Membuang atau Merawat si Kunyik?

16122013211

18122013263

Oh, sungguh terkadang aku benci kepada aku.

Ini adalah hari ke-8 si Kunyik bersamaku (sejak 11/12) dan ia belum juga sembuh. Selama itu pula aku tidak tidur nyenyak. Kemarin ia coba tak kukandangi, alhasil ia membuang kotoran beberapa kali di atas tempat tidur. Kurasa, ia sering tak sadar ketika melakukannya. Buktinya ia tetap saja tidur bergelimangan “itu”. Sore-sorenya kemarin tlah kumandikan ia, bersama dengan cairan penghilang kutu.

Pagi ini aku coba untuk membuangnya melepaskannya ke luar kamar. Ia terus minta masuk. Itu tak masalah. Kucing normal memang begitu, namun yang membuatku tak tega, justru kotorannya berceceran di lingkungan kos. Ya, kotoran yang mengandung cacing hidup. Entah kenapa cacing itu tak mati saja di dalam perutnya baru keluar. Ia ternyata memang belum sembuh benar. Sore ini rencana akan kubawa kembali ia ke dokter, dan malam ini akan kukandangi.

18122013238

Aku sungguh tak tau mengapa aku melakukan ini semua, pekerjaan yang “orang” bilang pekerjaan kurang kerjaan. Apakah pekerjaan ini bernilai, berhargakah untukku? Pengangguran macam aku ini memang terlalu banyak prokrastinasinya.

Sungguh aku benci kepada aku ketika tidak dapat membiarkan sesuatu yang menggangu hati nuraniku. Cepatlah kau sehat, Kunyik! Bagaimana pun juga, kau tentu tahu bahwa aku sayang padamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s