Film dan buku #2

Dekill, terima kasih atas kiriman film-filmnya. Baru tiga film yang kutonton. Pertama, Lost in Translation (2003): Film ini di luar ekspektasiku. Bisa dibilang, aku sedikit kecewa. Namun selalu ada nilai yang bisa dipetik dari film yang menceritakan dua tokoh utama – orang Amerika yang harus beradaptasi dengan kehidupan di Jepang. Kedua, Dead Poets Society (1989): […]

16 dan 17 Mei 2012

Dua hari ini kuberaktivitas seperti biasa. Masih saja bergumul bersama buku, film dan tesis, juga kegiatan insidensial seperti survei lokasi untuk kegiatan Hari Wanita SGI dan jalan-jalan sebagai bonusnya 🙂

Berbicara soal buku, buku Peaks and Valley ini bagus sekali, sama bagusnya dengan buku Who Moved My Cheese yang pernah kubaca dari pengarang yang sama – Spencer Johnson, M.D., mungkin sekitar 5 tahun lalu. Buku ini dibeli seharga Rp. 15.000,- saja sewaktu promo buku di Gramedia Sudirman – Yogyakarta. Buku ini membuka wawasan baru kita dalam memandang kehidupan yang bagai rekaman detak jantung, yang bila garis lurus digambarkan sebagai kematian. Puncak, lembah dan dataran. Intermezo: berbeda loh antara dataran dan daratan. Sewaktu menulis tadi, hampir saja aku terjebak dengan dua makna kata tersebut.

Bagaimana keluar lebih cepat dari lembah, bertahan lebih lama di puncak, memperbanyak puncak dan mengurangi lembah. Tiga point yang menjadi bahasan dari buku setebal 144 halaman ini memang layak disebut sebagai permata kecil dan berharga. Selamat membaca.

Petualangan membacaku baru sampai di halaman ke-77 dan tiba-tiba aku teringat satu hal. RJ pernah mengatakan bahwa hidup bagaikan mendaki dari satu puncak ke puncak lainnya, naik dan turun bagaikan jari tangan. Jika kita ingin mencapai satu puncak yang lebih tinggi, kita pasti akan menuruni lembah terlebih dahulu dan yang paling penting adalah kita tau puncak seperti apa yang akan kita tuju sehingga kita dapat bertanya pada diri sendiri, “Apakah yang kita lakukan sudah mengarah ke sana?” Satu lagi dia mengatakan bahwa sebelum kita menuju ke puncak selanjutnya, kita harus selalu ingat untuk kembali ke start point dari hati kepercayaan kita.

Semakin membaca dan melakukan tindakan, kutemui kebenaran apa yang pernah dikatakan olehnya, juga oleh salah satu pembicara yang akan membawakan Seminar Hari Wanita di Jakarta tanggal 19 dan 20 nanti. Namanya adalah Seko Ong. Tahun 2010 lalu, aku pernah mengikuti seminarnya yang begitu menginspirasi. Tahun ini pun aku tak akan melewatkannya.

Pada gambar di atas, ada satu potret tertulis CV. Mitra Transport. Ya, kubeli tiket travel Jogja-Jkt untuk esok hari di sana. Tiket kali ini mengalami kenaikan harga sebesar Rp. 20.000,-, mungkin karena bertepatan dengan long weekend.

Continue reading “16 dan 17 Mei 2012”