Fokus pada Pilihan Utama

Dari sekian banyak aktivitas, seharusnya memang ada prioritas: apa yang kita dahulukan dibandingkan lainnya. Permasalahannya adalah, bagaimana jika kita menganggap semua aktivitas kita adalah prioritas? Saya sedang mencoba melihat ke dalam diri untuk merancang ulang (redesign) apa prioritas saya sekarang.

Pertama, belajar Buddhisme. Buddhisme seharusnya berjalan sepanjang hari seumur hidup kita karena ini adalah filosofi hidup, bukan cita-cita.

Kedua, belajar komputer dengan kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Bidang ilmu komputer dan sistem cerdas sangat-sangat banyak dan beragam, tapi saya merasa yakin bahwa saya menyukai bidang RPL, khususnya Rekayasa Perangkat Lunak, Manajemen Proyek, dan semua hal yang berkaitan dengan membangun perangkat lunak. Menjadi praktisi di bidang ini sembari meluangkan waktu untuk penelitian dan mengajar mata kuliah ini rasanya sangat menyenangkan. Hal pentingnya adalah: Saya harus segera lulus kuliah master sekarang. Harus…harus dan harus. Jika tidak bekerja keras saat sekarang, mungkin saya akan menyesali seumur hidup saya karena poin kedua ini adalah pekerjaan yang akan saya tekuni dan pekerjaan inilah yang akan menopang hidup saya.

Ketiga, mendaki gunung. Saya sempat berpikir ingin menjadi pendaki gunung saja, belajar membuat EO di bidang ini dengan menjadi travel agent, dsb. Tapi hati terdalam saya mengatakan, tidak Maya. Aktivitas ini cukup menjadi hobi saja dan tidak akan menjadi lahan pekerjaan utama. Maka, saya meninggalkan kegiatan ini untuk sementara waktu. Tidak menyentuhnya sama sekali. Memang sangat berat, tapi hidup adalah pilihan dan saya sudah menetapkan pilihan tersebut. Satu hal yang membuat saya yakin adalah: semakin saya bekerja keras di point kedua, maka semakin nikmat rasa dari pendakian tersebut.

Keempat, menekuni bidang LSM. Sepertinya memang sangat menarik. Ada hubungannya juga dengan manajemen proyek. Ehm… tapi bukan saatnya untuk memikirkan hal tersebut.

Kelima, menulis. Ya, saya rasa “menulis” akan menjadi cita-cita masa depan yang tidak perlu dipikirkan sekarang🙂

Dalam hidup ini, kita tidak dapat mencapai semua hal, tapi kita bisa memilih satu bidang yang benar-benar kita sukai. Bidang yang membuat kita merasa hidup dan percaya diri. Setiap pilihan yang kita buat haruslah mendukung bidang tersebut.

Pilihan kadang bisa menyesatkan kita, apalagi jika kita tidak berhati-hati dalam merumuskan pilihan kita. Saya rasa saya telah banyak bermain-main dengan pilihan dan semua pilihan saya tetapkan berdasarkan hati nurani saya meskipun kadang sulit membedakan antara “hati” dan “emosi”. Pilihan atas dasar emosi itulah yang akan membawa kita terperosok lebih jauh dari apa yang sebenarnya ingin kita capai. Namun sekali lagi, selalu ada pembelajaran di balik semua itu🙂

Enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s