Peduli

Tadi sore sekitar pukul 6 di dalam KRL aku merasa sangat malu, lantaran malas berdiri hanya untuk memberikan tempat duduk kepada Ibu separuh baya. Perempuan muda yang duduk tak jauh dariku justru yang berdiri dan mempersilahkan Ibu itu untuk duduk, namun ditolak oleh Sang Ibu dengan halus, padahal ketika aku sampai di stasiun perhentianku, Ibu itu masih saja berdiri. Sungguh yang tadinya aku lupa untuk malu, menjadi malu dan semakin malu. Perjuangan adalah setiap detik, setiap moment, ketika lengah maka akan dikalahkan oleh iblis di dalam diri kita. Rasa peduli-ku hari ini hilang, menyadari ini membuat penyesalanku lebih mendalam.

Peduli-lah yang membuat kita mampu menghormati orang lain, lebih jauh… peduli adalah tenaga pendorong untuk berbuat kebaikan pada sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.