Hidup yang Singkat

Mengetahui tidak sama dengan mengalami. Ketika saya mengetahui sesuatu, misalnya saya tau bahwa dalam hidup yang singkat ini kita tidak bisa memenuhi semua ambisi kita, tetapi masih saja tidak membuat prioritas dalam hidup. Artinya saya tidak benar-benar mengalami kondisi bahwa hidup itu singkat.

Menjadi dosen di perguruan tinggi swasta selalu membuat saya dilema. Di sisi lain mau menjadi spesialis (mata kuliah tertentu), tetapi tuntutan mengisi kekosongan dosen untuk mengampu mata kuliah lain menjadi sebuah kewajiban. Akhirnya, waktu yang dihabiskan mempelajari banyak hal membuat kita menjadi generalis. Tidak ada yang salah dengan menjadi spesialis ataupun generalis, hanya saja kita harus menjadi nyaman dengan diri kita sendiri. Ketika ada yang tidak nyaman atau sesuatu yang mengganjal di hati kita, artinya diri kita memberi tanda bahwa kita harus segera beradaptasi lagi. Bahwa hidup adalah pertumbuhan terus-menerus adalah pasti, maka biarkan diri kita bertumbuh dengan kecepatannya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.