Menyerah

Malam ini saya membuat sebuah keputusan menyerah terhadap sesuatu. Saya menyerah bekerja dengan orang-orang yang bertipe ini:

It’s time to give up. I am done being strong. Kini saya memilih untuk memfokuskan diri untuk mengerjakan hal-hal yang lebih bernilai, tidak abstrak alias punya outcome yang jelas. Jika hal-hal tak menyenangkan seperti ini terjadi pada saya lima tahun yang lalu, mungkin saya akan tetap bertahan dan optimis, namun jarang saya temui ending yang baik. Maka saya belajar, belajar untuk hidup menerima kenyataan dan mengatakan tidak. Mari hargai hidup dan waktu kita sendiri untuk lebih banyak menciptakan nilai kehidupan yang lebih bermanfaat, dan beranilah untuk mengatakan tidak!

Mungkin setelah ini saya akan baca buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.