Masih Membersamai Kunyik. Eits, Seli!

Tepat satu bulan sudah saya merawat Kunyik. Namanya pun sudah berganti menjadi Selinuntia. Selinuntia berasal dari nama Selinuntius – sahabat sejati Melos dalam cerita Run, Melos! …dan panggilannya adalah Seli. Nama mencerminkan karakter, katanya. Sudah pernah kuusir ia dari kamar, namun ia merengek masuk dan saya menjadi luluh lagi. Sekarang saya hanya membangun ichinen terus-menerus setiap hari agar bisa melakukan yang terbaik untuk kesembuhan total si Seli.

Ya, setiap hari ada beberapa kali ia masih keluarkan cacing pita seukuran +/- 1 cm dari duburnya. Kemarin saya baru sangat menyadari bahwa ternyata ia juga sangat sering mengeluarkan telor cacing pita. Tadi siang sudah saya berikan ia Drontal Cat 1/4. Semoga cacing-cacingnya segera mati di tubuhnya. Semoga keputusan saya benar karena baru selang 1 bulan sejak ia minum obat cacing yang pertama.

Ehm, cacing-cacing itu cukup membahayakan bagi saya dan Melos! Mengambil tanggung jawab merawat ia berarti saya juga mesti lebih menjaga kesehatan saya dengan sebaik-baiknya. Cairan detol selalu siap mencuci tangan dan badan saya, cairan pembersih lantai pun sudah diganti dengan bayclin. Saya juga membeli roller-pembersih-bulu untuk sprei dan baju-baju saya. Saya juga selalu mengonsumsi vitamin dan makanan yang lebih sehat. Saya sempat sakit juga, dan hari-hari mendatang saya akan berusaha untuk tetap prima sehingga daya tahan tubuh saya kuat. Intinya, sekarang harus ekstra bersih. Otomatis, juga ekstra capek.

Melos and Seli

Kalau dipikir-pikir saya juga tidak habis pikir bagaimana bisa saya mempertahankan Seli sejauh ini. Alasan-alasan itu sudah tidak penting lagi. Saya berjanji pada diri sendiri akan melakukan yang terbaik. Kesempatan ini pun membuat saya sadar bahwa benar saya adalah keturunannya ayah saya haha dia adalah orang yang lebih tidak jijik lagi dalam merawat hewan hingga sembuh. Tangannya sangat dingin, hewan yang sekarat pun bisa “hidup-lagi” dan sekarang saya bisa rasakan kepuasan luar biasa melihat pulihnya si Seli.

Terakhir, saya ingin berbagi apa yang menguatkan saya. Hal itu terjadi ketika saya menonton film “Kanta and The Deer”, sebuah film animasi karya Ikeda sensei tentang anak kecil yang menyelamatkan seekor rusa berekor emas🙂 Hidup memang sudah seharusnya berjalan sesuai dengan hukum alam, yaitu welas asih. Saya akan bertahan! Nammyohorengenkyo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s