Kucing dan Laki-lakinya

Jemarinya bergerak lincah di atas keyboard, telinga mendengarkan lagu yang entah apa judulnya, dan pikirannya sedang melayang. Matanya nampak hendak teteskan butiran air karena rasa rindu yang mendalam terhadap kucing-kucingnya…

Ia pernah, dan bahkan seringkali bercerita padaku kelucuan-kelucuan 2 kucingnya – si Melos dan si Kunyik – yang ia tinggalkan begitu saja di Jogja – sebuah kota seribu kenangan yang tiap ia ceritakan, aura rasa harunya terasa kuat.

Kini memang ia hidup juga bersama seekor kucing yang mempertemukan dirinya dengan laki-laki kesekian; yang padanya ingin ia berkomitmen.

Pada laki-laki itu, ia rasakan yakin. Ia masih saja percaya bahwa keyakinannya akan menggoncangkan semesta hingga dewa-dewi sepuluh penjuru berpihak padanya – memuluskan jalannya hingga ke pelaminan.

Ahhh itu terlampau cepat baginya…. atau cepat bagi orang-orang di lingkar satunya? Entah – Ia perempuan satu-satunya yang tau hasrat hidupnya sendiri – tentang laki-lakinya sendiri.

 

One thought on “Kucing dan Laki-lakinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s