah tarian Betawi yang
menggambarkan kebersamaan,
keceriaan serta kecantikan untuk
menyambut tamu dengan sebuah
tari kolaborasi gitek balen dan nyai kembang




Para ibu-ibu memainkan angklung
yang merupakan alat musik tradisional
dari Jawa Barat dengan
lagu Bengawan Solo yang sangat terkenal


Taiko, sebuah komposisi yang menjadi
lambang dari Edo Sukeroku Daiko
yang membutuhkan tenaga fisik
tetapi juga harus ditampilkan dengan lembut dan halus


Tari Soreng yang menggambarkan kepiawaian
dan kekompakan pasukan Aria Penangsang
yang dikenal berwatak keras
tetapi bertanggung jawab.
Dalam tarian ini, tersirat bahwa solidaritas
sesama pasukan melalui gerakan yang
kompak untuk mewujudkan perdamaian


KH Abdurrahman Wahid menyampaiikan
pesan-pesan perdamaian kepada para hadirin
yang sebagian besar berasal dari etnis China



Iwan Fals menyanyikan sebuah lagu
dengan tema perdamaian melalui
karakter suaranya yang khas dan masih prima



Cici Paramida menyanyikan sebuah lagu Arab
yang dipopulerkan oleh Umi Kulsum
dengan iringan musik Ki Ageng Ganjur

 

 

Kliping Laporan "Religious Art Festival for Peace" dari Berbagai Sumber

Di bawah ini terdapat beberapa artikel seputar salah satu kegiatan dari Soka Gakkai Indonesia pada tahun ini, yaitu acara kebudayaan bertema : “Religious Art Festival for Peace”, bekerja sama dengan PBNU dan DPP KNPI yang telah terselenggara pada tanggal 13 Juli 2008. Semoga Anda menyukainya 🙂

KONSER BUDAYA

Iwan Fals – Cici Paramida
Obati Kerinduan Penggemar

Senin, 14 Juli 2008

Pengamen yang kini menjadi penyanyi legendaris, Iwan Fals, kembali unjuk gigi. Minggu kemarin, pelantun lagu “Umar Bakri” ini sukses menghibur penggemarnya yang tumplek blek dalam acara Religious Art Festival for Peace di Jakarta International Event and Convention Center (JITEC), Mangga Dua Square, Jakarta.

Festival yang dibuka mulai pukul 19.00 WIB tersebut juga menampilkan pedangdut Cici Paramida dan kelompok musik Ki Ageng Ganjur yang berkolaborasi dengan musik taiko Jepang. Sedangkan kader Partai Golkar yang juga pencipta lagu, Dharma Oratmangun, mengetengahkan Beast Male Indonesian Idol.

Beast Male Indonesian Idol melantunkan tiga lagu karya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertajuk “Rinduku Padamu”, “Mentari Bersinar”, dan “Kuasa Tuhan”.

“Konser budaya ini bisa dibilang sukses. Betapa tidak, 500 orang pengisi acara semua bekerja maksimal agar acara ini memuaskan penonton. Malah Iwan Fals dan Cici Paramida harus bersyukur karena penampilan mereka di acara ini langsung mengobati kerinduan penggemar mereka. Wartawan bisa melihat sendiri, betapa antusias penggemar Iwan dan Cici memberi sambutan saat kedua bintang idola mereka itu tampil di panggung,” ujar seorang panitia, Dinaldo.

Festival yang bertujuan untuk menjalin persahabatan antaragama melalui kebudayaan ini, terselenggara atas prakarsa Soka Gakkai Indonesia, yang merupakan afiliasi dari Soka Gakkai International yang berkantor pusat di Jepang.

Menurut Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan, sebagai sebuah organisasi, Soka Gakkai dalam setiap kegiatannya memegang teguh nilai-nilai perdamaian, pendidikan, dan kebudayaan. “Kita harus bisa mengekspresikan perasaan manusia lewat budaya,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh agama Prof Dr Said Agil Husin Al Munawar mengatakan, festival budaya yang sarat dengan pesan moral ini menjadi sangat penting dalam rangka mengajak bangsa Indonesia kembali ke jati diri sebagai bangsa yang berbudaya, yang saling menghargai dan menghormati sesama manusia dalam perbedaan.

“Ketegangan yang acap terjadi di negeri ini karena kita mengesampingkan kebudayaan dan keberadaban. Agama hanya mempersoalkan akidah, sedangkan segi moralnya diabaikan sehingga muncul aliran yang keras dan sangar,” ujar Said Agil.


Selain itu, kata Said Agil, ketegangan dalam masyarakat muncul akibat seringnya penyelesaian masalah dilakukan melalui pendekatan politik.

“Politik itu kan barang ‘abu-abu’, ada bohongnya, sehingga kalau persoalan diajak ke politik, terjadilah ketegangan,” katanya. (Laurentius Chen)

Gus Dur: Perubahan harus Berakar pada Tradisi

Senin, 14 Juli 2008 19:13
Jakarta, NU Online

KH Abdurrahman Wahid yang biasa dipanggil Gus Dur menuturkan sebuah perubahan masyarakat akan berhasil jika ia mendasarkan diri pada tradisi yang sudah ada pada bangsa dan negera itu.

Demikian dikemukakan ketika memberikan sambutan pada Religious Art Festival for Peace yang diselenggarakan di Jitec Mangga Dua, Minggu (13/7) malam yang diselenggarakan atas kerjasama Lesbumi NU, Soka Gakkai Indonesia dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“Perubahan-perubahan itu haruslah berakar pada budaya bangsa dan negera, orang Jepang termasuk Soka Gakkai adalah orang yang bangga dengan tradisinya,” katanya.

Mantan Ketua Umum PBNU ini mengaku banyak belajar dari para tokoh penting Jepang yang telah menggerakkan negeri Matahari Terbit sampai akhirnya bisa mencapai kejayaan saat ini, yaitu Tokugawa Leyasu yang telah melakukan reformasi Meiji yang membuat Jepang terbuka pada dunia luar, tetapi tetap memegang tradisinya yang baik.

Kedua adalah Yoshida Shigeru, PM Jepang seusai Perang Dunia II yang menghancurkan Jepang. Ia berhasil membangkitkan kembali kebanggaan dan memberi semangat untuk kembali bangkit dan berkompetisi dengan dunia luar.

“Ini yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia jika ingin mengadakan perubahan. Dan Kalau ingin sukses dalam pembangunan, mau tidak mau kita harus membersihkan diri dari korupsi,” paparnya. (mkf)

sumber : http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=13431

Saka Gakkai Anugerahkan Gelar Dr HC Untuk Wapres

Senin, 14 Juli 2008 | 13:20 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

JAKARTA, SENIN – Universitas Soka Gakkai Jepang, yang bernaung di bawah organisasi keagamaan Budha, Soka Gakkai Internasional, akan menganugerahkan gelar doktor honoris causa (DR HC) kepada Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla dinilai sebagai tokoh yang memberikan sumbangsih yang besar terhadap perdamaian di Indonesia, khususnya perdamaian di Ambon, Poso dan Aceh.

Cuma, penganugerahan gelar Dr HC baru akan diberikan jika Jusuf Kalla berkunjung ke Jepang. Hal itu diungkapkan oleh Humas Soka Gakkai Indonesia Elly Mulyawan kepada pers, seusai menemani Wakil Presiden Soka Gakkai Internasional Hiromasa Ikeda bertemu dengan Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (14/7) siang.

Wakil Presiden Soka Gakkai Internasional Jepang merupakan putra kandung Presiden Soka Gakkai Internasional Dr Daisaku Ikeda. “Karena, peranannya dalam perdamaian di Ambon, Poso dan Aceh, yang berhasil atasi bebagai konflik. Akan tetapi, gelar itu akan diberikan sesuai jadwal pak Wapres datang ke Jepang,” ungkap Elly.

Menurut Elly, Wapres Kalla menyambut baik pemberian gelar Dr HC tersebut dan mengucapkan terima kasih. “Beliau sangat mengenal Soka Gakkai dan menyampaikan salam hormat kepada Daisaku Ikeda,” tambah Elly.

Dalam catatan Kompas, tahun lalu, Wapres Kalla juga pernah mendapat gelar kehormatan sebagai Dr HC di bidang perekonomian dari Universitas di Malaysia.

sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/13203348/saka.gakkai.anugerahkan.gelar.dr.hc.untuk.wapres

 

Daisaku Ikeda Dapat Penghargaan Wahid Institute

Senin, 14 Juli 2008 | 18:34 WIB

JAKARTA, SENIN – Wahid Instute memberikan penghargaan kepada Dr Daisaku Ikeda, Presiden Yayasan Soka Gakka Internasional, di Wahid Institute, Jakarta. Pemberian penghargaan ini merupakan suatu penghormatan bagi Dr Daisaku Ikeda atas konsistensi dan kontribusinya dalam perbaikan peradaban, pendidikan, dan kedamaian dunia.

“Tidak ada kedamaian tanpa keadilan dan keadilan hanya dapat muncul lewat diskusi yang seimbang antara perbedaan yang ada,” kata KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam sambutannya pada acara pemberian penghargaan tersebut di Wahid Institute, Jakarta, Senin (14/7). Gus Dur dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia harus belajar dari Jepang dalam hal perbaikan peradaban terutama dalam bidang ekonomi.

Gus Dur mengatakan, “Kalau saja Republik Tiongkok, India dan Indonesia mau belajar dari Jepang, maka tidak akan lama lagi Asia akan menjadi pusat ekonomi dunia.” Gus Dur pun menyinggung tentang pengembangan pembangunan yang sehat dan pembatasan dialog tentang dasar konstitusi negara ini.

Sementara itu, Dr Daisaku Ikeda dalam sambutan yang diwakili oleh anaknya, Hiromasa Ikeda, wakil Presiden Yayasan Soka Gakkai Internasional, menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang, yang dalam hal ini diwakili oleh Gus Dur dan Ikeda, dimulai dari kesamaan pemikiran filosofi dan humanisme. Kesamaan inilah yang membuat Gus Dur dianugerahi Honoris Causa oleh Yayasan Soka Gakkai Internasional pada tahun 2002.

Wahid Institute menilai Yayasan Soka Gakkai Internasional di Indonesia sudah melakukan banyak langkah nyata demi memajukan peradaban, pendidikan dan perdamaian dunia. Salah satunya adalah dengan mengadakan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Jepang serta melakukan pertukaran pagelaran budaya.

Semangat Ikeda dalam perdamaian dunia pun dituangkan dalam buku yang berjudul Perjuangkan Hidup. Dalam buku ini dikemukakan bahwa perdamaian dapat dicapai walaupun ada perbedaan agama. Caranya adalah dengan melalui dialog karena dialog adalah cara untuk mencapai solusi. Menurutnya kekuatan dan kelanjutan dialog harus dipertahankan.

Yayasan Soka Gakkai Internasional merupakan yayasan pendidikan dan budaya yang bertempat di Tokyo, Jepang. Yayasan ini sudah berada di 192 negara termasuk di Indonesia. Dr Daisaku Ikeda tidak dapat hadir ke Indonesia karena kondisi kesehatan yang tidak baik.(M12-08)

Kalla Kembali Dapat Gelar Doktor Kehormatan

Senin, 14 Jul 2008 | 12:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat penghargaan Doctor Honoris Causa dari Soka University Jepang. Kalla dianggap tokoh perdamaian dalam konflik di beberapa daerah di Indonesia.

“Pemberian gelar tergantung jadwal Wakil Presiden kapan beliau berkenan ke Jepang,” kata Hubungan Masyarakat Soka Gakkai Indonesia Elly Muliawan seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Senin (14/7).

Menurut Elly, Kalla sangat optimistis dan berterima kasih atas penghargaan itu. Universitas Malaysia Sabah (UMS) juga pernah memberikan gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) di bidang ekonomi kepada Kalla.

Soka Gakkai Internasional kemarin mengadakan konser perdamaian di Indonesia. Soka Gakkai, katanya, merupakan organisasi agama Budha yang bergerak di bidang pendidikan, perdamaian, dan keagamaan. Soka
telah menyebar di 192 negara.

Presiden Soka Gakai Internasional Daisaku Ikeda mendapat beberapa penghargaan dari berbagai organisasi massa di Indonesia. Di antaranya adalah penghargaan sebagai tokoh pendidikan dan perdamaian dari DPP KNPI dan Universitas Indonesia. Selain itu, Wahid Institute berencana memberikan penghargaan kepada Daisaku siang ini.

“Namun Presiden Soka Gakai tidak bisa hadir. Beliau diwakili putranya yang juga Vice President Soka Gakkai Hiromasa Ikeda,” ujarnya.

-KURNIASIH BUDI-

Religious Art Festival for Peace

Beberapa artikel seputar akan diadakannya kegiatan kebudayaan “Religious Art Festival for Peace” oleh Soka Gakkai Indonesia, bekerja sama dengan PBNU dan DPP KNPI pada tanggal 13 Juli 20008 mendatang.

Religious Art Festival for Peace: Budaya Satukan Kerukunan Umat Beragama

[JAKARTA] Soka Gakkai Indonesia bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), akan mengadakan festival budaya Religious Art Festival for Peace, Menjalin Persahabatan Antar Agama Melalui Kebudayaan. Festival yang menampilkan keberagaman budaya ini akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta International Event and Convention Centre (JITEC) kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, 13 Juli 2008 nanti.

“Festival ini digelar karena aliran agama terus bergeser. Bangsa ini sedang sakit. Larut dalam era yang tidak karuan. Semua ini terjadi akibat dari perkembangan politik dalam negara, faktor ekonomi dan aspek materi, yang telah memunculkan suatu sifat egoistik tidak jelas. Lewat acara religius yang melibatkan semua agama, kita akan mencoba untuk mengembalikan pola hidup berbangsa, bermoral dan cinta perdamaian,” ujar Ketua Umum PBNU Prof Dr Said Agil Siraj di Lantai 5 Gedung PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (10/7) siang.

Said Agil berkeyakinan, menjalin kebersamaan antarumat beragama dengan menampilkan berbagai kebudayaan dari berbagai suku, tanpa membahas masalah politik, ekonomi ataupun aspek materi, ini akan membangun semangat hidup harmonis.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal. Mudah-mudahan kegiatan ini berlanjut, sehingga kedamaian seperti yang diharapkan dapat terwujud. Islam selalu membawa rukun iman. Islam juga mengajarkan untuk selalu membawa kedamaian, tidak membenarkan kekerasan. Keadaan sekarang ini harus diperbaiki,” katanya.

Ketua Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan menyampaikan, kegiatan ini memegang teguh nilai – nilai perdamaian dan pendidikan selain mempromosikan kebudayaan. Kegiatan ini sengaja melibatkan pengurus agama, orangtua ataupun anak-anak dari berbagai suku. Menurutnya, konser budaya yang diadakan nantinya sangat berbeda dengan bentuk pertunjukan kebudayaan lainnya.

“Jadi, kebudayaan yang ada itu tidak hanya terlihat pada seni patung ataupun seni lukis saja. Seni kebudayaan itu juga ada dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengekspresikan perasaan jiwa dari budaya tersebut. Kita dapat menggambarkan suasana hati agar manusia itu hidup lebih bagus, memiliki seni berdasarkan dari ekspresi hati. Seperti larut dalam air, budaya dapat mengalir ke mana saja,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekjen DPP KNPI Munawar Fuad, menjalin persahabatan antar agama melalui kebudayaan ini nantinya dapat meningkatkan kebersamaan antarpemuda. Pemuda Indonesia diharapkan tidak terpecah apalagi sampai mem- beda-bedakan suku, budaya ataupun agama.

“Acara ini dapat menjadi spirit terhadap pemuda, serta apresiasi yang sifatnya nasional. Jauh dari kekerasan sehingga kebersamaan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan sangat indah,” imbuhnya.

Sekjen Lesbumi Nahdlatul Ulama (NU) Dienaldo menyampaikan, acara tersebut akan diisi oleh 500 orang peserta dan didukung artis ibukota, seperti Iwan Fals, Cici Paramida, kelompok musik Ki Ageng Ganjur yang berkolaborasi dengan musik Taiko Jepang, Dharma Oratmangun dan Best Male Indonesian Idol. Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan membawakan lagu ciptaannya, yakni Rinduku Padamu, Mentari Bersinar dan Kuasa Tuhan.

Bentuk pertunjukan lainnya berupa tarian dari Papua sebanyak 10 orang, tarian Taiko – Yodan (8 orang), tarian Betawi (45 orang), tarian Soreng (40 orang), drama musical anak (40 orang), permainan angklung (54 orang), color guard (52 orang), senam pemuda dan sebagainya. [AHS/U-5]

Sumber: Suara Pembaruan, Jumat, 11 Juli 2008 atau http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/11/Hiburan/hib04.htm

 

SGI-Indonesia, Lesbumi, dan KNPI Akan Gelar Pertunjukan Kebudayaan

Selasa, 24 Juni 2008 10:13
Jakarta, NU Online

Soka Gakkai Indonesia (SGI-Indonesia) bekerja sama dengan Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam waktu dekat akan menggelar sebuah pertunjukan kebudayaan dengan nama “Religious Art Festival for Peace”.

Pertunjukan kebudayaan yang menurut rencana akan dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Soka Gakkai Internasional, Daisaku Ikeda, ini akan digelar di gedung Jakarta International Event and Convention Center (JITEC), Mangga Dua Square, Jakarta, pada 13 Juli 2008 mendatang.

Gelaran pesta kebudayaan ini selain bertujuan untuk membangun semangat persaudaraan dan budaya toleransi antarsesama umat beragama, juga untuk membuka pemahaman yang komprehensif akan pentingnya seni budaya religi.

Sekjen Lesbumi, M. Dienaldo, kepada NU Online, Selasa (24/6), mengatakan, bentuk kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali nilai-nilai dan semangat keagamaan yang kian rentan.

“Kita berharap, melalui pertunjukan ini spirit keagamaan kita akan tergugah sehingga kita bisa duduk bersama dalam dialog dan menjalin kerjasama dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan,” kata Dienaldo.

Sementara, Shinji Ushioda dari Soka Gakkai Internasional (SGI), dalam kunjungannya ke gedung PBNU beberapa waktu lalu, mengatakan, gelaran kebudayaan religi ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan pentingnya pertukaran kebudayaan.

Ushioda juga mengingatkan, kegiatan seperti ini harus terus diupayakan karena semangat yang dibawanya begitu luhur, yaitu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu, Ushioda juga mengungkapkan rasa bangganya dengan NU sebagai organisasi keagamaan yang dinilainya memiliki banyak kesamaan dengan Soka Gakkai dalam membantu mewujudkan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.
“Kami sangat senang bisa datang ke gedung (PBNU) ini. Kami berharap bisa terus menjalin kerjasama dan persahabatan dengan NU,” katanya.

Ushioda yang ditemani Takeshi Kurihara (SGI), Tetsuji Taguchi (SGI-Indonesia), serta sejumlah tokoh dari KNPI, mengatakan bahwa SGI adalah “sebuah perhimpunan Budhisme yang memiliki 12 juta anggota yang tersebar di 190 negara di dunia.” (dar)

sumber: http://www.nu.or.id/page.php/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=13155

 

Presiden dan Wapres Hadiri Gelar Seni Lintas Agama

Selasa, 10 Juni 2008 | 13:07 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, SELASA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan akan menghadiri Pergelaran Seni Lintas Agama yang bertajuk “Religious Art Festival for Peace” pada 13 Juni mendatang di Jakarta International Event and Convention Centre, Kemayoran Jakarta.

Hal itu diungkapkan Sekjen KMTI Munawar Fuad Noeh seusai bersama perwakilan lintas agama menemui Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (10/6).

Menurut Munawar, acara ini berisikan gelar seni budaya dari berbagai agama di Indonesia. Acara juga diselenggarakan untuk membantu pemerintah memberikan pemahaman yang sama terhadap kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim (Lesbumi) Nahdatul Ulama Al Zastrow Natawi, keagamaan tak bisa dilebur jadi satu. “Yang bisa mempersatukan umat beragama, antara lain melalui seni dan budaya. Dengan dasar itulah Religious Art Festival for Peace diselenggarakan.”

“Kita semua prihatin dengan kondisi negeri sekarang ini karena adanya kesalahpahaman dan kecurigaan yang menimbulkan aksi kekerasan,” kata Zastrow.

Acara yang dananya sebagian besar dibantu oleh lembaga Buddhist Soko Jakkai Indonesia akan dihadiri sejumlah artis yang akan membawakan pesan-pesan keberagaman di Indonesia, seperti Iwan Fals, Cici Paramida, dan Indonesian Idol.

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/10/13072424/presiden.dan.wapres.hadiri.gelar.seni.lintas.agama

Referensi berita lainnya: