Terlambat (ramai-ramai)

img_8283

Agak mengesalkan kalau terlambat padahal hari-hari sebelumnya kita tepat waktu. Sejak tanggal 7 Desember 2018 lalu, saya sampai kampus sebelum 7.30 pagi, kecuali 2 kali terlambat 4 menit, dan hari ini – terlambat 20 menit karena hujan. Rasanya sangat menyesal karena kalah di pagi hari. Kereta yang saya naiki juga kosong, biasanya ramai. Jangan-jangan memang banyak yang terlambat hari ini?

Kalau di kampus, jawabannya iya. Agak sepi tak seperti biasanya. Terlambat ramai-ramai.

Ketika umur sudah berkepala 3 seperti ini, saya teringat bahwa dulu tak pernah satu kali-pun saya terlambat semasa SD hingga SMA, dan seingat saya hanya sekali-dua kali ketika S1. Berarti lebih kurang saya tak pernah terlambat selama 16 tahun berturut-turut. Riwayat terlambat saya dimulai di tahun-tahun menjelang lulus kuliah S2, lalu berlanjut hingga kerja di Jakarta. Kebiasaan yang sangat buruk.

Tepat waktu adalah tidak terlambat dan tidak kecepatan. Ini saya pelajari betul ketika mengikuti pendidikan navigasi darat di YABI (Yayasan Alam Bebas Indonesia). Maklum, kalau tidak betul-betul, sarapan paginya push-up :p

Sekalinya bertekad tidak mau terlambat lagi, memang butuh perjuangan. Kemenangan satu hari dimulai dari pagi hari. Besok berjuang lagi!

Oh ya, salah satu pemicu agar semangat bangun pagi adalah mencintai pekerjaan kita, seperti yang dikatakan oleh Vincent van Gogh:

I put my heart and my soul into my work, and have lost my mind in the process.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.