Mode transportasi saya di Jakarta

Tuisan kali ini adalah lanjutan tulisan saya yang sebelumnya tentang transportasi yang saya gunakan di Jakarta. Di tulisan itu saya memang belum memasukkan transportasi publik yang bisa diakses oleh Android saya, seperti GoJek dan GrabBike. Nah, sekarang saya ingin berbagi pengalaman saya tentang 2 aplikasi yang selalu saya gunakan tersebut…

Lokasi terjauh rutin yang biasa saya capai dari tempat kos, yaitu dari Kos ke Gedung Soka Gakkai Indonesia adalah 14,x km. Artinya biaya GoJek masih Rp. 15.000,-. Itu adalah harga normal. Maka saya pasti akan memilih GoJek.

Sebelumnya saya adalah pelanggan setia GrabBike, tapi saya pernah dibuat nyaris mati olehnya. Satu driver GrabBike di satu malam membawa saya menerobos lampu merah, naik ke jembatan layang kuningan-kokas yang harusnya haram dimasuki oleh motor, dan menyalip di antara 2 motor dengan kecepatan tinggi.

Jadi, pilihan pertama saya untuk ojek motor adalah GoJek; kedua barulah GrabBike.

Lalu tentang taksi. Pilihan pertama saya berganti dari Taksi Bluebird ke GrabCar. Mau gimana lagi coba? GrabCar terbukti lebih murah. Dari contoh lokasi tempuh saya tadi, jika naik Bluebird bisa sampai 70ribu-an, namun GrabCar biasanya berkisar di angka 48ribu saja. Namun jika hujan atau lalu lintas padat, harga GrabCar bisa sampai 2x lipat.

Saya biasanya memilih Taksi Bluebird jika tujuan saya lebih dari 1, karena GrabCar hanya bisa 1 tujuan saja. Saya tidak pernah berpikir selain Taksi Bluebird dan GrabCar karena alasan keamanan dan kenyamanan saja. Paling-paling pun saya memilih Taksi Ekspress.

Oh ya, saya agak jarang memakai motor saya sendiri untuk tujuan yang  jauh-jauh, kecuali untuk kunjungan anggota saja. Masalahnya kemarin saya sempat ke tukang urut. Naikin rahim sedikit. Tukang urut saya bilang jika naik motor menerabas lobang bisa timbulkan guncangan yang kuat. Nah, hal itulah yang bahaya bagi rahim kita. Bisa turun. Syukurlah kemarin hanya turun sedikit😀

Begitu saja. Transportasi lain favorit saya masih tetap sama: KRL. Murah meriah, cepat dan merasa lebih aman.

—-

nb: Beberapa hari lalu, nama GrabBike sudah berubah menjadi GRAB saja, sob.

3 thoughts on “Mode transportasi saya di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s