200DC | Hari ke-27 dan 28

Melos

Hei, Melos sudah tau bahwa ia memang bernama Melos. Rutinitas siang harinya adalah bermain di luar kamar. Ketika aku pulang dan memanggilnya, dari mana pun ia berada, ia akan segera menghampiriku. Biasanya, aku langsung membersihkan telapak kakinya yang kotor dan ia pun tidak pernah memberontak. Ia juga tidak pernah gagal membuang pup-nya di toilet, sehari 2x. Dengan melihat pup-nya, aku jadi lebih memahami makanan apa yang cocok di perutnya dan apa yang tidak hahaha

Kemarin (29/05), ia memanjat pohon belimbing wuluh di depan kamar dan tidak bisa turun sendiri dan malam harinya, ketika aku sedang sangat bersedih, ia seperti mengerti perasaanku. Entahlah, aku memang merasa bahwa kami berdua saling mengerti saja.

Perpustakaan Kota

Sudah lama aku ingin meminjam beberapa buku yang ada di perpustakaan kota dan kemarin sudah kuwujudkan. Senangnya🙂

Buku yang boleh dipinjam maksimal 2 dan masa peminjaman hanya 1 minggu saja. Dua buku pertama yang kupinjam adalah buku kedua Iwan Setyawan yang berjudul “ibuk,” dan buku “Dewey”.

Dewey adalah nama seekor kucing yang hidup di perpustakaan Spencer. Ia yang diperkirakan baru berumur 8 minggu pada suatu pagi terdingin di kota Iowa, berada di sebuah kotak pengembalian buku perpustakaan. Dingin mengakibatkan bantalan kakinya beku sehingga satu minggu kemudian ia baru bisa berjalan. Akhirnya, kucing ini dirawat oleh pegawai perpustakaan, terutama oleh direktur pepustakaannya sendiri, Vicki Myron, dan selama 19 tahun menjadi kucing yang sangat disayangi. Dewey telah memberikan banyak perubahan bagi kota Iowa. Sejujurnya, ini adalah buku pertama tentang kucing yang mau saya baca seumur hidup saya.

Ternyata, rasa sayang memang bisa ditumbuhkan ya🙂

300520131121

Daimoku

Dua hari ini, aku masih tidak bisa bangun pagi. Tesis benar-benar telah membuatku galau sepanjang waktu, membuatku tetap terjaga di malam hari dan berujung pada kemalasan bangun pagiku. Ah, satu minggu ini benar-benar kacau. Jika tidak menjaga irama daimoku, maka irama hidup pun menjadi kacau dan target-targetku blas! tidak tercapai.

Majalah Gunung Gratis

………..namun, aku masih saja punya waktu untuk membaca. Seharusnya memang yang kubaca adalah jurnal-jurnal yang berhubungan dengan penelitianku. Apakah ini sebuah prokastinasi lagi? Prokastinasi adalah penundaan, bukannya kita malas, tetapi kita rajin melakukan hal-hal yang tidak mendukung pekerjaan utama. Sudahlah, lupakan saja soal itu. Beberapa majalah yang bisa kita unduh adalah: Mountmag, Travelist, dan Backpackidea.

Dosen

Baru-baru ini terdapat aturan baru untuk jabatan fungsional dosen. Lima tahun lalu ketika aku menjadi dosen, golongan pertamaku adalah III/A. Artinya, sekarang dosen tidak boleh lagi S1. Karir dosen minimal adalah S2. Selanjutnya, untuk jabatan lektor kepala, jenjang pendidikan dosen minimal S3.

Monggo download Permenpan Nomor 17 Tahun 2013.

Sebagai perbandingan, saya ambil gambar dari sini:

jabatan-akademik-baru

Ya, begitulah. Jalan untuk menjadi seorang pendidik memang tidak gampang #alah

5 thoughts on “200DC | Hari ke-27 dan 28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s