200DC-2 D3 | Transportasi Pilihan Saya

Di Komuter

Ada 3 jenis alat transportasi yang selalu kugunakan di Jakarta sesuai dengan sikon-nya.

Pertama, MOTOR. Motor selalu nyaman digunakan ketika badanku dalam kondisi prima, ketika cuaca mendung tapi tak hujan, serta ketika jalanan Jakarta sedang tidak musim macet.

Kedua, TAKSI. Taksi paling cocok digunakan ketika saya harus pergi jauh di pagi hari. Ketika baru bangun tidur dan sedang mengumpulkan nyawa – disitulah saya akan sangat nyaman menelepon si tukang taksi. Lalu saya gunakan taksi ketika hujan, atau ketika badan saya sedang lelah —- atau juga ketika ini: Saya harus buru-buru sampai di pagi hari sedangkan saya belum mempersiapkan diri untuk bicara di hari itu. Di taksi saya bisa menyusun konsep yang akan saya bicarakanšŸ˜€

Ketiga, barulah KOMUTER. Jika saya punya banyak waktu, saya akan memilih jenis transportasi ini. Komuter hampir selalu penuh sesak. Oleh karena itu, gerbong khusus perempuan akan sangat membantu; setidaknya saya tidak perlu mencium beraneka aroma lelaki di gerbong campuran. Saya juga tidak pernah lupa membawa buku ketika berada di komuter.

Dulu-dulunya saya juga membawa buku di komuter, tapi tidak pernah sanggup saya baca karena hampir selalu ketiduran di sana. Mungkin ketika itu saya masih beradaptasi dengan lingkungan Jakarta. Perputaran tenang Jogja yang tiba-tiba harus saya tinggalkan; beralih ke sebuah lingkungan yang serba buru-buru; sampai-sampai banyak orang yang lupa caranya mengantri. Hal ini cukup menguras energi, tapi saya ingin tetap bergerak dengan kecepatan saya sendiri — meningkatkan kecepatan secara bertahapšŸ˜€

Pilihan transportasi lainnya, yaitu city-bus, angkot, metro-mini, dll….. Saya tidak pernah suka dengan transportasi selain 3 jenis yang sudah saya sebutkan tadi. Bukan apa-apa, hanya karena saya malas berpindah-pindah dari 1 halte ke halte lainnya. Perjalanan ini adalah milih pribadi, maka pilihlah alat transportasi yang sesuai dengan kenyamanan diri sendirišŸ™‚

One thought on “200DC-2 D3 | Transportasi Pilihan Saya

  1. Pingback: Mode transportasi saya di Jakarta – Woosah – Bernafas di [Jog]Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s