Terlukanya Melos!

Saya tau Melos menunggu saya.

Pukul 10 malam, sepulang dari pertemuan belajar Buddhisme dan makan malam bersama teman-teman Gakkai, saya memarkir motor di depan pagar kos. Hal ini bukan kebiasaan saya karena biasanya saya masukkan motor hingga ke dalam pagar. Lalu, baru saja saya berjalan, Melos duduk di bawah Motor di depan kamar Litha. Tidak seperti biasanya, ia terlihat lemas. Saya panggil beberapa kali dan ia tak merespon. Saya mendekatinya. Ternyata ada darah di kakinya. Saya angkat dia dan tangan saya basah.

Oh, tidak! Ia terluka parah. Saya membawanya ke kamar Diana dan Zakiah. Namun, Diana sudah tidur dan Zakiah belum pulang. Saya langsung membawanya ke kamar saya untuk saya obati sendiri. Ketika saya baru menghidupkan lampu kamar, saya merasa ada yang menetes ke lantai. Jaket kulit dan jeans saya sudah basah oleh darahnya Melos. Ternyata ia pun terluka di bagian punggungnya. Ah!!! Ia semakin lemas dalam pelukan saya.

Satu-satunya orang yang saya ingat lagi adalah mbak Isti dan ia sangat membantu saya. Kami langsung bergegas ke Klinik Hewan Kayu Manis yang buka 24 jam di Gambiran. Melos di perjalanan motor dalam pelukan mbak Isti terkadang mengeong lirih, namun lebih banyak diam. Ia dingin, apalagi terkena oleh angin malam. Saya menerobos beberapa lampu merah, namun tetap tenang. Saya berusaha tidak panik. Air mata saya terus saya tahan hingga saya pulang dan berada di dalam kamar sendirian. Saya menyadari bahwa hal ini terjadi karena saya tidak 100% memberikan hati saya untuk mengurus Melos. Maafkan saya, Melos.

Kau kuat seperti tokoh Melos dalam Run, Melos! Jadi, kau pasti bisa melewati masa kritis 24 jam ini.

Oh ya, penyebabnya mungkin karena perkelahian Melos dan anjing. Saya tau ia bukan kucing kecil yang nakal, dan ia juga tak pernah saya lihat keluar dari kos. Ada kemungkinan ia ditembak dengan senapan angin oleh orang-orang iseng. Oleh karena itu, esok hari Melos akan dirontgen untuk memastikan penyebabnya….

Foto Melos menunjukkan beberapa bagian lukanya. Masih ada satu luka lagi di dekat kaki depannya, namun tidak saya foto. Kulit Melos masih tipis dan sudah terluka parah. Teman, giginya Melos pun baru bertumbuh taring saja. Ah! Saya tak bisa membayangkan jika luka seperti cakaran itu merobekkan semua badannya! Terima kasih, Gohonzon! Ketika mengingat bahwa ia menunggu kepulangan saya dengan sabar, hati saya dipenuhi rasa terharu atas ketulusan Melos. Saya tak pernah sekalipun merendahkan ia meskipun ia seekor kucing kampung. Saya rasa kami pastilah memiliki jodoh yang sangat kuat.

Melos, baik-baiklah kau di sana! Sampai jumpa esok hari!

10052013900

10052013901

10052013907

Lanjutan: Membaiknya Kondisi Melos🙂

4 thoughts on “Terlukanya Melos!

  1. mbakkk… sedih banget,, jahat banget sumpah itu yang iseng nembak seenakny.. cepet sembuh ya meloss ^_^ *salam dari tante cantik* *elus elus*

  2. Pingback: Membaiknya Kondisi Melos :) | Woosah - Bernafas di Jogja

  3. Pingback: 200DC | Hari ke-8, 9, 10 dan 11 | Woosah - Bernafas di Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s