Weekend Bersama Kayokai-sisters :D

Hahaha apapun tujuannya ke Jakarta, kudu disempat-sempatin mampir ke Honbu (SGI Headquarter). Honbu adalah seperti tempat saya untuk me-recharge energi πŸ˜€

Begitu pun ketika mendengar bahwa saya harus mewakilkan orang tua saya dalam acara Tridharma untuk menerima penghargaan engkong saya, saya langsung membuat jadwal “main” ke Honbu dan hari itu bertepatan dengan ujian Buddhisme. Saya mengikuti ujian pemula ujicoba. Penting sekali meskipun kita sudah lulus ujian tetap mengulang jika ada kesempatan karena belajar Buddhisme bertujuan untuk memperkuat hati kepercayaan kita, seperti bimbingan Ikeda sensei:

BUDDHIST study is not the mere memorization of theory. Your determination to study is an important aspect of your attitude in faith. You must understand that we study to deepen our faith, to promote kosen-rufu and to progress towards our attainment of Buddhahood. (Daisaku Ikeda)

Kedatangan kali ini saya memanfaatkan kereta api Krakatau yang baru saja beroperasi selama tiga hari sejak Rabu, 24 Juli 2013. Dengan membayar tiket seharga seratus ribu, saya mendapatkan kereta api yang sangat bersih, berpendingin udara, on-time, dan yang paling saya sukai adalah jadwal keberangkatannya tengah hari.

Lalu, demi mengejar waktu, saya pulang pada hari minggu (28 Juli 2013) dengan Lion Air. Tiket pulang dengan KA Krakatau yang seharusnya hari Senin pun saya batalkan. Cara pembatalan tiket sangat mudah dan bisa kita baca di website kereta api yang keberadaannya saat ini sangat membantu kita, terutama fasilitas booking H-90 πŸ˜€

270720131731Susasana dalam KA Krakatau

Saya menikmati saat-saat yang sangat menyenangkan bersama kayokai-sisters saya, apalagi hari itu adalah hari ulang tahun Yuvi. Kami mengobrol, berkumpul, makan, ketawa-ketawa dan berbagi semangat πŸ˜‰

Beberapa moment sempat diabadikan dengan kameranya Ci Dessy hahaha

IMG-20130729-WA0001Ci Dessy, Saya dan Linda

IMG-20130729-WA0002Ci Dessy dan saya

IMG-20130729-WA0004Ci Dessy, Linda, Yuvi, Saya dan Novita (dari Batam)

Setelah saya merepotkan Yuvi dan mamanya yang menampung saya selama satu malam dan Ci Mina yang juga berbaik hati mengantarkan saya dari Honbu ke tempat acara Tridharma di Tangerang, saya pulang dengan senyum-senyum sendiri dengan membawa titipan Septa kepada Apri, yaitu cover kyobon (buku doa) yang akan dibagi-bagi oleh Apri kepada teman-teman pemudi Jogja πŸ˜€

280720131734Cover Kyobon dari Apri

Hal lain yang membahagiakan adalah ketika Urara san mengirimkan foto ujian teman-teman Jogja πŸ˜€

Ujian budhismeUjian Buddhisme di Jogja

Selama perjalanan ini, meskipun bukan Kayokai-sisters saya, saya juga berterima kasih banyak kepada Puput yang menjemput saya dari St. Pasar Senen dan mengantarkan saya ke rumah Yuvi di malam hari πŸ˜€

Thank you semuanya! Weekend kemarin saya lewati dengan sangat bahagia hahahaha ……dan ssttt wawancara beasiswa tesis LPDP di Senin pagi harinya pun sudah saya lewati dengan maksimal dan tanpa penyesalan. Diterima tidaknya beasiswa tersebut saya serahkan pada doa dan rejeki saja πŸ˜€

Terima kasih, kayokai-sisters. Love u πŸ˜‰

Peringatan Hari Tridharma Indonesia (28 Juli 2013)

310720131788

Beberapa hari sebelum hari pelaksanaan, saya mendapat telepon dari orang tua saya. Mereka meminta saya untuk datang ke acara Peringatan Hari Tridharma Indonesia pada tanggal 28 Juli 2013 karena pada hari itu, engkong saya (Nyo Hok Bie/Romo Robi Sunyoto) akan menerima penghargaan dari Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI. Entah penghargaan apa, mungkin sejenis penghargaan yang diberikan kepada tokoh Tridharma. Acara seharusnya dimulai pada pukul 3 sore, namun baru mulai 30 menit kemudian. Menjelang pukul 6 sore pun, acara tak kunjung usai dan saya harus segera pulang ke Yogyakarta dengan penerbangan terakhir pukul 7 malam. Akhirnya, saya tidak jadi mewakili engkong saya menerima penghargaan itu.

Mengikuti acara tersebut, saya jadi menambah pengetahuan seputar Tridharma dan Kwee Tek Hoay sebagai pendiri dan pencetusnya, juga dikatakan dalam bimbingan rohani dan kata sambutan yang dibawakan oleh para ketua bahwa Kwee Tek Hoay merupakan pelopor agama Buddha pasca Majapahit. Wow, saya baru tau!

Rekaman Kesukaan

Lagu Puisi – Untung Basuki

Sudah beberapa kali saya menghadiri pementasan mas Untung, dalam beberapa pengajian Cak Nun, juga dalam acara mengenang wafatnya WS Rendra. Saya selalu menyukai lagu puisi yang dibawakannya. Teman saya, Erry, juga kadang bercerita tentang mas Untung karena Erry dulu pernah bersama-sama di Bengkel Teater Rendra. Beberapa minggu lalu, ketika melihat pameran foto seni “Walter Spies” di Bentara Budaya, tidak sengaja saya menemukan buku ini. Senangnya πŸ™‚

080720131440

Cak Nun di Karta Pustaka – Mengenang 2 tahun wafatnya Rendra (Agustus 2011)

Tidak terasa acara ini sudah berlangsung 2 tahun lalu dan betapa senangnya saya bahwa saya telah menghadiri acara tersebut hahaha… Ketika saya sedang browsing sebatang lisong di Youtube, tidak sengaja saya menemukan ini:

WS Rendra

Sebatang Lisong

Hai, Ma!

Lingkaran – Sawung Jabo dan Iwan Fals

Sawung Jabo:

Iwan Fals:

Mencari Tuhan – Kelompok Kampungan

Pendidikan Navigasi XIV – 2013

Membaca surat edaran dari Yayasan Alam Bebas Indonesia (YABI) perihal undangan Pendidikan Navigasi XIV 2013, saya langsung bersemangat. Saya menemukan informasi kegiatan ini secara tidak sengaja ketika saya mencari informasi PDW (Pendidikan Dasar Wanadri). Ahhh tidak ada tes masuk Wanadri tahun ini, tidak apa-apalah. Masih ada pendidikan ini. Menuju PDW 2014 pada tanggal 21 Agustus – 24 September 2014, saya akan memulai persiapan saya dengan mengikuti kegiatan YABI ini. Belajar navigasi πŸ˜€

Hmmm butuh kerja keras, seperti sms mas Totok beberapa hari lalu ketika saya mengatakan bahwa saya sudah melunasi biaya pendaftaran. Ia mengatakan bahwa saya harus mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan, fisik dan terutama adalah mental.

Sekarang saya tidak bisa berpikir perfeksionis, idealis atau segala macam hal. Saya lakukan apa yang saya mampu dan apa yang ada di depan mata. Sejauh hal-hal ini sesuai dengan tujuan hidup saya, tidak ada alasan untuk tidak mengambilnya.

Saya lampirkan surat dari YABI yang bisa diunduh juga di sini.

Β Β  ( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_1( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_2( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_3( uploadMB.com ) PENDIDIKAN YABI DIK-NAV XIIII-2013_Page_4

Menjelang hari-H yang tidak sampai satu bulan lagi, saya mulai menyusun jadwal latihan saya seperti berenang dan jogging, dan mungkin juga akan mengulang beberapa pelajaran mengenai navigasi. Saya harus bisa membagi waktu saya dengan kesibukan yang lain sebagai rasa terima kasih kepada orang tua saya yang telah memberikan izin mengikuti kegiatan ini πŸ™‚
Saya tidak ingin tidak memberikan 100% diri saya pada kegiatan ini. Tidak boleh mundur hingga hari terakhir pendidikan dan harus berjuang hingga lulus!Β  Tidak boleh sia-sia!

200DC | Hari ke-68 dan 69

quote

Aku tidak dapat menyimpulkan apapun dari apapun yang terjadi. Semuanya masih tertutupi oleh kabut pekat. Aku masih tetap bertumpu pada kedua kakiku sendiri dan untungnya masih bisa terus bergerak dalam keadaan sadar. Di kiri-kananku, nampak beberapa orang terdekatku juga sibuk bergerak di jalan yang telah dipilihnya sendiri. Memang jalan kami masing-masing berbeda, tapi kami masih terus bergerak maju bersama. Tidak satu pun dari kami yang tau batas perjalanan kami apa atau seberapa lama lagi waktu yang kami butuhkan untuk sampai di tempat tujuan masing-masing. Kami hanya tau bahwa kami harus mencari sendiri apa yang kami butuhkan. Perjalanan ini adalah milik pribadi.

200DC | Hari ke-63 s/d 67

Jadex Tutorial

CaptureSetelah bermalas-malasan belajar Jadex, akhirnya hari ini saya menuntaskan tutorialnya juga. Ohhhh kenapa saya selalu malas berlatih? Saya seperti mau “muntah” saja jika lihat komputer, apalagi kode-kode program. Rasanya sangat membosankan. Ingin rasanya untuk menghentikan hal ini, tapi tidak bisa. Pekerjaan saya memang ini, jadi suka tidak suka, tetap harus saya lakukan πŸ˜€

Tutorialnya bisa dilihat di http://www.activecomponents.org/bin/view/About/Features, sedangkan source code sudah disediakan di repo GrepCode: http://grepcode.com/snapshot/repo1.maven.org/maven2/net.sourceforge.jadex/jadex-applications-bdi/2.3/

Selamat berlatih juga, mantreman πŸ™‚

Hubungan Manusia

Hal yang paling membahagiakan kita sebagai seorang manusia adalah bergelut di dalam hubungan antar manusia. Sebut saja: persahabatan. Paling penting untuk menumbuhkan diri sendiri dahulu dan menjadi kuat sehingga persahabatan yang dibangun pun akan sekokoh karang. Ahhh semoga saya bisa menjadi sahabat yang baik. Percayalah bahwa pada akhirnya kita akan belajar banyak dari persahabatan yang kita bina, terutama kita bisa belajar untuk mengatasi rasa ego diri sendiri πŸ™‚

Mountain Addict

Betapa saya ingin sekali ikut mendaki bersama Mas Mbenk kemarin (5 Juli). Rasa inginnya sudah memuncak. Kemarin adalah titik klimaks ketahanan saya. Ya, saya merasa begitu. Tubuh dan pikiran saya sangat ingin menggagalkan janji pada diri saya sendiri. Entah mengapa bisa-bisanya tahun lalu saya membuat janji bahwa saya tidak akan naik gunung hingga saya lulus kuliah. Sebenarnya naik gunung tidak akan menjadi masalah jika saya bisa membagi waktu dan fokus. Sayangnya, saya tidak mampu. Saya mengerti batas ketahanan diri saya sendiri.

Akhirnya, saya berhasil mengontrol diri saya. Saya berhasil mengatasi dorongan naik gunung saya. Sebagai hadiahnya, saya memperoleh perasaan sangat puas πŸ™‚

A Youthful Diary – Daisaku Ikeda

Akhir-akhir ini saya sering membaca buku catatan harian Ikeda Sensei. Buku ini ditulis pada tahun 1949-1960, ketika Ikeda Sensei berusia 21 tahun hingga Ia dilantik menjadi Presiden ke-3 Soka Gakkai pada usianya yang ke-32 tahun.

Kemarin, saya tidak sengaja membaca tekad yang ditulis oleh Ikeda Sensei ketika usianya sama seperti saya sekarang:

Must develop genuine ability; must study and polish my skill. No choice but to forge ahead tirelessly, more than others, more than anyone. Twenty-seven years have passed since I began this voyage of life. Must stand up in three years, when I am thirty. Will live powerfully! (Sept 23rd, 1955)

Baiklah Maya, maju pelan-pelan dan coba kerjakan tesis sedikit demi sedikit lagi!

200DC | Hari ke-42 s/d 62

Sudah dua puluh hari saya tidak menulis. Ehm, begitu cepatnya waktu berlalu! Banyaknya hal yang sudah dilakukan, semoga menjadi bernilai dan ada hikmahnya di masa mendatang πŸ™‚

Tesis

Apa kabar tesis?

Melos

Tidak terasa beberapa hari lagi, tepat dua bulan saya tinggal bersama Melos. Minggu lalu, dia 2x muntah di atas tempat tidur saya. Satu kalinya dia pup dan pipis. Saya benar-benar butuh kesabaran. Baru kali itu saja dia bertingkah tidak sopan. Saya sangat menyayangi Melos, tetapi saya juga harus realistis bahwa memelihara seekor kucing di kamar kos adalah hal yang sulit dan tidak semua orang bisa melakukannya. Saya merasa tidak sanggup lagi. Jodoh kita hanya sampai di sini sajakah, Melos?

Nalurinya sebagai kucing yang suka berkeliaran, kotor-kotoran dan makan sembarangan sisa anak-anak kos lalu “mencret dan muntah” tidak bisa saya cegah. Lagipula, saya ini siapa yang harus memaksakan kehendak saya kepadanya? Dia adalah makhluk bebas dan sudah saatnya orang lain yang lebih baik mengadopsinya. Orang tersebut adalah teman kampus saya dan dia memiliki anak-anak kecil. Wah, Melos pasti banyak teman bermain nantinya πŸ™‚

Terkadang, mencintai memang harus berani melepaskan…

Saya sangat-sangat sayang Melos, tapi ya sudahlah… Biar Melos tetap menjadi kenangan indah saya saja. *bercucuran air mata*

MelosMelos dan tanaman kesayangannya

Tak berapa lama saya menuliskan ini, teman saya mengabarkan bahwa ia akan adopsi Melos hanya ketika saya sudah tidak di Jogja lagi. Ehm. Baiklah. Jodoh kita masih berlanjut ya, Melos.

Ini titik klimaks saya ketika saya sedang sakit, capek, banyak kerjaan dan banyak yang dipikirkan, Melos jadi bandel. Orang kebanyakan akan memelihara binatang sebagai teman di masa pensiun mereka, lah saya yang masih usia produktif malah sibuk bermain-main dan merawat seekor kucing. Oh, berhargakah semua ini?

Stop mengeluh, Maya. Sesuatu yang dinamakan cinta hanya mengenal kata memberi saja. Tak perlulah kau berharap banyak!

Satu hal yang membuat saya benar-benar drop adalah ketika kemarin saya mendengar saudara Melos yang dipelihara oleh x meninggal. Dia meninggal begitu saja. X tidak mau berusaha mengobatinya dengan membawa dia ke dokter. Oh! X juga menyarankan saya untuk membawa Melos ke Pasar Ngasem biar orang pasar bisa menjualnya. Semakin lama saya semakin heran dengan hidup ini, jangan-jangan saya memang orang yang paling “nyeleneh” sendiri -_-

Sesungguhnya ini bukan juga soal cinta-mencinta, tapi soal tanggung jawab. Saya hanya berusaha memenuhi tanggung jawab saya sebagai seorang manusia yang tidak memandang rendah terhadap binatang. Saya hanya melakukan apa yang saya bisa saja…

Oh Melos,… Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya pada kita…

Saya harus mendoakan Melos agar kami bisa hidup dengan harmonis dan seirama!

A Youthful Diary – Daisaku Ikeda

Tadi saya mengatakan bahwa saya sedang sangat capek dan masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Salah satu cara meningkatkan kembali motivasi saya adalah dengan membaca bimbingan Ikeda Sensei. Ketika membaca, mengetahui hati sensei dan melihat bagaimana sensei selalu mendorong dirinya hingga ke batas maksimal, saya akan malu sendiri dan menyadari bahwa apa yang saya lakukan bukanlah apa-apa. Jadi, saya tidak boleh sama sekali mengeluh, apalagi menyerah.

Bulan Juli tahun 1954, beberapa kutipan yang mendorong semangat saya, antara lain:

  • Talked quietly with my wife until late at night. Hope she will never become old. Want her to be eternally youthful. (1)
  • Must not be lazy. Whoever fails to study deeply will regret it for a lifetime. (2)
  • Each year, must use this training course as a stepping-stone to train myself to my fullest ability. (3)
  • Must visit this ‘Eagle Peak’ once each month. (4)
  • The Gakkai’s spirit and ideals should be put into practice more deeply, more powerfully, more fairly and more rapidly. (5)
  • If we forget the debt of gratitude we owe our mentor, from then on we will be lower than animals. Those who devote their entire lives to the mentor – these are true disciples. (7)
  • Returning home, thought of how sorry I will feel for the members who come to my lectures if I do not grow more. (8)
  • The staff members, all excellent individuals, will become the center of the Gakkai and of Japanese society, ten or twenty years from now. (11)
  • To campaign, they must have bodies like iron. (11)
  • I wonder what dire circumstances my life would be in by now if I did not have faith or a mentor in life. (13)
  • Must always arrange things in my mind, then put them into practice. (14)
  • I am twenty-six. I have awakened to the determination to be ready to give my life at any time for Buddhism. I have been fighting to my heart’s content. If I think about it deeply, however, haven’t all my actions been carried out under President Toda’s warm protection? (15)
  • As society grows more complex each year, clothing styles will become more practical. (16)
  • My oldest son, Hiromasa, is becoming quite a raucous child. What destiny awaits him? Can only pray he becomes a healthy, upstanding individual, a man of pure faith, a believer in the Daishonin’s Buddhism. (16)
  • Politicians! Leaders! I want to cry out – do your best! Discard your hunger for fame and wealth and donate your lives for the suffering people! (17)
  • Highly value my great teacher, excellent seniors, fine friends and good neighbors! Must care for and respect them. (19)
  • After Sensei dies, I must act in a pivotal role, taking on heavy responsibilities. (20)
  • Seniors! Lead your juniors by example, through your own growth. Juniors! Continue to follow your seniors and advance! (20)
  • Each time I lecture, I think that I must make courageous progress; must continue to study. (21)
  • Want only to purify my faith, step by step. Deeply ashamed of my lack of ability, my tendency to rely on shallow understanding. (22)
  • Keenly feel that the fundamental power behind every campaign is one’s life-force. (23)
  • Taiko Hideyoshi saying, “People are at once the greatest and the smallest thing in the world.” (24)
  • Exhausted, returned home just after 8:00. Bored. Must take care of my health. Sat quietly at my desk, scribbling notes in my notebook. (30)

Daimoku Bersama

Saya tidak bisa mendorong diri saya untuk bangun jam 05.40 pagi lagi. Saya merasa begitu lelah ketika terbangun hanya untuk mematikan alarm saja dan mendapati diri saya melanjutkan tidur. Berita baiknya, dari daimoku pagi bersama Julie, saya merasakan banyak sekali manfaat.Β Ce Julie, tunggu saya ya! Saya tetap berusaha bangun pagi lagi!

Itu tadi cerita daimoku pagi bersama Julie, sedangkan untuk daimoku malam, mulai dari minggu lalu, setelah Yasuko san dan Jessy memakai whatsapp juga, bersama dengan Dessy, kita membuat group pemudi Jogja yang dinamakan oleh Dessy: Putri Berejeki ^^

Dalam group tersebut, setiap malam kita berdaimoku malam bersama.

belajar gosho Abutsu-boSemua orang memiliki kesulitannya masing-masing, namun kita akan selalu berjuang bersama dan jangan pernah merasa sendiri, my lovely kayokai-sisters. Sama seperti catatan harian Ikeda Sensei, saya juga mau terus berjuang dan bertumbuh lagi. Demi diri sendiri, demi hukum, dan demi masyarakat!

———————————–

…….tesisnya piye, May? πŸ˜€