Wish List Peralatan Pendakian Ultralight

Ceritanya, sejak saya tau bahwa saya scoliosis di bulan Februari 2015, saya sudah tidak pernah mendaki gunung lagi. Kini 2 tahun sudah berlalu, masa iya saya hanya pergi hiking gunung di bawah 1000m saja hihihi… Gunung-gunung yang menghibur saya ketika scoliosis adalah Gunung Bintan (Tanjung Pinang), Gunung Nglanggeran (Yogyakarta), dan Gunung Pulai (Johor Bahru). Tahun lalu semua peralatan gunung juga sudah saya hibahkan ke Mapala Kampus saya. Maunya berhenti naik gunung, tapi ternyata tidak bisa 😀

Sekarang sudah saatnya saya “nekat” menjalankan hobi saya lagi, tentunya dengan beberapa pertimbangan, terutama beban ransel. Saya harus membawa barang seringan mungkin untuk pendakian-pendakian yang akan datang. Gerilya mencari peralatan gunung baru ternyata sangat menyenangkan. Tentu belinya harus nyicil hahaha

CARRIER

Saya menggunakan Osprey Kyte 36 warna biru laut yang beratnya hanya 1,4 kg dan bisa membawa beban 11-18 kg. Belinya di Outlive (Lotte Shopping Avenue). Setelah ngukur torso dsb, saya pakai yang ukuran WX/S. 

SEPATU

Saya menggunakan sepatu Jack Wolfskin hijau yang saya beli di Outlet Biru Jogja. Belinya pas lagi diskon dan tanpa kotak. Harga Rp. 380.000,- kalau tidak salah. Made in Vietnam. Baru 1x pake sol nya sudah lepas ckckck… Sekarang saya lagi cari tukang sepatu yang bisa jahit sepatu saya. Selain JWS saya sekarang menggunakan sepatu kets Reebok untuk hiking. Reebok ini tahan banting juga dan enak dipakai. Biasanya  saya menggunakan sepatu yang mid-cut atau high-cut, tapi sekarang saya sudah mulai berani menggunakan sepatu low-cut, asalkan saya lebih berhati-hati ketika jalan. Maklum engkel kaki saya sudah sering keseleo 😀

……..Lalu untuk jaket sekarang saya menggunakan TNF dan Uniqlo AIRism. Beli TNF nya pas lagi promo 70% acara Outfest Jakarta 2015. Selain itu pisau lipat, pakainya Kershaw Leek hadiah teman. Peralatan lainnya masih berupa wish list, yaitu:

  1. TENDA. Saya mau tipe ultralight 1p yang harganya sekitar 1 juta. Pilihan pertama saya adalah Moonlight 1p keluaran Merapi Mountain. Kedua baru akan pilih Ultralight 1p Nature Hike.  Maunya TNF Tadpole hehehehe tapi ga sesuai budget.
  2. KOMPOR. Ada 2 jenis kompor yang masih saya pertimbangkan, antara Trangia Mini (350 ribu) dan Trangia 27-6 HA (1,3 juta). Plus beli botol 150ml (150ribu). Kekurangan Trangia Mini adalah harus membuat penahan angin sendiri. Ehm…
  3. SLEEPING PAD: Klymit Static V. Harga 750ribu
  4. MATRAS sebagai penggantinya akan pakai yang terbuat dari aluminium foil. Harga sekitar 100ribu
  5. SLEEPING BED: Merapi Mountain yang bisa bertahan di suhu 2-7 derajat. Harga 550ribu.
  6. BAJU DAN JAKET. Untuk base layer akan pakai produk heattech nya Uniqlo (@200ribu) plus jaket UL Down uniqlo (1,1 juta).
  7. dll…

So, naik gunung mahal? Emberrrr hahahaha…. Mahal karena maunya banyak, dan yang dimaui UL semua. Kalau ga UL banyak koq yang murah-murah, tapi buat yang scoliosis seperti saya, peralatan UL bukan buat gaya-gayaan. Kebutuhan atuh! Ini pun sudah dipilih UL yang paling murah 😀

Maret ini saya rencana mendampingi anak-anak Mapala Kampus ke Gunung Gede 😀 Semoga terbeli ya hahaha good luck!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.