Pendidikan Survival YABI ke-XV

Saudara-saudaraku, Yayasan Alam Bebas Indonesia (YABI) akan segera mengadakan pendidikan lagi di tahun ini, yaitu Pendidikan Survival. Setiap tahun pendidikan yang diberikan bergantian, antara Pendidikan Survival, Pendidikan Pendakian Gunung, Pendidikan SAR, dan Pendidikan Navigasi.

Saudara-saudara yang ingin belajar dan membekali dirinya sendiri dengan kemampuan bertahan hidup di alam bebas bisa langsung mendaftarkan diri sekarang juga. Bulatkan tekad saudara, latihan fisik dan kuatkan mental sebelum dan ketika hari-h, serta lengkapi semua kebutuhan peralatan. Selamat berjuang dan sampai jumpa di medan latihan, saudaraku!
PENDIDIKAN YABI DIK-VAL XV-2014_Page_1

PENDIDIKAN YABI DIK-VAL XV-2014_Page_2 PENDIDIKAN YABI DIK-VAL XV-2014_Page_3 PENDIDIKAN YABI DIK-VAL XV-2014_Page_4File .pdf yang bisa saudara download ada di sini.

Advertisements

YABI: Pendidikan Navigasi XIV (Pembukaan)

persiapanPersiapan

Setelah terlambat 1 jam, akhirnya kereta api Malabar meluncur juga ke St. Tulungagung. Sesampainya di sana sekitar pukul 5.30, mas Totok beserta dua putri dan cucunya (mbak Lindri + Ulung Nusa Nayaka dan mbak Laras), beserta mas Agus, alumnus YABI yang membawa serta dua peserta (Takwid dan Ester) dari Jakarta, telah menunggu saya di luar Stasiun. Langsung saja kami tancap gas ke Sekretariat YABI di Beji sesudah meletakkan carrier di atas mobil trooper 4wd nya mas Totok. Saya takjub seketika melihat satu keluarga bisa bersatu dalam YABI meski saat itu saya belum mengenal YABI lebih dekat.

Pagi itu, sekitar pukul 7, kami habiskan dengan mengobrol dan berkenalan sesama peserta dan pelatih sambil duduk-duduk di bawah pohon sekitar perkarangan sekret. Banyak pohon yang ditanam di sana, diantaranya terdapat pohon coklat, mangga dan jambu. Sempat juga kami pindahkan tenda besar ke sisi lain, dari depan pintu samping ke bawah pohon coklat agar tempat menjadi lebih luas. Tenda besar itulah yang akan menjadi tempat tidur kami untuk 3 malam pertama. Usai berleha-leha, saya, Takwid dan Ester mengukur jalan mencari sarapan pagi di Utara sekret. Saya memesan nasi lodeh, sedangkan kedua teman saya memesan nasi pecel. Rasanya menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman baru 🙂

Perut kenyang, hati menjadi riang. Kami mandi. Lalu, berleha-leha lagi menunggu peserta lain yang datang. Sebelum tengah hari, Yulianto (mbah To), dua anak SMK Pelayaran (Andi dan Supri), dan Pak Sutrisno (peserta tertua dalam kelompok kami), tiba. Beberapa dari kami sibuk melengkapi kebutuhan wajib peserta. Sejujurnya beberapa jam awal di hari itu sangat membosankan karena tidak banyak aktivitas haha

Lepas tengah hari, aktivitas mulai padat. Pemeriksaan perlengkapan oleh pelatih dilaksanakan 2 kali. Peserta terakhir yang muncul adalah Andoko dari Blitar. Menjelang pukul 4 sore, kami sudah siap packing dan berganti pakaian lapangan, dan selepas maghrib, Upacara Pembukaan pun dimulai. Banyak sekali alumnus YABI yang datang meramaikan Pembukaan Pendidikan. Mas In selaku komandan pendidikan menyematkan ID Card peserta yang secara resmi dianggap sebagai siswa dan sebilah golok tebas Tramontina. Upacara khidmad berlangsung lancar dan acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Sesi perkenalan yang meriah!

pembukaanPenyematan ID Card dan Golok Tebas Tramontina

Pukul 20.00 WIB, usai semua ceremony, mas Totok mengawali pendidikan dengan penjelasan singkat bagaimana pendidikan navigasi ini akan berlangsung dan meminta kami semua untuk memasang tali tubuh sebagai tanda safety first yang harus dikenakan selama pendidikan. Etika komunikasi dengan memanggil para pelatih mas dan mbak, serta siswa-siswa dengan Tuan dan Tuan Putri juga disampaikan oleh mas Totok saat itu. Usai itu, mas Agus sebagai penanggungjawab tata tertib membacakan semua peraturan yang berlaku beserta cara pelaporan dalam setiap kegiatan. Satu hari kegiatan pada tanggal 17 Agustsus tersebut disimpulkan oleh mbak Lindri yang bertanggung jawab di bidang kesiswaan, sekaligus menjelaskan apa yang akan kita lakukan di esok harinya 🙂

Selesailah hari itu dengan begitu saja. Lantas, kami tidur sebelum pukul 11 malam.

Pendidikan Navigasi XIV – 2013

Membaca surat edaran dari Yayasan Alam Bebas Indonesia (YABI) perihal undangan Pendidikan Navigasi XIV 2013, saya langsung bersemangat. Saya menemukan informasi kegiatan ini secara tidak sengaja ketika saya mencari informasi PDW (Pendidikan Dasar Wanadri). Ahhh tidak ada tes masuk Wanadri tahun ini, tidak apa-apalah. Masih ada pendidikan ini. Menuju PDW 2014 pada tanggal 21 Agustus – 24 September 2014, saya akan memulai persiapan saya dengan mengikuti kegiatan YABI ini. Belajar navigasi 😀

Hmmm butuh kerja keras, seperti sms mas Totok beberapa hari lalu ketika saya mengatakan bahwa saya sudah melunasi biaya pendaftaran. Ia mengatakan bahwa saya harus mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, fisik dan terutama adalah mental.

Sekarang saya tidak bisa berpikir perfeksionis, idealis atau segala macam hal. Saya lakukan apa yang saya mampu dan apa yang ada di depan mata. Sejauh hal-hal ini sesuai dengan tujuan hidup saya, tidak ada alasan untuk tidak mengambilnya.

Saya lampirkan surat dari YABI yang bisa diunduh juga di sini.

   ( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_1( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_2( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_3( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_4

Menjelang hari-H yang tidak sampai satu bulan lagi, saya mulai menyusun jadwal latihan saya seperti berenang dan jogging, dan mungkin juga akan mengulang beberapa pelajaran mengenai navigasi. Saya harus bisa membagi waktu saya dengan kesibukan yang lain sebagai rasa terima kasih kepada orang tua saya yang telah memberikan izin mengikuti kegiatan ini 🙂
Saya tidak ingin tidak memberikan 100% diri saya pada kegiatan ini. Tidak boleh mundur hingga hari terakhir pendidikan dan harus berjuang hingga lulus!  Tidak boleh sia-sia!