200DC | Hari ke-29

Pet Shop

Sore tadi saya membeli shampoo untuk Melos di La Barong. Mengenai makanan, saya biasa memberikan Melos biskuit Monello yang dibeli di Kupet (Kusumanegara Pet Shop). Saya senang sekali pergi ke pet shop karena banyak barang yang unyu-unyu hahaha

Golden Retriever

Nah kalo yang ini, semoga bisa terwujud! Jika memang ia berjodoh dengan papa mamaku, pasti ia bisa kudapatkan dan akan segera kukirimkan ke Palembang untuk menemani mereka. Setelah wafatnya anjing saya, Molly, yang berumur 13 tahun pada 2 tahun lalu, keinginan papa saya adalah hidup bersama anjing golden retriever. Ah, semoga saya bisa mewujudkan mimpi mereka! 😀

Multitasking VS Monotasking

Ah, saya tidak mau terlalu banyak bicara soal ini. Monggo nonton saja…

Keep Your Goals to Yourself

200DC | Hari ke-27 dan 28

Melos

Hei, Melos sudah tau bahwa ia memang bernama Melos. Rutinitas siang harinya adalah bermain di luar kamar. Ketika aku pulang dan memanggilnya, dari mana pun ia berada, ia akan segera menghampiriku. Biasanya, aku langsung membersihkan telapak kakinya yang kotor dan ia pun tidak pernah memberontak. Ia juga tidak pernah gagal membuang pup-nya di toilet, sehari 2x. Dengan melihat pup-nya, aku jadi lebih memahami makanan apa yang cocok di perutnya dan apa yang tidak hahaha

Kemarin (29/05), ia memanjat pohon belimbing wuluh di depan kamar dan tidak bisa turun sendiri dan malam harinya, ketika aku sedang sangat bersedih, ia seperti mengerti perasaanku. Entahlah, aku memang merasa bahwa kami berdua saling mengerti saja.

Perpustakaan Kota

Sudah lama aku ingin meminjam beberapa buku yang ada di perpustakaan kota dan kemarin sudah kuwujudkan. Senangnya 🙂

Buku yang boleh dipinjam maksimal 2 dan masa peminjaman hanya 1 minggu saja. Dua buku pertama yang kupinjam adalah buku kedua Iwan Setyawan yang berjudul “ibuk,” dan buku “Dewey”.

Dewey adalah nama seekor kucing yang hidup di perpustakaan Spencer. Ia yang diperkirakan baru berumur 8 minggu pada suatu pagi terdingin di kota Iowa, berada di sebuah kotak pengembalian buku perpustakaan. Dingin mengakibatkan bantalan kakinya beku sehingga satu minggu kemudian ia baru bisa berjalan. Akhirnya, kucing ini dirawat oleh pegawai perpustakaan, terutama oleh direktur pepustakaannya sendiri, Vicki Myron, dan selama 19 tahun menjadi kucing yang sangat disayangi. Dewey telah memberikan banyak perubahan bagi kota Iowa. Sejujurnya, ini adalah buku pertama tentang kucing yang mau saya baca seumur hidup saya.

Ternyata, rasa sayang memang bisa ditumbuhkan ya 🙂

300520131121

Daimoku

Dua hari ini, aku masih tidak bisa bangun pagi. Tesis benar-benar telah membuatku galau sepanjang waktu, membuatku tetap terjaga di malam hari dan berujung pada kemalasan bangun pagiku. Ah, satu minggu ini benar-benar kacau. Jika tidak menjaga irama daimoku, maka irama hidup pun menjadi kacau dan target-targetku blas! tidak tercapai.

Majalah Gunung Gratis

………..namun, aku masih saja punya waktu untuk membaca. Seharusnya memang yang kubaca adalah jurnal-jurnal yang berhubungan dengan penelitianku. Apakah ini sebuah prokastinasi lagi? Prokastinasi adalah penundaan, bukannya kita malas, tetapi kita rajin melakukan hal-hal yang tidak mendukung pekerjaan utama. Sudahlah, lupakan saja soal itu. Beberapa majalah yang bisa kita unduh adalah: Mountmag, Travelist, dan Backpackidea.

Dosen

Baru-baru ini terdapat aturan baru untuk jabatan fungsional dosen. Lima tahun lalu ketika aku menjadi dosen, golongan pertamaku adalah III/A. Artinya, sekarang dosen tidak boleh lagi S1. Karir dosen minimal adalah S2. Selanjutnya, untuk jabatan lektor kepala, jenjang pendidikan dosen minimal S3.

Monggo download Permenpan Nomor 17 Tahun 2013.

Sebagai perbandingan, saya ambil gambar dari sini:

jabatan-akademik-baru

Ya, begitulah. Jalan untuk menjadi seorang pendidik memang tidak gampang #alah

200DC | Hari ke-19 s/d 26

Tanggal 21-28 Mei 2013 saya tidak menulis dalam blog ini. Bukannya karena tidak ada bahan, namun lebih dikarenakan mood saya yang sedang tidak baik saja. Setiap hari penuh cerita ceria dan kadang-kadang menyedihkan juga hahaha 😀

Pertama, saya memutuskan untuk tetap daimoku pagi bersama ce Julie, dan sayangnya selama 8 hari tersebut saya hanya bangun 1x saja hahaha dulu-dulunya meski saya tidur subuh pun, saya akan tetap terbangun. Sekarang, rasa malas lebih dominan merasuki saya di pagi hari.

Kedua, saya semakin melihat kelucuan-kelucuan si Melos, kucing saya yang super-duper nakal itu. Tanggung jawab tambahan ini sering saya gunakan sebagai alibi untuk tidak memenuhi tanggung jawab utama saya, yaitu menyelesaikan tesis. Saya juga menambah pengetahuan saya tentang segala hal berbau kucing demi merawat dia sebaik-baiknya haha

200520131028

Ketiga, prokastinasi tipe lain yang saya lakukan adalah membantu teman-teman. Hal tersebut tidak terhindarkan dan seringkali menyita waktu juga. Saya selalu belajar untuk ikhlas karena masalahnya bukan terletak pada mereka, namun pada diri saya sendiri yang tidak bisa membagi waktu dengan baik. Dalam hal ini saya sering mengingat kata-kata Alexander Supertramp dalam film Info the Wild: “Happiness only real when shared”.

Keempat, ada satu waktu ketika saya akhirnya santap malam juga di Mondo hahaha pertama kali nih 😀

Kelima, saya membaca buku Caping 8 karya Goenawan Mohamad dan menyadari bahwa isinya cukup berat dan membuat otak bekerja ekstra.

Keenam, saya pergi melihat Waisak dan merasa kecewa karena harapan saya bahwa Waisak ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya belum terealisasi. Banyaknya tulisan yang mengkritisi upacara Waisak yang disulap menjadi objek wisata baru seharusnya membuat kita belajar untuk lebih baik di masa mendatang. Sedikit hal yang saya lihat pada saat itu, misalnya:

  • Acara ngaret 1 jam menunggu kedatangan Menteri Agama dan Gubernur Jateng yang dikabarkan macet di jalan. Ahhhh, mungkin protokuler mereka lupa menghitung waktu tempuh normal yang sudah dijumlahkan dengan waktu macet…
  • Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, sempat-sempatnya dan tidak malu menyelipkan kata sambutannya dengan promosi pilkada, meski tersirat. Ia terus saja “kampanye” meski pengunjung sudah berteriak “Huuuuuuu”. Bisa jadi menyelam sambil minum air membuat kita kelelep, pak!
  • Ketika umat Buddha sedang sembahyang dan melafalkan doa-doa dengan bahasa pali, sanskrit dan mandarin, saya mendengar para pengunjung non-Buddhist berbisikan mengejek. Mungkin sajak doa tersebut sejenis bahasa yang asing di telinga ya dan sebelum Pradaksina, para pengunjung sibuk berdesak-desakan ke depan… Ya, harus lebih ke depan dong biar hasil jepretan yang tepat di wajah bikhu-bikhu itu terlihat sempurna. Memalukan! Seorang bikhuni berkata: “Sebenarnya apa yang kalian cari di atas altar ini?”
  • Siapa coba yang tidak tertarik ketika semua orang bisa “make a wish” dengan membeli lampion untuk diterbangkan beramai-ramai yang jumlahnya nanti bisa mencapai 1200 lampion? Ini satu contoh komersialisasi dari panitia sendiri toh, lantas ketika Waisak dijadikan objek wisata “baru” dengan pengunjung sebanyak +/- 15.000 orang, tidaklah perlu protes sana-sini! Ketika hujan membatalkan penerbangan lampion, apa sama artinya dengan “wish” kita tidak terkabulkan? Tidak juga toh. Euforia saja!

Saya sebagai pengamat dan orang luar, ya hanya bisa omong-doang, mungkin Mr. Lampion bisa menarik pembelajaran dari peristiwa kali ini 🙂

1

5

4

7

6

2

Ya, begitu saja yang ingin saya tuliskan. Saya sedang tidak mood menulis karena saya sedang khawatir lama-kelamaan saya bisa menjadi Melos yang hanya makan-tidur-bermain. Saya juga sadar satu hal bahwa lain waktu, saya harus bisa melihat sisi positif dari semua kenegatifan peristiwa. Ya, semoga!

200DC | Hari ke-12 s/d 18

Sudah 7 hari saya tidak menulis blog, tepatnya tanggal 14-20 Mei 2013. Kebanyakan saya menghabiskan hari dengan mengurusi Melos, persiapan hari Wanita dan sesekali mengerjakan tesis. Kapan selesainya coba tesis sayaaaaa…..#tepok_jidat

Melos

Melos sangat-sangat lucu. Sayangnya, saya membutuhkan waktu ekstra untuk merawatnya, dari memberinya makan, mencekokinya obat, membuang kotoran dan mencuci kain lap bekas pipisnya, dll seperti mengurusi bayi. Akhirnya, kemarin saya beneran tepar. Dia sering mengajak saya bermain dan tidur di atas tempat tidur saya. Saya takut-takut juga sebenarnya karena isu yang beredar tentang semua penyakit yang disebabkan oleh kucing. Saya tidak punya pilihan karena saya sudah memilih untuk bertanggung jawab penuh terhadapnya. Saat ini saya sudah mulai bisa menyeimbangkan kehadiran Melos dalam hidup saya. Kondisinya sudah sangat membaik sekarang dan tidak perlu minum obat lagi. Akibatnya, dia menjadi sangat-sangat aktif dan suka menggila sendiri. Jika saya terlambat memberinya makan, dia akan ngeong-ngeong kesetanan hahahaha

Ahhhh Melos, Melos! Saya menyayangimu apa adanya 🙂

200520131024Nah, kalau dia sudah seperti ini, saya harus berbagi meja dengannya. #Hadeh

Hari Wanita Shibu Yogyakarta

Hari Wanita Shibu Yogyakarta telah berhasil dilaksanakan kemarin (19/05). Rasanya capek tapi hati puas. Bagian pemudi menampilkan gerak lagu sumpah kayo, dan parodi singkat berdurasi kurang dari 10 menit. Kita juga mengadakan satu lomba, yaitu memindahkan kacang kedelai dengan sumpit. Pemenangnya adalah orang yang berhasil memindahkan paling banyak selama 2 menit. Ci Yolan mampu memindahkan 72 biji kacang kedelai hahahaha

Dent de Lion

dandelion di gn. lawuDandelion di Gn. Lawu (Maret 2012)

Oh ya, Urara san juga berbagi tentang bunga dandelion. Bunga liar yang mekar pada musim semi di Jepang ini, juga sering saya lihat ketika jalan-jalan ke gunung. Inilah informasi yang saya dapatkan tentang bunga dandelion dari Urara san:

  • Dandelion = DENT DE LION (Perancis). Artinya “gigi singa” karena mirip dengan gigi singa yang tajam, tetapi ada satu sifat dari bunga ini yang patut disebut LION, yaitu: Dandelion memiliki akar yang begitu dalam, sekitar 1 meter!
  • Dandelion adalah bunga liar, bukan bunga mahal, bahkan tumbuh di pinggir jalan. Walaupun berkali-kali diinjak, bunga dandelion bangkit dan memekarkan bunga kuning yang cantik karena AKARNYA DALAM.
  • Hiduplah bagaikan bunga dandelion!

Saya senang sekali ketika mengetahui hal ini 🙂

DentDeLionsumber foto ada di sini.

Nah, puisinya sangat bagus. Saya tuliskan ulang ya:

I am a Dandelion, with teeth of gold.
And grow most places where I’m told.
And many where I’m not!
My feathery seed by the wind is fanned
Over all the countryside and land
And into your garden plot.
But I make amends in April and May.
When I am lovely beside the Motorway
So please don’t say I’m not.

Ibu Bumi

Selanjutnya, Urara san juga ada berbagi kutipan Gosho dan bimbingan Ikeda sensei tentang ibu:

Ibunda yang berwelas asih dapat diumpamakan sebagai bumi. (GZ hlm. 1311)

Ikeda sensei mengatakan hal di bawah ini berkaitan dengan Gosho tersebut:

Kekuatan ibu adalah kekuatan bumi. Seperti bumi memeluk gunung dan menyelimuti sungai, pelukan ibu kita begitu besar.

Seperti bumi menumbuhkan rumput dan pohon, memekarkan bunga, dan membuahkan buah-buahan, ibu kita merupakan bumi penciptaan dan pendidikan yang membina segalanya. Jika bumi itu bergerak, segalanya bisa berubah.

Ibulah yang mengubah rumah tangga;

Ibulah yang mengubah komunitas;

Ibulah yang mengubah masyarakat;

Ibulah yang mengubah zaman.

Lalu, ibulah yang mengubah dunia ini menjadi damai.

Foto-foto Hari Wanita

Demikianlah sedikit cerita dari hari Wanita kita. Di bawah ini adalah hasil jepretan fotografer kita, Bp. Yanto:

???????????????????????????????Foto Bersama

???????????????????????????????Foto Bersama

??????????????????????Usai Gerak Lagu Sumpah Kayo

???????????????????????????????Usai Parodi

???????????????????????????????Lomba Memindahkan Kacang Kedelai dengan Sumpit

Tekad

Hari ini saya mau menuntaskan membaca jurnal Jadex dan BDI. Harus selesai pokoknya!!!

Mulai besok hingga 31 Mei, daimoku pagi saya dan ce Julie break dulu hahaha saya akan coba bangun pagi sendiri dan berdaimoku 1 jam. Si Melos suka membuat saya bad mood di pagi hari karena membangunkan dan mengajak saya bermain. Benar-benar seperti serangan pagi hari hahahahaha saya merasa saya butuh cuti 10 hari dulu karena terlalu sering tidak bangun akhir-akhir ini, mungkin saat ini adalah titik jenuh dari rutinitas pagi selama 5 bulan, atau karena saya harus menyesuaikan diri dengan rutinitas pagi membersihkan kotoran Melos yang membuat mood saya hilang hahaha syukurlah dia sudah bisa “pup” sendiri di tempat yang khusus saya sediakan di WC 😀

Saya sangat yakin bahwa awal Juni, saya akan lebih fresh untuk memulai daimoku campaign dengan semangat yang lebih tinggi. Sampai jumpa di bulan Juni, ce! Thank you 😀 😀 😀

200DC | Hari ke-8, 9, 10 dan 11

Saya belum sempat menuliskan kegiatan 4 hari ini karena beberapa kesibukan. Secara singkat, inilah kejadian selama 4 hari terakhir:

Jumat, 10 Mei 2013

Hari ini saya fokus mengerjakan tesis. Pukul 7 malam harinya, saya bersama 9 anggota Shibu Jogja lainnya mengikuti pertemuan belajar Buddhisme di rumah Bp. Aruji. Pelajaran yang dibawakan oleh Bp. Taguchi dari Honbu kali ini sangat menarik, sama menariknya seperti pertemuan-pertemuan sebelum ini 🙂

Kami mempelajari perjuangan masa remaja Ikeda Sensei, berawal dari pertemuan Ikeda Sensei dengan Toda Sensei hingga Toda Sensei menjadi presiden ke-2 Soka Gakkai. Selain itu, Bp. Taguchi juga membawa beberapa kabar terbaru seputar Indonesia, seperti peluncuran buku The World is Yours to Change yang baru-baru ini (7 April) dilaksanakan di Gedung Pusat Soka Gakkai Indonesia, Jakarta.

13052013944

Satu hal utama yang saya dapatkan dari pelajaran kali ini adalah manunggalnya hubungan guru dan murid antara Toda Sensei dan Ikeda Sensei pada akhirnya membawa kemenangan besar dalam penyebarluasan NMRK ke seluruh dunia oleh SGI.

Sepulangnya, sekitar pukul 10 malam setelah sempat makan malam bersama yang ditraktir oleh Pak Yanto, saya mendapati Melos, kucing saya, tertembak. Detailnya dapat dibaca di sini.

Malam itu saya baru bisa tidur pukul 4 subuh karena hati yang sangat khawatir.

Sabtu, 11 Mei 2013

Saya tidak sanggup bangun untuk berdaimoku pagi. Kepala saya pusing karena kurang tidur. Pukul 8 pagi saya mengikuti seminar nasional “OpenSource for Digital Forensic” di kampus Sanata Dharma. Saya menahan kantuk dalam seminar tersebut hahaha

Siang harinya setelah makan siang bersama PT dan mbak Nova, saya menjenguk Melos yang masih dirawat di Klinik Hewan Kayu Manis. Detail ceritanya di sini.

Sore hari ini saya sibuk dengan kegiatan seputar kucing dan dokter hewan karena anak kucing (Shadow; Persi-Domestik; 2,5 bulan) mbak Isti koma.

Minggu, 12 Mei 2013

Pagi hari ini hingga siang, saya mengikuti pertemuan Shibu. Sepulang dari sana, saya mendapati mbak Isti yang sedang bersedih hati karena Shadow mati.  Hari ini juga saya sibuk dengan kucing dan dokter hewan.

Senin, 13 Mei 2013

Pukul 1 dini hari, anak kucing mbak Isti yang lain (nama: Pamkin) pun mulai terlihat sempoyongan. Hal ini mungkin diakibatkan oleh vaksinasi dalam keadaan masih sakit sehingga daya tahan tubuhnya sangat menurun. Pukul 3 dini hari kami baru pulang ke kos. Kucing tersebut ternyata juga memiliki masalah di telinga. Dokter mengatakan bahwa telinga Pamkin kemasukan air sehingga mengganggu keseimbangannya.

Pukul 7 an, Pamkin keadaannya semakin gawat. Akhirnya, kami membawanya ke RSH Soeparwi dan ia dirawat inap. Siangnya kami menjenguk kembali dan sekarang (sore hari), saya menulis catatan dalam blog. Nanti malam sepulang latihan untuk persiapan perayaan SGI Women’s Day, saya berjanji pada diri sendiri untuk mengerjakan tesis saya yang sudah tidak disentuh sejak hari Sabtu lalu 😀 😀

Membaiknya Kondisi Melos :)

11052013920

Postingan sebelumnya sudah bercerita tentang hari pertama Melos di Klinik Hewan Kayu Manis. Sekarang, saya ingin menceritakan dua hari berikutnya, yaitu tanggal 11 dan 12 Mei 2013.

Sabtu, 11 Mei 2013

Saya menjenguk Melos bersama Diana dan Zakiah sekitar pukul 14.00 WIB. Keadaannya benar-benar lemas. Dokter mengatakan bahwa ia tidak mau makan dan terus-terusan tidur dengan menyenderkan badannya di dinding kandang. Dokter juga mengatakan dari hasil rontgen terlihat bahwa paru-paru Melos dipenuhi oleh cairan karena luka tembakan/tusukan tersebut mengenai xxxx (saya lupa nama organ tubuhnya). Saya menunggui ia cukup lama, menyuapi makanan dan menidurkannya. Ia akhirnya mau makan dan tidur nyenyak dengan posisi terlungkup 🙂

11052013912Pukul 14.25 WIB

11052013916Pukul 15.27 WIB

Malam harinya, saya kembali menjenguk Melos. Ia terlihat sangat bersemangat. Kali ini, saya ditemani oleh mbak Isti dan mbak Isti yang menyuapi Melos makanan. Dokter juga terlihat senang dan menyetujui keinginan kami untuk membawa Melos pulang karena hal tersebut akan lebih baik untuk Melos jika ia berada di sisi saya selama masa pemulihannya.

Malam ini saya benar-benar yakin 100% bahwa luka yang dialami Melos akibat ditembak oleh orang. Ahhh! Saya mengutuk orang yang demikian! Saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang tidak memiliki kasih sayang terhadap binatang. Bagi saya, orang yang menghilangkan nyawa binatang memiliki dasar kecenderungan jiwa yang sama, yaitu berada di dunia kebinatangan!

11052013921

Mata yang Bersemangat ^_^

11052013922Luka Tembak di Dada Continue reading “Membaiknya Kondisi Melos :)”

Terlukanya Melos!

Saya tau Melos menunggu saya.

Pukul 10 malam, sepulang dari pertemuan belajar Buddhisme dan makan malam bersama teman-teman Gakkai, saya memarkir motor di depan pagar kos. Hal ini bukan kebiasaan saya karena biasanya saya masukkan motor hingga ke dalam pagar. Lalu, baru saja saya berjalan, Melos duduk di bawah Motor di depan kamar Litha. Tidak seperti biasanya, ia terlihat lemas. Saya panggil beberapa kali dan ia tak merespon. Saya mendekatinya. Ternyata ada darah di kakinya. Saya angkat dia dan tangan saya basah.

Oh, tidak! Ia terluka parah. Saya membawanya ke kamar Diana dan Zakiah. Namun, Diana sudah tidur dan Zakiah belum pulang. Saya langsung membawanya ke kamar saya untuk saya obati sendiri. Ketika saya baru menghidupkan lampu kamar, saya merasa ada yang menetes ke lantai. Jaket kulit dan jeans saya sudah basah oleh darahnya Melos. Ternyata ia pun terluka di bagian punggungnya. Ah!!! Ia semakin lemas dalam pelukan saya.

Satu-satunya orang yang saya ingat lagi adalah mbak Isti dan ia sangat membantu saya. Kami langsung bergegas ke Klinik Hewan Kayu Manis yang buka 24 jam di Gambiran. Melos di perjalanan motor dalam pelukan mbak Isti terkadang mengeong lirih, namun lebih banyak diam. Ia dingin, apalagi terkena oleh angin malam. Saya menerobos beberapa lampu merah, namun tetap tenang. Saya berusaha tidak panik. Air mata saya terus saya tahan hingga saya pulang dan berada di dalam kamar sendirian. Saya menyadari bahwa hal ini terjadi karena saya tidak 100% memberikan hati saya untuk mengurus Melos. Maafkan saya, Melos.

Kau kuat seperti tokoh Melos dalam Run, Melos! Jadi, kau pasti bisa melewati masa kritis 24 jam ini.

Oh ya, penyebabnya mungkin karena perkelahian Melos dan anjing. Saya tau ia bukan kucing kecil yang nakal, dan ia juga tak pernah saya lihat keluar dari kos. Ada kemungkinan ia ditembak dengan senapan angin oleh orang-orang iseng. Oleh karena itu, esok hari Melos akan dirontgen untuk memastikan penyebabnya….

Foto Melos menunjukkan beberapa bagian lukanya. Masih ada satu luka lagi di dekat kaki depannya, namun tidak saya foto. Kulit Melos masih tipis dan sudah terluka parah. Teman, giginya Melos pun baru bertumbuh taring saja. Ah! Saya tak bisa membayangkan jika luka seperti cakaran itu merobekkan semua badannya! Terima kasih, Gohonzon! Ketika mengingat bahwa ia menunggu kepulangan saya dengan sabar, hati saya dipenuhi rasa terharu atas ketulusan Melos. Saya tak pernah sekalipun merendahkan ia meskipun ia seekor kucing kampung. Saya rasa kami pastilah memiliki jodoh yang sangat kuat.

Melos, baik-baiklah kau di sana! Sampai jumpa esok hari!

10052013900

10052013901

10052013907

Lanjutan: Membaiknya Kondisi Melos 🙂