Sandal Jepit

sandal jepit

Saya membaca berita tersebut di surat kabar pagi ini. Dua hari lalu, saya juga membaca topik berita yang serupa di detik.com dan di facebook salah satu dosen UGM.

Saya sendiri termasuk dalam golongan pencinta sandal-jepit. Ke mana-mana bila perlu pakai sandal saja. Namun, kita hidup dalam sebuah masyarakat yang memiliki nilai dan aturan. Tentu saja kita tak bisa seenaknya sendiri, karena apa yang kita anggap benar belum tentu tepat menurut norma masyarakat.

Terlepas dari urusan tersebut, hanya satu hal saja yang ingin saya pastikan dalam diri saya, yaitu: Ketika kita berpakaian rapi, artinya kita menghargai lawan bicara kita*, menghargai forum yang kita ikuti dan tempat yang kita datangi. Jadi, bentuk penghargaan kita pada orang lain salah satunya ditentukan dari cara berpakaian kita.

Sekali lagi, ini bukan tentang “aku”, tapi tentang “kamu” – bagaimana aku menghargai kamu. Itu saja🙂

———-

*hasil seminar Seko Ong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s