Ketiadaan Uang

Photo on 6-24-17 at 3.18 PM

So happy hari ini 😀
Berpikir, nikmat apa lagi yang patut kusyukuri,
Ketika bisa menikmati kesulitan demi kesulitan,
Menari di tengah badai,
Dan pada akhirnya menang atas segalanya ^_^
Menikmati indahnya pelangi.

Bagi orang kuat,
Kesulitan adalah medan pelatihan.
Selama 2 bulan terakhir ini, aku merasa cukup berlatih hahaha

Di sore hari itu,
Di kantongku hanya ada selembar uang sepuluh ribu saja.
Aku sudah berjanji ingin menghadiri pertemuan dengan seorang senior Soka Gakkai yang akan pulang ke negaranya.
Hari itu pun harusnya aku sudah menerima gaji,
Namun tak kunjung datang.
Kutunggu hingga pukul 5 sore,
Angka di layar ATM ku masih tetap sama –
Uang yang tersisa di ATM hanya untuk memastikan ATM ku tidak mati.

Pukul 6 sore nilai uang pun tetap sama.
Lebih dari pukul 6 aku mencoba peruntunganku sekali lagi.
Berubah! Gaji masuk!

Aku tak pikir panjang,
Pesan Gojek ke Stasiun Duren Kalibata menuju Stasiun Jakarta Kota.
Dari sana aku naik Gojek ke daerah Pluit.
Pulangnya makan malam bersama teman-teman seperjuangan.

Perjuangan satu hari selesai.

Advertisements

The New Human Revolution Volume 25 [1]

IMG_5047

Ini adalah buku Revolusi Manusia Baru (NHR) versi bahasa inggris pertama yang saya miliki. Pemberian dari Kaven. Thanks, Kaven! Awalnya saya mengenal Kaven adalah ketika saya mengikuti English Meeting di rumahnya Ms. Seema. Ketika mendengar cerita pengalamannya pertama kali, juga ketika Ia memimpin jalannya pertemuan, saya langsung merasa Wow! Saya merasa bahwa saat itu adalah waktu yang tepat bagi saya untuk memperbarui tekad saya di Gakkai. Saya berterima kasih datang ke pertemuan itu. Salah satu pertemuan yang merubah hidup saya ^_^

Orang yang pernah bertekad, pasti pernah merasa bahwa semakin lama tekadnya akan memudar. Oleh karena itu tekad harus selalu diperbarui. Ada 4 chapter dalam NHR Volume 25 ini.

  • Chapter 1: Light of Happiness
  • Chapter 2: Shared Struggle
  • Chapter 3: Gentle Breeze
  • Chapter 4: Bastion of Capable People.

Saya baru membaca Chapter 1 dari halaman 1 hingga 19. Awal ceritanya sedikit membosankan bagi saya yang tidak bisa menghapal sejarah, karena menceritakan krisis pangan yang dialami pada tahun 1976 di Fukushima. Ikeda Sensei tiba di Fukushima pada bulan Maret 1977 dan mengingat-ingat kondisi yang terjadi di sana pada tahun sebelumnya. Orang yang paling menderita adalah orang yang paling berhak bahagia. Mengenai ini Ikeda Sensei benar-benar memikirkan anggota yang ada di sana, terutama Tohoku yang baru saja gagal panen karena dampak dari musim dingin yang parah (mencapai 5° Celcius).

Tohoku has had to deal with the cold weather, drought, and the effects of the 1960- Chilean Earthquake and Tsunami. That’s why I want Tohoku to transform its karma and flourish, and be happier than any other place. I’m going to make my visit to Tohoku to proclaim this new dawn.

Pusat Kebudayaan Fukushima yang akan dikunjungi oleh Ikeda Sensei terletak di area Aizubandai, baratnya Stasiun Koriyama, dengan pemandangan Gunung Adatara di sebelah utara. Tinggi gunung ini adalah 1718 mdpl. Saya googling 😀

Sesampainya di sana, Ikeda Sensei memberikan dorongan semangat kepada Pimpinan dan anggota yang hadir. Ada beberapa poin yang saya renungi, antara lain:

Kunci untuk Memajukan Kosenrufu

Pimpinan Prefektur Fukushima adalah Norio Shiba dari Prefektur Miyagi.  Dia dulunya adalah wakil pimpinan generasi muda nasional. Umurnya 35 tahun, dan merupakan tipe orang yang memiliki inisiatif dan inovasi. Ikeda sensei berbicara kepada dia tentang kunci untuk memajukan kosenrufu:

Mr. Shiba, to construct a new era for our Soka movement in Fukushima, it won’t be enough to focus just on short-term, ad hoc plans and new guidelines for activities. A firm foundation is created through the transformation of all members’ attitudes, to enable them to refresh their lives. It is vital that you foster true champions who have pride in where they come from and are dedicated to kosenrufu.

The Soka Gakkai has grown in Fukushima to the point that it has because the pioneer members struggled with all their might. It is crucial to never forget how those members wholeheartedly dedicated themselves to kosenrufu, with utter devotion, never retreating a single step no matter how they were reviled or persecuted.

Continue reading

200DC-2 D11 | Siapa yang Ngebuang, Siapa yang Ngebersihin.

20150405_080801Hari ini, karya bakti Kodam Jaya kembali melibatkan unsur Perguruan Tinggi dan masyarakat sekitar untuk pembersihan Kali Ciliwung. Kegiatan yang semula diadakan hanya pada hari Selasa (Selasa Bersih), sekarang ditambahkan dengan hari Minggu juga. Waktu pelaksanaan dimulai dari pukul 7 pagi hingga 11 siang. Kali ini, Universitas Trilogi hanya mengirimkan 3 orang saja, yang terdiri dari 1 mahasiswa pencinta alam Harsha Pratala, dan 2 dosen pendamping dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

img1428221889660

Di lapangan tadi, seorang Babinsa berceloteh tentang sampah-sampah Kali Ciliwung yang mungkin sudah 20 tahun terakhir ini tidak dibersihkan sehingga sampah sudah menyatu dengan tanah. Pertanyaannya sederhana saja, “Mengapa bukan masyarakat sendiri yang membersihkan halaman rumahnya sendiri? …yang mana halaman rumahnya adalah Kali Ciliwung.” Pertanyaan ini berlanjut ke sebuah pernyataan klasik, “Siapa yang ngebuang, siapa yang ngebersihin“.

Memang kegiatan seperti ini secara sekilas terlihat seperti charity. Charity tenaga dan waktu. Jika saya disuruh memilih antara melakukan kegiatan charity dan pemberdayaan, saya akan memilih pemberdayaan, namun 2 pilihan tersebut tidaklah hitam-putih.

Gerakan ini diinisiasi oleh Kodam Jaya dan Pemda DKI dengan harapan untuk membuat masyarakat sekitar Kali Ciliwung sendiri memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan kali. Masyarakat seharusnya bangkit dengan kekuatannya sendiri. Nah, untuk sampai pada kesadaran tersebut, kadang kala masih dibutuhkan charity. Charity keteladanan dari orang-orang yang terlebih dulu sadar.

Kegiatan ini boleh jadi hanyalah kegiatan sepele, tapi saya tetap yakin bahwa justru kegiatan sepele inilah yang akan menuntun kita ke perubahan besar dalam masyarakat. Lebih baik kita menyalakan api daripada mengutuk kegelapan.

Btw, sepatu saya sepertinya sudah benar-benar tidak layak pakai lagi sejak hari ini. Selamat tinggal, sepatuku!

20150405_101432Di mata DIKTI, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat, yang dalam hal ini dikemas dalam bentuk KKN adalah konsep pengabdian yang “working with community”. Bukan lagi “working for the community”; dan untuk menjaga citra dan mutu kegiatan KKN tersebut, sudah selayaknya kegiatan KKN tersebut lebih kontekstual dengan mengubah paradigma pembangunan (development) menjadi paradigma pemberdayaan (empowerment). Sumber: Simlitabmas.

So, mari sama-sama kita charity keteladanan untuk selanjutnya maju ke tahap pemberdayaan. Salam pengabdian!

200DC-2 D10 | Popow ke Ragunan

11071421_1639050739647144_466345220655624230_n

Popow mulai bercerita…..

Yeay! Hari ini adalah hariku; hariku sebagai mantan kucing gelandangan dan dunia memperingatinya sebagai World Stray Animal Day. Jadi, aku ikut meramaikannya dengan menjadi semacam kucing-ga-penting di Buperta Ragunan. Bunda bilang acara ini digagas oleh PAWSLEAGUE dengan tema “Aku dan Mereka, Berbagi Cinta“. Menuju ke sana, aku, Kanaya, panda, dan bunda naik motor vespa 30 menit di sekitaran jam 9an pagi; dan bunda bener-bener ga berperasaan. Aku dan Kanaya dibiarin bersempit-sempitan dalam 1 keranjang. Keranjangnya keranjang pinjeman pula. Dipinjem dari dokter Dudy, dan sudah dipinjem berbulan-bulan. Emang ga bener tuh bunda!

Sampai di lokasi, aku dapat pin gratis foto Pak Pres Dung-dung dari meowmy-nya hihihihi

Sebagai rakyat yang baik, aku akan mengabadikan pin-nya.

Di sana asik banget. Aku sebenarnya rada-rada stress dan kepanasan, tapi masih sempet berfoto-ria sampe ga sadar kalo ada wartawan detik yang fotoin. Eh tiba-tiba aja nongol tuh fotoku di Detik. Bunda juga kirimin fotonya ke eyang; dan eyang bilang gaya di fotoku bagus, kaya’ anak macan kumbang hohoho masa sih? *blushing*

detik
Padahal sebenarnya aku mengap-mengap kepanasan dan aku sedikit gugup karena ramai sekali di sana. Waktu mau divaksin oleh dokter, suhu badanku 40 derajat. Bunda akhirnya meneduhkanku di bawah pohon rindang bersama Kanaya; tapi karena bunda ga bisa lama-lama di sana, aku divaksin deh dengan suhu badan 39 derajat. Dokternya bilang no problemo asalkan aku langsung pulang. Karena ini vaksinasi pertamaku, jadi aku divaksin F4 dan rabies. Event ini emang lagi ada promo suntik rabies murah. Jadi, total biaya vaksinnya Rp. 185.000,-. Biasa kalo di vet seharga Rp. 175.000,- untuk F4 aja. Dokternya cantik loh kata panda 😀 😀

Continue reading

200DC-2 D9 | Momentum Jacket TNF

Jaket TNFYeay! Jaket ini diskon 70% di Indonesia Outdoor Festival, GBK. Tepatnya di Istora Senayan. Pameran ini diadakan pada tanggal 1-4 April 2015. Jaket ini saya beli hari ini dengan penuh perjuangan karena tempat pameran penuh sesak. Sangat banyak peralatan outdoor yang dijual dengan diskon gede. Beberapa barang yang saya sukai, diantaranya: 50% all item produk Deuter, 30% carrier Consina dan sepatu-sepatu Hi-tech, dsb. Selain itu, masih banyak lagi barang-barang outdoor yang menggiurkan, seperti produk Teva, Columbia, Osprey,…… Hahaha…

Saya tidak membeli apa-apa kecuali 1 jaket ini. Jaket ini seharga 1 juta. Jadi, diskon 70% yang diberikan sangat berharga buat saya 😀 😀 Saya rasa saya tidak akan melakukan kegiatan outdoor dalam 2 tahun ini karena saya harus benar-benar sembuh total. Jadi, keputusan tidak membeli barang lain adalah keputusan yang benar untuk saat ini. Selain itu, saya jadi bisa menabung uang saya 😀 😀 😀

200DC-2 D8 | Aktivitas Sehari Sebelum Long-Weekend

Seharian hujan turun deras. Aku menyambut pagi dengan bermalas-malasan. Rencana berenang di pagi hari pun gagal total karena aku lebih memilih tidur ketimbang bergumul bersama air. Di kampus seperti biasa, aku bekerja. Menyicil laporan Triwulan LPPM dan dokumentasi surat-menyurat, menyelesaikan website LPPM, membaca sedikit materi Data Mining tentang estimasi, dsb… Bedanya setiap kali aku tau bahwa esok adalah hari libur, hatiku lebih tenang. Aku merasa bahwa aku bisa melakukan apa saja tanpa perlu takut capek karena esok pasti bisa tidur panjang 😀

Maka, aktivitas pertamaku adalah bekerja dengan pemandangan seperti foto ini. Aku mencintai hijaunya daun dan segarnya rumput. Melihat pemandangan seperti ini setiap hari benar-benar membuat hatiku bahagia. Sangat bahagia 🙂

img1427963111018Pemandangan dari samping mejaku bekerja Continue reading

200DC-2 D7 | Seekor Kucing Bernama EAGLE

IMG_20150331_230621Namanya Eagle. Aku ingin ia bisa menatap angkasa tanpa rasa sakit di lehernya yang hampir terbelah. Siang tadi aku dan Erik menyempatkan diri melihat Eagle di Vet. Sudah 1 bulan lebih aku tak menjenguknya. Biasa kabar hanya ditanyakan via sms antara Erik dan Sang Dokter Hewan-nya saja. Sekarang bulunya sangat-sangat rontok hingga bisa kulihat kulitnya langsung. Ia tampak sedih dan tidak bersemangat. Aku bisa mengerti perasaan Eagle. Sangat bisa meski aku seorang manusia. Hanya dengan menatap mata kucing dan anjing saja, kita bisa merasakan perasaan mereka -_- Continue reading