200DC-2 D5 | Berdoa Hingga Tuntas

Hari ini bimbingan harian Ikeda Sensei yang dibundel dalam “Mentari Hati” berbunyi:

Ada banyak elemen yang terlibat hingga sebuah doa bisa terkabul, namun yang penting adalah teruslah berdoa sampai doa Anda terkabul. Dengan terus berdoa, Anda akan memancarkan kejujuran yang gigih dari diri sendiri, dan mulai menggerakkan hidup ke arah yang positif dengan usaha yang sungguh-sungguh dan terus-menerus. Bahkan jika doa Anda tidak segera menghasilkan hasil yang konkrit sekalipun, pada suatu saat doa Anda yang terus-menerus akan terwujud dalam bentuk yang lebih hebat daripada yang pernah Anda harapkan.

Kutipan tersebut hari ini saya baca di group BBM Shibu Jogja, dan tadi malam ketika pertemuan daimoku GM Shibu Kebun Jeruk kembali saya bacakan. Seorang pemudi berbagi pengalamannya tentang hal ini, dan satu per satu generasi muda pasti pernah merasakan hal yang sama.

Saya juga memiliki satu doa tentang pekerjaan saya. Saya ingin setiap mahasiswa angkatan pertama di Universitas Trilogi bangga pada kampusnya, karena tadi siang saya baru saja mendengar cerita dari seorang mahasiswa.

Mahasiswa jurusan X ini sedang galau karena label angkatan pertama yang ada pada dirinya. Saya juga pernah berada di posisi yang sama dengannya. Sekarang saya bisa tersenyum bangga pada almamater saya yang sudah menjadi Universitas. Dulunya masih bernama Sekolah Tinggi Teknik Musi; sekarang menjadi Universitas Katolik Musi Charitas. Saya juga tersenyum bangga karena sekarang jurusan saya akan segera menerima mahasiswa angkatan ke-11.

Semuanya selalu dimulai dari SATU. Tidak boleh NOL, karena apapun yang dikalikan dengan NOL hasilnya akan tetap NOL. Harus ada yang pertama, baru yang kedua, ketiga, dst akan mengikuti. SATU adalah ibu dari sepuluh ribu.

TrilogiGedung Rektorat Universitas Trilogi

Dua-duanya – almamater dan kampus tempat saya bekerja adalah hasil dari doa saya. Doa-doa saya yang mempertemukan saya dengan kedua kampus tersebut. Maka, sekarang adalah saatnya menuntaskan doa saya, yaitu dengan berjuang total di tempat saya bekerja – memikirkan bagaimana kampus ini menjadi layak dibanggakan oleh para mahasiswa angkatan pertama. Bravo!

Ke Trilogi Aku Pergi Bekerja

Ini adalah hari yang indah, hari ke-3 aku mulai bekerja di Universitas Trilogi. Perfekto! Orangtua masih di Jakarta ketika hari Senin aku berangkat kerja, mengantar dan menyambutku dengan senyuman dan kelembutan ciri khas mereka. Mereka mengisi hari-hari mereka dengan bersantai membaca buku-buku di kamar. Papa membaca buku Syekh Siti Jenar, mama membaca buku Soe Tjen Marching – Kubunuh di Sini dan Pramodya Ananta Toer – Gadis Pantai. Sempat mereka mengelilingi daerah sekitar kos dengan angkot Pasar Minggu – Kampung Melayu. Menarik. Seru. Banyak cerita. Hari ini mereka akan pulang kembali ke Palembang dengan semangat yang baru. Sama sepertiku, melanjutkan hidupku di sini – di Jakarta.

Kemarin, hari ke-2 bekerja, kampus memberikan email dengan domain universitas-trilogi@ac.id kepadaku. Hal pertama yang kulakukan adalah memindahkan alamat teman-teman yang sempat kusimpan sebagai titik-titik koordinat dari email lama. Diantaranya dapat dilihat di gambar terlampir ini 🙂

Map

Aku siap menyambut hari-hari seru selanjutnya di kampus ini, dengan mimpi-mimpi dan harapan-harapan yang baru, dengan tekad yang lebih menggebu. Nam-myoho-renge-kyo.