Eagle kembali lagi ke kos…

Pagi-pagi tadi sebelum ngampus saya sudah berencana akan makan siang di kos karena sudah memasak nasi. Ternyata ketika jam 13.30 sesampainya di kos, ada Eagle yang sedang duduk di depan pintu kamar. Huff! Rindunya saya sama dia. Dia telah kembali dan mencari saya setelah seminggu sehari menghilang 🙂

Ternyata maknanya saya pulang di siang hari adalah untuk bertemu Eagle.

Kaki kanan belakangnya pincang. Mungkin terjatuh atau ketabrak. Badannya terutama kakinya sangat kotor, dan ada beberapa luka. Sebentar lagi dia pasti akan sembuh. Saya yakin itu. Welcome home, Eagle!

Menanglah dalam upaya-upayamu!

Saya merasa beberapa hari ini tidak tenang. Pasalnya, sore di Sabtu lalu saya membonceng teman saya, dan saya ditabrak oleh motor yang barang bawaannya berlebih, melebar di kiri-kanannya. Motor itu menabrak dari sisi kanan saya. Alhasil saya berusaha mengendalikan motor sehingga saya dan motor tidak jatuh, namun teman yang saya bonceng jatuh terguling. Kepalanya ada terbentur di aspal. Terbentur sedikit katanya. Ketika terbentur, dia sempat pusing lalu pusingnya hilang sampai pagi tadi. Siang ini lantas dia ke dokter, dan tidak bisa rontgen karena alat rontgennya rusak. Ya begitulah…

Penabrak nasibnya bagaimana? Dia hanya duduk di atas motornya, melihat ke belakang, melihat saya, motor dan teman saya, tanpa turun dari motornya. Lagaknya seperti sedang menunggu temannya datang dari belakang. Saya bilang ke dia silahkan pergi, tanpa meminta apapun. Ahhhh baiknya saya, atau gobl*k? Entahlah, kejadian itu berlangsung sekejap. Semoga teman saya tidak apa-apa. Hanya itu saja yang ada dalam benak saya. Ga. Sebenarnya ga itu saja. Saya khawatir minta ampun sampai berpikir yang tidak-tidak -_- husss…pergilah jauh-jauh pikiran jelek ini. Saya merasa sangat-sangat bersalah. Jika waktu bisa diputar, saya mau menggantikan dia dalam sakitnya.

Saya juga sedang backpain. Saya tidak tau penyebabnya apa, karena saya merasa tidak terkena apapun ketika insiden motor tersebut. Badan yang sakit hanya di sisi kiri belakang saya. Apa mungkin ini akibat karena saya menahan motor saya ya? Ehm…

Selain persoalan itu, di kantor pekerjaan saya juga sangat menumpuk, harus mengerjakan a, b, c,… Terkadang berpikir juga untuk fokus A saja dan meninggalkan B, C, D,… tapi belum bisa. Sepertinya dari dulu memang ga pernah bisa -_-

Memang selama bulan ini rasanya sudah sangat mengeluarkan energi. Seperti menguras energi habis-habisan…. Namun saya sangat puas dengan hasilnya 🙂

Hidup harus terus berlanjut, dan saya sekali lagi, harus terus menantang diri dengan tidak kalah pada kesulitan. Continue reading “Menanglah dalam upaya-upayamu!”