Pendakian Satu Dekade

Untitled-Project-6

created using: https://my.visme.co/projects/vdjmqzkz-untitled-project

Cervical Radiculopathy

Kadang-kadang dalam hidup ada kejadian mengejutkan ๐Ÿ˜
.
Yang saya terkejut adalah diagnosis dokter bahwa hasil rontgen menunjukkan tulang leher saya lurus dan hampir bengkok ke arah berlawanan. Nama kerennya “cervical radiculapathy” atau umumnya disebut saraf kejepit di bagian leher.
.
Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah… duduk depan laptop/komputer terlalu lama dengan bagian leher membungkuk. Ehm, postur duduk sangat berpengaruh ya.
.
Jadi ceritanya bermula ketika saya ke tukang urut pas tiba-tiba tangan saya ga bisa diangkat, dan katanya masuk angin. Namun koq ga sembuh2, dan akhirnya hari ini di minggu UAS setelah memenuhi semua kewajiban ngajar di semester ganjil, pergilah saya ke dokter tulang ๐Ÿ˜
.
Ehm, pastesan ada yang ga enak sama badan saya selama ini lol.
.
Jadi, pesannya adalah ngetik dengan monitor yang sejajar dengan mata ya. Googling aja untuk posisi duduk yang benar sehingga leher kita ga nyeri.

78829281_10219129424960964_5755576920502697984_o

Saya jadi kaya’ merasa punya hobi dan kerja yang ekstrim. Terlalu ekstrim naik gunung jadinya scoliosis, terlalu banyak duduk dan depan laptop jadinya cervical radiculopathy ๐Ÿ˜‚ Harusnya memilih jalan tengah (middle way) biar kaya’ Mahayana Buddhism hahaha
.
Sekarang lagi menikmati keduanya. Sebenarnya sih 3 karena scoliosisnya ada 2 tempat. Saya share supaya teman-teman yang punya sakit yang sama bisa tetap enjoy dan gembira, serta beraktivitas kaya’ biasa. Seperti tidak terjadi apa-apa gitu.
.
Percakapan dengan dokter tadi:
Dokter: Jadi kamu harus istirahat total (dari komputer)
Saya: Ga bisa, Dok. Saya kerjanya itu โœŒ๐Ÿป
.
Di dalam hati, kalau disuruh pensiun naik gunung sudah saya lakukan: 2 tahun full, 2 tahun berikutnya hiking ringan, dan baru tahun ke-5 ini yang berani trekking 9 hari non-stop.
.
Balik ke yang tadi, symptom-nya simple banget: suka sakit kepala, panas dan meriang ga jelas penyebabnya dan saya pikir masuk angin karena kecapekan aja, lalu sakit di leher, bahu, bagian punggung belakang yang kaya’ berasa digebukin. Ada 1 titik di sum-sum tulang belakang yang sakit kalo ditekan. Dokter bilang itu titik pas tulang bengkoknya. Kadang juga tangannya kaya’ kebas tapi sekarang udah ga lagi.
.
Ada 1 waktu yang pas pagi bangun tidur ga bisa angkat badannya karena leher sampe kepala dan tangannya ga bisa diangkat. Kalo ga salah itu pas gladi bersih ato pembukaan pameran SBT di kaikan. Jadi bangun pake jurus guling-guling sampe dekat lantai. Saya sudah pengalaman ginian di 2015 dulu, jd udah tau triknya hahaha ๐Ÿ˜Ž Sekarang kalau udah tau nama penyakitnya dan kilas-balik inget gejala-gejalanya koq jadi kaya’ horor sendiri ya. Horor yang artinya tanda-tanda bahwa sekarang harus mulai ingat umur dan ambil treatment yang tepat. Dokter sudah minta fisioterapi dan cek lagi bulan depan.
.
Saya selama ini suka berpikir apa sakitnya itu hanya perasaan saya saja, ternyata afirmasi positif tidak selalu tepat koq! Periksa ke dokter gih bagi yang hanya suka rasa-rasanya saja; kaya’ saya yang kalau ga terpaksa banget ga pernah ke dokter, dan masih rejeki karena kondisinya masih bisa sembuh dengan fisioterapi dan berenang rutin.