Berteman Akrab dengan Ms. Bell’s Palsy…

Masih ingat bukan perkenalan saya dengan Ms. Bell’s Palsy? Jika belum, monggo dilihat di sini dulu, temans🙂

Menurut catatan resmi rekam medis saya di RS Bethesda, saya sudah tersedot masuk ke dalam dunianya Ms. Bell’s Palsy ini sejak empat hari yang lalu. Di dunianya Ms. Bell’s Palsy, empat hari sama dengan empat tahun.  Jadi, empat tahun adalah waktu yang cukup lama untuk merasakan suka dukanya hidup bersama Ms. Bell’s Palsy. Empat tahun membuat saya mengerti bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh Ms. Bell’s Palsy ketika melakukan aktivitas mengotak-atik wajah sisi kanannya, juga ikut bergembira ketika Ms. Bell’s Palsy perlahan menyadari beberapa masalah mulai hilang, termasuk hilangnya rasa kebas di lidahnya. Ia mulai bisa melahap semua makanan dengan kenikmatan yang lebih sempurna dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Ngomong punya ngomong, ada juga kisah Abu Nawas dari Negeri 1001 Malam tentang sudut pandang kesempurnaan. Saya ceritakan sedikit seingat-ingatnya saya ya…

Dulu, hiduplah seseorang di Negeri 1001 Malam yang mengeluhkan rumahnya yang sempit kepada Abu Nawas. Abu Nawas memberikan ide agar setiap hari orang tersebut membeli berbagai macam perabotan untuk dimuat ke dalam rumahnya hingga tidak ada ruang kosong lagi. Setelah sesak begitu, Abu Nawas meminta ia untuk menjualnya kembali satu per satu. Lantas, orang tersebut mulai merasa senang karena rumahnya perlahan mulai “nampak” lebar dan lebih luas daripada biasanya🙂

Ya begitulah. Sama saja dengan rasa sempurna yang dikecap oleh Ms. Bell’s Palsy tersebut: sebuah cita rasa yang berbeda.

Ok, cukup basa-basinya hahaha

Mari mulai…….

X-Ray Foto – Mastoid

merapiLaboratorium Klinik Pramita yang saya kunjungi untuk memotret isi telinga kiri-kanan saya ini terletak di selatan gedung Grha Sabha Pramana – UGM. Senang sekali rasanya menikmati cerahnya Merapi di hari yang sudah tidak pagi lagi itu. Saya sempatkan mengabadikan moment tersebut sepulang dari Pramita untuk menghibur hati saya🙂

Dari hari-H kejadian, saya sudah menduga bahwa tidak terjadi apa-apa dengan telinga saya. Artinya, saya merasa bahwa penyakit saya ini adalah murni penyakit syaraf, namun dokter syaraf tetap mengajurkan pemeriksaan telinga karena takut terdapat infeksi. Dugaan saya berasal dari beberapa referensi yang menyebutkan bahwa sakit di belakang telinga merupakan tanda-tanda awal penderita Bell’s Palsy. Hal kedua yang lucu adalah ketika saya meminta untuk melakukan x-ray foto pada telinga kanan saja, petugas radiologi menganjurkan foto kiri-kanan agar bisa menjadi perbandingan. Saya baru tau kalo perbandingan normal-tidaknya telinga berdasarkan telinga diri sendiri, bukan standar ilmu kedokteran hahaha Sebaiknya, petugas radiologi bilang saja alasannya adalah karena mengikuti apa yang tertulis dalam kertas referensi rontgen dari dr. THT. Itu mungkin alasan yang lebih tepat🙂

Stop mengomel, Maya! Bersyukurlah karena dengan adanya x-ray foto schuler dextra dan schuler sinistra ini, kamu jadi bisa mengetahui kualitas bagian dalam telingamu, bukan? Yaitu,  kamu jadi mengetahui ada sarang tawon di dalam telingamu. Ya, sarang tawon inilah pertanda syaraf telinga yang bagus, ujar dokter saya. Bukan sarang tawon tempat tinggalnya Ms. Bell’s Palsy loh. Dia tak tinggal di sana. Dia tinggal di syaraf 7 di antara 12 syaraf lainnya😀

Oke, berarti masalah yang menyangkut telinga sudah beres dong. Terima kasih banyak dr. Arin karena saya diberikan saran untuk tidak membersihkan telinga dengan korek logam, melainkan dengan cotton bud + baby oil saja. Terima kasih juga Pramita. Saya puas dengan pelayanan Anda yang cepat. Hanya 1 jam saja menunggu, hasil pun sudah jadi🙂

Di bawah ini adalah hasil fotonya: x-ray telinga

Progress

mukaSaya mengalami banyak kemajuan, terutama 3 hal yang sudah sangat membaik: belakang telinga kanan, tulang pipi kanan dan lidah sisi kanan, sementara sisanya baru lumayan membaik. Hal utama yang sangat mengganggu saya adalah: pertama, saya tidak dapat menggunakan mata kanan saya terlalu lama. Saya tidak bisa membaca buku dengan baik karena mata kanan sangat mudah kering dan penglihatan sedikit berbayang. Kedua adalah pada saat saya menarik urat di kiri-kanan dahi, urat kanan saya tidak ikut tertarik dan hal itu benar-benar membuat frustrated. Hari ini berjuang lagi dalam daimoku! Harus mengalahkan iblis penyakit yang hina-dina ini sampai tuntas hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s