Thanks, Comrade!

Saya ingin membicarakan seseorang, bukan tentang sahabat kos yang selalu ada untuk saya, yang hampir selalu menghabiskan waktu liburan dan jam pulang kantornya ber-haha-hihi bersama saya, juga bukan sahabat saya di Palembang, sahabat-sahabat naik gunung, dsb. Singkat cerita, ini tentang sahabat baru saya. Tiga bulan terakhir ini, di saat zat melankolis saya sedang tinggi-tingginya… lebih tepatnya adalah zat mengasihani-diri saya sedang merajalela, saya bertemu dengan Julie. Thanks! Saya tidak pernah tau bagaimana mengungkapkan rasa terima kasih saya selain menuliskan perasaan saya yang pasti sekali akan dan mungkin sedang dibaca oleh orangnya ini🙂

Saya menulis ini sambil berpikir, “Ya ampun, Maya! Mengapa kau tuliskan dalam blog persoalan ini? Dibaca oleh semua orang toh jadinya?”. Memang rada lebay. Tak perlu dberitahu pun, saya sudah menyadarinya. Namun, siapa yang bisa menghentikan jari-jari ini untuk menuliskan kalimat yang mengalir begitu saja sekarang? Saya sendirian dan hanya sedang sms-an dengan ex-bf saya yang sangat baik, tapi itu pun bukan membicarakan persoalan mengungkapkan-rasa-terima-kasih-pada-sahabat. Cukup dan saya masih ingin melanjutkannya……

Seseorang yang menemani saya berdaimoku 1 jam setiap pagi sangatlah berarti bagi saya. Bangun pagi adalah hal yang mudah dilakukan dulunya, tapi sekarang menjadi hal yang sangat-sangat sulit, padahal saya “tau” dengan jelas bahwa kemenangan satu hari dimulai dari kemenangan pagi hari! Saya sedang berjalan menuju ke arah itu meskipun jatuh-bangun juga dalam prosesnya. Lebih tepatnya antara bangun dan menekan tombol snooze berkali-kali…

Tingkat mengasihani-diri saya ini bisa semakin parah jika tidak diimbangi dengan doa, dan memulai doa meskipun kita tau bahwa doa adalah satu-satunya strategi yang harus didahulukan sebelum lainnya, tetap saja sulit. Maka, keberadaan seorang teman seperjuangan sangatlah penting. Saya merasa menjadi seekor hewan-apapun yang terperangkap dalam lobang sangat dalam dan seorang-manusia sedang melemparkan tanah ke dalamnya untuk digunakan sebagai pijakan agar saya bisa keluar dari lobang secepatnya. Jika sudah begini, saya selalu merasa menjadi orang yang paling beruntung sedunia😀

Kata “saling” sangatlah hebat. Jika sekarang saya menerima kebaikan dari seorang sahabat, maka tekad saya untuk selalu ada bagi orang lain pun semakin kuat. Patutlah hidup dengan seimbang, antara menerima dan memberi, memaafkan dan dimaafkan!

Thank you so much, comrade! Thank you! Love and hug – Maya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s