Berbohong

Tau tidak apa hal yang paling memalukan di seluruh dunia? Itu adalah berbohong. Berbohong ini kaitannya dengan hati nurani. Terlalu banyak berbohong akan membuat hati nurani kita gagal bekerja. Hati nurani akan gagal mengidentifikasi bahwa berbohong adalah hal yang tidak terpuji. Artinya, hati nurani kita akan mati dan hal itu sangat mengerikan.

Biasanya untuk menghindari kejujuran, saya akan diam tak menjawab. Namun, kali ini saya gagal menjaga hati saya. Ahhhh….. sungguh! Kejujuran memang ada konsekuensinya, namun itu adalah sikap yang lebih ksatria dibandingkan berbohong.

Saya memang tidak pandai berbohong hahaha dan sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga. Seumur hidup, saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan terpeleset lagi dalam sebuah kebohongan yang sebenarnya merupakan lingkaran setan. Saya sangat-sangat menyesal. Saya sama sekali tidak tau mau meletakkan “muka” saya di mana jika bertemu dengan orang yang saya bohongi. Sekali lagi, saya sungguh-sungguh menyesal. Saya minta maaf. Meskipun ribuan maaf saya ucapkan, saya tetap merasa sangat bersalah, terutama karena tidak bisa menjaga kemurnian hati saya.

Begini, hidup ini adalah milik kita dan kita berhak mempertahankan golden-rules kita!

Mungkin saya harus mengetikkan kalimat ini:

Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong. Saya menyesal telah berbohong……

Baiklah, cukup sudah! Mulai besok pagi saya akan bangun tepat waktu dan tidak akan mengatakan “selesai” jika memang “belum selesai”. Terima kasih atas kesempatan yang bisa memunculkan keberanian saya untuk bersikap jujur🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s