200DC-2 D7 | Seekor Kucing Bernama EAGLE

IMG_20150331_230621Namanya Eagle. Aku ingin ia bisa menatap angkasa tanpa rasa sakit di lehernya yang hampir terbelah. Siang tadi aku dan Erik menyempatkan diri melihat Eagle di Vet. Sudah 1 bulan lebih aku tak menjenguknya. Biasa kabar hanya ditanyakan via sms antara Erik dan Sang Dokter Hewan-nya saja. Sekarang bulunya sangat-sangat rontok hingga bisa kulihat kulitnya langsung. Ia tampak sedih dan tidak bersemangat. Aku bisa mengerti perasaan Eagle. Sangat bisa meski aku seorang manusia. Hanya dengan menatap mata kucing dan anjing saja, kita bisa merasakan perasaan mereka -_-

DSC_0025

Hari ini adalah hari ke-96 ia berjuang dengan hasil operasinya yang belum sempurna. Mana bisa sempurna jika ia selalu menggerakkan kepalanya; yang membuat jahitannya lepas seperti foto di bawah ini. Dokter memutuskan untuk tidak menjahitnya lagi dan hanya akan menunggu lukanya kering. Aku tau bahwa luka seperti itu sangat gatal, Eagle. Aku tidak diperkenankan membawa Eagle pulang dikarenakan Eagle masih membutuhkan perawatan intensif.

img1427992310982

Cerita tentang Eagle ini berawal di tanggal 24 Desember 2014. Pagi itu di area parkir motor kampus, seekor kucing berkalung merah duduk dengan tenang. Ketika kudekati, ada sesuatu yang aneh. Ternyata corak merah bernanah tersebut adalah darah; dan darah tersebut membentuk sebuah dasi karena sudah mengering hingga ke depan dadanya. Di antara warna merah tersebut, ada beberapa garis berwarna coklat. Coklat karet gelang. Seseorang telah mengalungi Eagle dengan karet gelang hingga karet tersebut menyatu dengan leher bagian atasnya. Sungguh aku menuliskan hal ini dengan emosi!

Seorang Satpam Kampus yang baik hati memotong karet tersebut di bagian yang memungkinkan. Satpam tersebut hatinya mulia sekali. Aku tak tau bagaimana cara ia memotongnya, karena karet tersebut sangat ketat terpelintir di leher Eagle. Ia memotong tanpa sepengetahuanku. Aku cepat-cepat memanggil Erik, meminta tolong padanya untuk mengantarkan Eagle ke vet.

Aku tak akan berhenti berterima kasih pada Erik, juga Pak Satpam tersebut; yang bersama Erik terus mengejar Eagle dan akhirnya mampu menangkap Eagle yang hendak melarikan diri dari penyelamatan.

Menurutku ini adalah sebuah penyelamatan, mungkin bagi Eagle sebaliknya. Suasana jiwa Eagle sekarang mungkin sedang di dunia neraka dan kelaparan. Aku selalu melihat makanan Eagle yang kurang; mungkin dokter mengharuskan ia  program diet juga. Memang banyak kemungkinannya. Kadang-kadang memang harus menahan diri dan tabah hingga kamu sembuh total, Eagle. So, be strong!

Aku akan segera mengembalikanmu ke taman bermain Trilogi lagi…

Si Erik “Tan-tan” Armayuda pernah mengangkat episode Eagle ini dalam komiknya. Selamat menikmati…

3e“seorang wanita memanggilku… dia pasti suka padaku”
-tantan

2eSiklus bahagia dalam kehidupan itu seperti dinamo yang berputar dari poros postif dan negatif. Terkadang dengan lambat, tapi lebih sering cepat. Jadi biasakanlah!

1e “Apa yang menjadikan manusia istimewa?
Karena dia bisa memilih kebaikan saat dia diberi kebebasan memilih keburukan”

One thought on “200DC-2 D7 | Seekor Kucing Bernama EAGLE

  1. Pingback: Sebuah Batas Kecintaan pada Kucing | Woosah – Bernafas di Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s