Sebuah Janji yang Tertunda

phd091912s

Inilah sebuah janjiku pada dosen pembimbing skripsi S1-ku, bahwa aku ingin menjadi dosen, dan nyatanya sekarang aku sudah; namun kau tau? Aku menjadi dosen yang menghabiskan energinya di kegiatan yang bukan menjadi fokus utamanya. Bukan kegiatan meneliti. Sedih jadinya -_- semacam terlibat di sekelompok dosen yang menamakan dirinya “struktural”. Ternyata aku tidak bisa senang berada di sana meski mendapatkan “tunjangan”.

Jika tidak ada Struktural, bagaimana mungkin sebuah kampus dapat dijalankan? Hanya saja aku yang semakin menyadari kebosanan berada di kegiatan manajemen kampus.

Secepatnya aku ingin kembali menjadi dosen peneliti. Ini semacam cita-cita agungku – tenggelam di dalam tumpukan paper hihihi ^^

Belajar dengan Menulis

Nampaknya aku sekarang memulai kembali ke fitrahku, sebagai dosen yang benar-benar berjuang mempersiapkan materi ajarnya dengan baik; dan di dalam prosesnya tersebut, ternyata aku masih sangat menyukai tulisan corat-coretku, baik untuk memahami materi ajar, maupun simulasi menulis di papan tulis nantinya.

Tak bisa kupungkiri bahwa power point belum tentu menggantikan semua media konvensional. Ada materi yang memang tidak dapat diajarkan hanya melalui ocehan lisan sambil klak dan klik, seperti kuliah ini: Strategi Algoritmik.

Jika kita menyenangi sesuatu, belajar sampai subuh juga tidak masalah bukan?

This slideshow requires JavaScript.

Item Pikiran dengan Prioritas Proposal PHBD 2016

Items ini sedang melayang di pikiran saya:

Proposal PHBD 2016, laporan kemajuan PDP 2015, proposal usulan PDP 2016, audit internal LPPM, soal UTS 4 mata kuliah, audiensi dengan camat pasar minggu untuk KKN 2016, moderator Jamaica Cafe untuk acara x, Festival Persahabatan SGI, adaptasi suasana kamar karena ada teman yang menumpang inap di kos plus 2 anaknya hingga hari ini, slides ngajar 13 sks, revisi data penelitian dan pengabdian semua dosen trilogi, seminar buka lapak yang peminatnya baru sedikit, pelatihan koperasi yang harus menghubungi posdaya-nya, hutang tulisan sebagai artikel di majalah internal x, koreksi tugas-tugas mahasiswa, siap-siap pulkam lihat ponakan,  website feb, dsb… dsb…

Tarik nafas ^^

Jadi ceritanya, dari semua itu, prioritas nomor 1 saya sebenarnya adalah mengerjakan proposal phbd bersama mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam UKM Harsha Pratala. Mereka sangat bersemangat dan bekerja keras. Saya jadi ikut bersemangat juga tentunya 🙂

phbd 2016

Nih dari 2675 proposal yang masuk, ada 300 yang lolos seleksi tahap pertama. Perjalanan masih panjang. Masih ada 2x seleksi lagi.

Yang saya tau di tahun lalu, dari 1281 proposal yang masuk, hanya 92 proposal yang didanai. Tahun 2014, ada 83 proposal yang didanai, 2013 ada 75 proposal, 2012 ada 40 proposal.

Tahun ini jumlah proposal yang diajukan 2x lipat daripada tahun-tahun sebelumnya. Tentunya effort yang dikeluarkan pun harus lebih dari 2x lipat 😀

phbd 2016

Sejak di Trilogi, saya memang tertarik dengan filosofi “mementingkan rakyat” yang dianutnya. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa tuntas hingga eksekusi program nyata di Desa Leuwikaret tersebut.

Oh ya, selain UKM Harsha Pratala, proposal yang diterima adalah dari Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika dengan dosen pembimbing Bp. Ketut Bayu. Ini penampakannya:

phbd 2016

So, kami berdua sedang berjuang bersama mahasiswa bimbingannya masing-masing. Hanya tinggal beberapa hari saja untuk menuntaskannya…

NGOBRAL di Universitas Trilogi

NGOBRAL atau Ngobrol Bareng Selular ini adalah programnya selular.id yang mendatangi kampus-kampus untuk berbagi ilmu seputar teknologi informasi. Topik kali ini yang diambil adalah Video Blogging.

Sebenarnya kegiatan ini sudah terjadi di bulan lalu. Selain video, beritanya bisa dibaca di link ini juga; atau cari tag NGOBRAL seperti ini.

Tentang kegiatan ini, saya salut dengan para panitia mahasiswa di Jurusan Telematika. Bravo untuk Anda semua 🙂

Maunya tadi saya ikut menulis apa såja yang disampaikan oleh para nara sumber, namun apa daya saya males hihihi intinya di era digital ini, semua media konvensional sudah beralih ke digital producing, salah satunya ya ini: video blogging.

Mulai buat videonya dari mana? Dari topik yang kita suka. Upload ke mana? Ke yang gratisan dulu, misalnya Youtube. Bisa hasilkan uang? Iya bisa. Caranya? Googling aja :p

Oh ya, acara kali ini saya ikut nimbrung sebagai moderator. Tugas pertama sebagai moderator di Trilogi 😀

Sibuk… sibuk… sibuk…

Orang yang sibuk hatinya mati. Kata “sibuk” dalam bahasa jepang terdiri dari 2 kanji, yaitu hati dan mati. Jadi maknanya demikian. Ehm, saking sibuknya, saya sudah tidak mampu konsisten meng-update blog saya. Huhuhuhu maafkanlah -_-

Setelah sejak akhir November lalu menjadi Sekretaris LPPM dan menempati ruangan LPPM berbulan-bulan kemudian, akhirnya kemarin seperangkat komputer bekas lab terpasang juga di atas meja saya. Oh senangnya 😀

Terima kasih, Trilogi ^^

Beginilah penampakan PC-nya:

IMG_20150807_164505

Komputer dengan spek i3; 3,2GHz; dan 2 GB RAM ini langsung ngadat ketika saya coba install netbeans. Kudu buka office software saja nampaknya…

Pekerjaan kampus sekarang kebanyakan paper works. Seperti mengulang-ulang kegiatan OSIS zaman dahulu kala, tapi ya sudahlah; pengulangan adalah salah satu cara untuk menjadi seorang ekspertise #alah

200DC-2 D11 | Siapa yang Ngebuang, Siapa yang Ngebersihin.

20150405_080801Hari ini, karya bakti Kodam Jaya kembali melibatkan unsur Perguruan Tinggi dan masyarakat sekitar untuk pembersihan Kali Ciliwung. Kegiatan yang semula diadakan hanya pada hari Selasa (Selasa Bersih), sekarang ditambahkan dengan hari Minggu juga. Waktu pelaksanaan dimulai dari pukul 7 pagi hingga 11 siang. Kali ini, Universitas Trilogi hanya mengirimkan 3 orang saja, yang terdiri dari 1 mahasiswa pencinta alam Harsha Pratala, dan 2 dosen pendamping dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

img1428221889660

Di lapangan tadi, seorang Babinsa berceloteh tentang sampah-sampah Kali Ciliwung yang mungkin sudah 20 tahun terakhir ini tidak dibersihkan sehingga sampah sudah menyatu dengan tanah. Pertanyaannya sederhana saja, “Mengapa bukan masyarakat sendiri yang membersihkan halaman rumahnya sendiri? …yang mana halaman rumahnya adalah Kali Ciliwung.” Pertanyaan ini berlanjut ke sebuah pernyataan klasik, “Siapa yang ngebuang, siapa yang ngebersihin“.

Memang kegiatan seperti ini secara sekilas terlihat seperti charity. Charity tenaga dan waktu. Jika saya disuruh memilih antara melakukan kegiatan charity dan pemberdayaan, saya akan memilih pemberdayaan, namun 2 pilihan tersebut tidaklah hitam-putih.

Gerakan ini diinisiasi oleh Kodam Jaya dan Pemda DKI dengan harapan untuk membuat masyarakat sekitar Kali Ciliwung sendiri memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan kali. Masyarakat seharusnya bangkit dengan kekuatannya sendiri. Nah, untuk sampai pada kesadaran tersebut, kadang kala masih dibutuhkan charity. Charity keteladanan dari orang-orang yang terlebih dulu sadar.

Kegiatan ini boleh jadi hanyalah kegiatan sepele, tapi saya tetap yakin bahwa justru kegiatan sepele inilah yang akan menuntun kita ke perubahan besar dalam masyarakat. Lebih baik kita menyalakan api daripada mengutuk kegelapan.

Btw, sepatu saya sepertinya sudah benar-benar tidak layak pakai lagi sejak hari ini. Selamat tinggal, sepatuku!

20150405_101432Di mata DIKTI, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat, yang dalam hal ini dikemas dalam bentuk KKN adalah konsep pengabdian yang “working with community”. Bukan lagi “working for the community”; dan untuk menjaga citra dan mutu kegiatan KKN tersebut, sudah selayaknya kegiatan KKN tersebut lebih kontekstual dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment). Sumber: Simlitabmas.

So, mari sama-sama kita charity keteladanan untuk selanjutnya maju ke tahap pemberdayaan. Salam pengabdian!

200DC-2 D6 | Penutupan Dies Natalis ke-2 Universitas Trilogi

IMG_20150331_092402

Hari ini usai sudah rangkaian acara Dies Natalis ke-2 selama 3 bulan berturut-turut, dari Januari hingga akhir Maret 2015. Tiga bulan ini sangat menyenangkan karena penuh dengan kegiatan seru. Puluhan kegiatan yang sudah terlaksana tersebut dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

  1. Academic and scientific
  2. Art and culture
  3. Sport, Health, and Environment, dan
  4. Community Empowerement.

cover

Kategori pertama, academic and scientific, terdiri dari beberapa kegiatan yang sudah terlaksana, yaitu:

  1. Seminar anti korupsi dari KPK
  2. Nonton bareng dan talkshow film KPK  “Sebelum Pagi Terulang Kembali”
  3. FGD “Tinjauan Bonus Demografi dari Aspek Sains dan Teknologi.” dan lauching PKDI (Pusat Kajian Demografi Indonesia)
  4. Talkshow “Smartpreneur” dengan pembicara Bpk. Budi S. Iman
  5. Pelatihan Excel for Accounting and Auditor
  6. Launching kerjasama kampus dengan kelompok peternak sapi perah Pancoran
  7. FGD Guru BK SMA “Peminatan Prodi Siswa SMA”
  8. Trilogi Creative Festival “Lomba Cepat Tepat”
  9. Talkshow “Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Matematika” dan “Melahirkan Juara Matematika dengan Metode yang Menyenangkan”
  10. Workshop “Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone Berbasis Android” dan pameran produk telematika
  11. Lomba “Who Wants to be A Brilliant Accountant?”
  12. Simposium Nasional Ketahanan Pangan
  13. Bursa Kerja 2015
  14. Seminar Nasional “Indonesia dari Sudut Pandang Bonus Demografi: Tantangan dan Harapan” serta lomba menulis artikel ilmiah dengan tema yang sama
  15. dsb

Continue reading “200DC-2 D6 | Penutupan Dies Natalis ke-2 Universitas Trilogi”