3 Tahun, Terangkum dalam 3 x 30 Menit

Aku mengatakan pada diriku saat ini, “Aku memiliki waktu 30 menit untuk menuliskan apa yang sudah kulakukan di Jogja selama ini secara singkat.”

Aku merasa sangat perlu memikirkan kembali hal ini, lantas akan kulupakan. Menuju ke masa depan, kadang kala masa lalu cukup diambil hikmahnya saja. Tak perlu membayang-bayangi langkah kita. Catatanku tentang apa saja yang kulakukan dan kapan, dengan siapa aku bertemu, apa yang kami bicarakan, sepertinya selalu kusimpan dengan baik. Permasalahannya adalah, data-data tersebut masih berupa puzzle yang belum terangkum. Kurasa, aku belajar mendokumentasikan hidup dari papaku. Beliau orang yang sangat rapi, bahkan melebihiku.

Baiklah, mari mulai mengingat, menulis dan melihat sedikit contekan.

2010

  • 28 Februari, aku mulai menghitung jumlah daimoku secara resmi. Hingga tanggal 16 Maret, ci Rita menemaniku berdaimoku bersama setiap malam. Saat itu, ada 2 doa yang harus tuntas. Pertama, memutuskan apakah aku benar-benar akan mengambil S2 dan membentuk Pundarika di Palembang. Daimoku 1 juta pertama ini dicapai pada tanggal 4 Januari 2011.
  • 28 Februari ini, Tua Ang, teman pemudiku di Palembang berulang tahun. Esok harinya, tanggal 1 Maret, beliau wafat dengan tenang.
  • 15 Mei, aku menghadiri Women Peace Conference yang diselenggarakan oleh Soka Gakkai Indonesia dengan menghadirkan Seko Ong sebagai pembicara seminar yang inspiratif dan membangun. Isi dari seminar ini menguatkan hatiku sewaktu mendengar berita kegagalanku dalam ujian masuk di ITB.
  • 29 Mei, terburu-buru aku berangkat ke Yogyakarta. Saat itu adalah hari Sabtu, sedangkan Senin tanggal 1 Juni, kuliah Pra S2 perdana dimulai di Kampus UGM. Ya, akhirnya aku kembali ke pilihan pertamaku, yaitu UGM. Ternyata, kota yang kuinginkan adalah Yogyakarta, bukan Bandung. Ibu Yani banyak sekali membantuku mengurus kehidupan awal di kota Yogyakarta.
  • 30 Mei, perayaan hari Wanita dilaksanakan di Palembang. Kegiatan pertama yang tidak kuikuti di Palembang dan jumlah peserta tidak mencapai target. Aku tidak berjuang. Saat itu, Ci Rita mengatakan bahwa aku harus membuat evaluasi sehingga kegiatan yang akan datang dapat mencapai target. Aku belajar banyak dari kegagalan itu.
  • 31 Mei, kuliah pra S2 dimulai. Kuliah ini berlangsung hingga pertengahan Agustus. IPK ku memenuhi target. Kurasa, pada saat itu aku adalah orang yang paling bahagia di dunia😀
  • 6 Juni, pertama kali aku mengikuti Pertemuan Diskusi di Shibu Yogyakarta. Tanggal itu juga, di Jakarta diadakan rapat pimpinan Generasi Muda se-Indonesia dan pertama kalinya sejak tahun 2005, aku tidak menghadiri rapat tersebut. Di Pertemuan Diskusi pertama itulah aku bertemu dengan Apri, Puput dan Keiko san. Tanggal itu adalah tanggal yang sangat bersejarah bagiku.
  • 24 Juli, pertama kalinya aku berangkat ke Jakarta naik travel mengikuti Bunkasai Generasi Muda di Honbu.
  • 17 Agustus, aku melaksanakan kampanye daimoku yang biasa dilaksanakan setiap tahunnya oleh Divisi Pemudi untuk mendoakan kedamaian dan kemakmuran Negara Indonesia.
  • 29 Agustus, aku mengikuti Ujian Buddhisme Tingkat Menengah di Yogyakarta bersama 2 orang lainnya.
  • 31 Agustus, aku pindah ke kosku sendiri, yaitu kos Coklat di Condong Catur, Mancasan Lor. Sebelumnya, aku menempati kos Ibu Yani karena Ibu Yani pulang ke Palembang selama liburan semester.
  • 2 September, kuliah Perdana.
  • 13-15 September, aku bersama Ajhies dan Puput naik Gn. Slamet via Kaliwadas. Ini adalah satu-satunya gunung yang kudaki pada tahun 2010. Saat itu keinginan mendaki sudah tidak terbendung lagi hahaha
  • 16 September pukul 00.35 WIB, ternyata engkongku wafat. Orang tuaku tak memberitahukan padaku. Baru keesokan paginya, aku mendapat kabar. Itu pun dari seorang teman. Mereka benar-benar tidak mau membuatku khawatir. Pada hari itu juga, aku segera naik kereta api ke Jakarta dari Banyumas, lantas naik pesawat ke Palembang yang tiketnya dibelikan dahulu oleh Ilham, teman naik gunungku. Satu-satunya jatah tiket kereta api yang tersisa pada H+3 lebaran tersebut diberikan oleh teman-temanku untukku dan mereka sendiri menunda kepulangannya. Sungguh terharu dan berterima kasih pada mereka.
  • 17 Oktober, aku menerima GOHONZON. Dulu sebelum ke Jogja, ci Evi mengatakan padaku lebih baik menerima Gohonzon di Jogja dan aku merealisasikannya. Seharusnya Gohonzon ini kuterima pada tanggal 19 September, namun saat itu adalah hari penutupan peti jenazah Engkongku.
  • Akhir Oktober ketika sedang UTS di Kampus, Merapi meletus dan aku mendaftarkan diri menjadi relawan di Jalin Merapi. Pengalaman ini berlangsung selama 4 bulan dan tak terlupakan.
  • 20-21 November, Seko Ong kembali datang ke Indonesia untuk memberikan Seminar dan aku menghadirinya. Aku selalu belajar banyak darinya.
  • 5-7 Desember, Rapat Pimpinan Soka Gakkai Indonesia diadakan. Beberapa minggu sebelumnya, Urara san menanyakan padaku apakah bersedia menjadi Ketua Pemudi Shibu Yogyakarta dan aku menjawab iya. Usai rapat, aku baru mengetahuinya bahwa belum ada laporan resmi ke Jakarta dan semua biaya transportasi dan akomodasiku ternyata ditraktir oleh Pimpinan Shibu Jogja hahaha terima kasih🙂
  • Malam tahun baru kuhabiskan dengan ex-bf ku dengan berkeliling kota Jogja dan tepat tengah malam, aku berdaimoku menyambut tahun baru.

Wow, menulis cerita tahun 2010 saja memerlukan waktu 30 menit haha padahal tak berhenti menulis. Baiklah, itu batas kecepatanku. Satu jam lagi, tulisan ini pasti usai.

2011

  • 1 Januari, Urara san membalas sms ucapan selamat tahun baruku dengan mengatakan bahwa, : 2001 ini adalah shakubuku year bagi shibu kita.
  • 5 Januari, aku memulai kampanye daimoku ke-2 sebanyak 1 juta daimoku lagi dan berakhir pada tanggal 15 Maret 2012.
  • Akhir Januari usai UAS, Bp. Kasman wafat dan aku balik ke Palembang. Selama di Jogja hingga sekaranga, aku pulang ke Palembang hanya karena 2 alasan saja: jika Imlek dan ada anggota Gakkai yang wafat.
  • Beberapa saat sebelum Imlek, aku berkenalan dengan Kak Erry dan tanggal 6 Februari, pertama kali beliau mengikuti pertemuan Buddhisme. Pergulatannya dengan Buddhisme berlangsung selama 9 bulan saja.
  • Menjelang tanggal 6 Februari, aku ragu apakah harus balik ke Jogja dan aku bertanya pada Silvia Angkasa yang sedang ada di Palembang juga menghadiri upacara perabuan Bp. Kasman, beliau mengatakan padaku bahwa aku harus bertanggung jawab karena memiliki tugas kofu di Shibu Jogja, bukan Palembang. Maka aku pulang lagi ke Jogja tanggal 5 Februari.
  • Bulan Februari hingga pertengahan April, aku ikut Kak Erry menjadi relawan di Balerante, menemani anak-anak penintas Merapi. Aku juga berkenalan dengan Pak Yoseph yang karyanya luar biasa dan masih banyak lagi hal-hal positif yang kupelajari dari Kak Erry.
  • Pertengahan Februari, aku bersama teman-temanku naik Gn. Merbabu.
  • Februari ini juga aku ke Jakarta belajar Gosho Bp. Morinaka dan hingga sekarang aku tak perrnah melewatkan sesi belajarnya sekali pun.
  • Maret, Soka Gakkai Indonesia mengadakan Kenshu Pundarika Pertama.
  • Usai Kenshu ini, tanggal 21 Maret, aku bertemu dengan Jessica untuk yang pertama kalinya. Tak lama dari itu, aku berkenalan dengan Lidya di rumah sakit sewaktu ia baru saja kecelakaan motor.
  • 5 April, doaku yang tercapai saat itu adalah penyakit yang disebabkan oleh gigiku sembuh. Urara san memberikanku sebuah hadiah music box lagu Pantai Morigasaki yang sangat kusenangi. Tanggal ini juga, aku merayakannya bersama teman-teman kos dan orang tuakku mengucapkan selamat ulang tahun di hari sebelumnya dengan isi sms yang sangat mengharukan.
  • Semester 2 ini aku mulai berpikir tentang topik tesisku.
  • 24 April, aku, Erry S. dan Kak Erry pergi ke Jakarta mengikuti bedah buku Dialog Peradaban, yaitu buku dialog Budhisme dan Islam oleh Daisaku Ikeda dan Gus Dur di kantor pusat PBNU.
  • Mei, setelah bersama-sama merayakan Hari Wanita di rumah Bp. Aruji, Ebeth dan kokonya yang datang ke Jogja, juga bersama kak Erry, kami mengelilingi pulau Jawa tahap 1, mulai dari Yogyakarta-Magelang-Dieng-Pacitan.
  • 2-12 Juni, pertama kalinya aku ikut mas Mbenk dan tamu-tamunya dari Malaysia mendaki gunung Rinjani. Tahun ini, aku 2 kali naik Rinjani. Kali ke-2 yaitu bulan Oktober.
  • 13-17 Juni, UAS Semester 2. Tanggal 12 usai dari naik gunung, aku langsung berangkat ke Jogja dari Bali. Honor dari mas Mbenk kubelikan tiket pesawat.
  • Juli, tak lama dari rapat pimpinan GM di Jakarta, Sofian dan ibu Agnes wafat.
  • Tak lama dari itu, Molly, anjing kesayanganku juga wafat. Aku pulang ke Palembang. Keluargaku merasakan kesedihan yang mendalam. Molly berumur 13 tahun saat itu.
  • Agustus, aku ditraktir ke Ketapang, Kalimantan bersama-sama dengan anggota di Shibu Jogja untuk bersilahturahmi ke rumah keluarga Sofian.
  • Akhirnya, liburan semester 2 saat itu kuhabiskan dengan pulang ke Palembang, berangkat ke Bali, Lombok dan Kalimantan, juga dengan persiapan Bunkasai mengenang 100 hari Sofian yang akan dilaksanakan pada bulan September.
  • 24 September, Shibu Yogyakarta bersama ISI Yogyakarta Jurusan Tari, dibantu oleh teman-teman Soka Gakkai Jakarta dan Puncak mengadakan Pentas Sakura ‘Yang’ Abadi untuk mengenang 100 hari wafatnya Sofian yang dihadiri lebih dari 1000 penonton. Kurasa, aku semakin tertarik dengan dunia tari setelah sempat ikut latihan persiapan pengisian salah satu acaranya.
  • Usai Bunkasai, bersama Ebeth, dkk, kami melakukan perjalanan mengelilingi pulau Jawa tahap 2, yaitu Yogyakarta-Kudus-Jepara-Probolinggo.
  • Oktober, usai naik Rinjani dan belajar Gosho Bp. Morinaka di Jakarta, aku mulai bekerja di PT Sido Rahayu. Pekerjaan ini kujalani secara full time hingga bulan Februari awal. Akhirnya aku tak sanggup lagi karena terlalu capek dan tidak bisa membagi waktu dengan tugas kuliah.
  • Semester 3 ini, kuliahku mulai terlantar. Aku mengambil tesis, namun tak kukerjakan sama sekali.
  • 31 Des, kami menyambut malam pergantian tahun di rumah Bp. Yanto. Saat itu, gembira sekali🙂

2012

  • 1 Januari, kami berdoa bersama di rumah Bp. Aruji. Tahun ini adalah tahun ke-2 kami menuliskan target pribadi yang dimasukkan dalam amplop. Aku membuka amplop tahun laluku dan banyak doaku yang tak terkabulkan karena aku tak benar-benar berusaha mewujudkannya, terutama target tesis.
  • 4 Januari, bp. Taguchi mulai melaksanakan kunjungannya ke Shibu Jogja 3 bulan sekali.
  • 7 Januari, anjing bp. Aruji yang bernama Chiki wafat karena keracunan makanan dan tanggal ini juga aku putus dengan pacarku.
  • 13 Januari, bp. Aruji berulang tahun dan kami memberikannya kejutan. Hari itu juga, aku pertama kali bertemu dengan Yasuko san. Dia adalah seorang teman seperjuangan yang sangat hebat. Aku berejeki sekali bertemu dengan teman-teman pemudi yang hatinya kuat🙂
  • 14 Januari, papaku berulang tahun. Dua orang bapak-bapak itu, karakter dan hobinya hampir sama. Pantas saja karena tanggal lahirnya pun hanya selisih sehari. Aku mencintai kedua bapak itu hahaha
  • Pertengahan 2012 ini, aku mulai risau dengan tesisku. Meski aku sudah berhenti kerja di awal Februari, ternyata itu bukan alasan untuk fokus mengerjakan tesis.
  • Maret, aku naik gunung Lawu bersama tamunya mas Mbenk dari Malaysia. Ini adalah gunung pertama dari 11 gunung yang kudaki pada tahun ini. Aku tak bolos kuliah untuk naik gunung, bahkan tak pernah kutinggalkan kuliah untuk naik gunung. Hari senin malam di salah satu tanggal di bulan Maret itu, aku berangkat ke Tawamangu, lantas tengah malam kami langsung melaksanakan pendakian tek-tok. Selasa sore, kami tiba kembali di Posko Pendakian dan langsung pulang kembali ke Jogja. Rabu paginya, aku kembali kuliah.
  • Di bulan Maret ini, pertama kalinya Ci Dessy datang ke Jogja untuk kunjungan anggota. Bulan ini juga, pertama kalinya kami mengadakan pertemuan pemudi.
  • Maret akhir, pertama kalinya aku mendaki bersama Adi, dkk. Gunung pertama yang kami daki di tahun ini adalah Gn. Nglangggeran.
  • April, aku sudah mulai menentukan topik tesisku, yaitu tentang Agen Cerdas. Materi-materi sudah mulai kukumpulkan.
  • 28-29 April, aku melakukan pendakian Gn. Merapi bersama Adi saja. Sebelumnya, di bulan April ini juga, kami melakukan pendakian Gn. Nglanggeran usai Mid Semester bersama teman-teman Ilkom UGM.
  • 27 Mei, Shibu Jogja melaksanakan perayaan Hari Wanita di Villanya bp. Aruji di Kaliurang. Apri, dkk menampilkan persembahan tarian yang sebenarnya ia ciptakan untuk Sofian, pacarnya yang wafat tahun lalu. Sofian memberikan inspirasi bagi banyak generasi muda Soka Gakkai, juga teman-teman kampus ISI nya.
  • 8 Juni, aku sidang proposal tesis dan dinyatakan lulus. Aku sangat lega.
  • Juni akhir, kami ujian. Di semester 4 tersebut, aku mengulang mata kuliah Komputasi yang dapat C. Syukurlah mendapatkan nilai A. Akhirnya, aku mengerti juga apa yang dipelajari di kuliah Teori Komputasi tersebut hahaha meskipun tidak semuanya. Sebaliknya, kuliah Basis Dataku dapat C. Menyedihkan memang. Basis Data adalah mata kuliah favoritku dan aku gagal hahaha aku mengulangnya di Semester 5 agar lebih memahami materi kuliah tersebut.
  • Juli awal, usai ujian akhir, aku berangkat ke Flores. Kami naik 2 gunung di sana, yaitu Gn. Inerie, gunung tertinggi di NTT dan Gn. Wawomudha. Aku pertama kali berkenalan dengan Kak Paige yang sangat hebat dan Bang Milky yang sangat lucu. Hebat juga tentunya🙂 Kami juga mengunjungi kaldera Gn. Batur di Bali dan bertemu dengan komunitas anak alam yang dipimpin oleh Bli Pande. Aku pertama kali juga bertemu dengan kak Dayu yang tentunya juga sangat hebat hahaha Senangnya berteman dengan semua teman yang hebat, termasuk Anda🙂
  • Juli akhir, hanya selang beberapa hari setelah sempat mencuci semua perlengkapan, aku kembali ikut mas Mbenk dan kak Paige ke Gn. Argopuro.
  • Agustus, aku mencoba menyelesaikan revisi tesisku, namun gagal.
  • Pulang dari Argopuro tanggal 1, aku langsung ke Bromo melihat upacara Kasada dari suku Tengger. Rony yang mengajakku dan aku merasa harus pergi, setidaknya 1x seumur hidupku.
  • Usainya, kami berdua dan satu temannya Rony, mendaki Gn. Semeru.
  • Pertengahan Agustus, tanggal 18, hari lebaran ke-2, mamanya Elliana di Palembang, wafat. Aku segera balik pada hari itu juga. Hari itu entah bagaimana aku merasa tenang, mungkin karena tanggal 17nya, kami pemudi se-Indo sempat melaksanakan kampanye 10 jam daimoku.
  • Satu bulan aku berdiam di Palembang. Kaki papaku terlihat semakin tidak baik dan aku tak bisa meninggalkan kedua orangtuaku terlalu cepat di Palembang. Aku memutuskan menghabiskan waktuku bersama kedua orang tuaku di sana dan menunda revisi tesis. Aku mengerti dengan baik tentang keputusanku.
  • 5 September, ex-bf ku menikah dan aku tak datang.
  • 7-9 September, aku dan mbak Ayak mendaki Gn. Dempo di kota Pagaralam. Kami hanya berdua saja perempuan dan melakukan pendakian tek-tok.
  • 13 September, aku pulang ke Jogja dan pertama kalinya aku pulang dengan meneteskan air mata. Aku mencium kedua orang tuaku seperti biasa sebelum berpamitan. Aku merasa berat saja meninggalkan mereka berdua. Kunci kosku bisa-bisanya tertinggal di Palembang dan aku menginap di kos Dhika selama 1 malam.
  • 14-16 September, aku, Puput, Mariana dan Yasuko san berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Kenshu Pemudi di Puncak. Kenshu ini pertama kalinya diadakan dan bersejarah.
  • Oktober awal, akhirnya aku menyelesaikan juga revisi tesisku. Aku mengumpulkannya ke bagian administrasi kampus dengan tersenyum riang🙂 Aku membuat tekad baru dengan melaksanakan Happiness Project: 100 days to complete my mission. Proyek ini tujuannya untuk mencapai 1 kelulusan kuliah, 10 anggota Ikeda Kayokai di Jogja, 100 hari pelaksanaan dan 1 juta daimoku. Awal-awalnya, kampanye ini berjalan dengan baik, tapi saat aku menulis blog ini, sudah berlangsung 48 hari tanpa progress yang berarti. Hadoohhh!
  • 15-19 Oktober, aku, Ayin, Ci Julie dan Ci Mina melaksanakan pendakian Semeru dan jalan-jalan ke Candi Borobudur di Jogja. Niat tidak naik gunungku gagal, namun pendakian ini sangat berharga bagiku. Impianku tercapai! Jadi, aku memang tidak ingin naik gunung lagi usai ini hingga lulus kuliah.
  • 20-21 Oktober, kami berempat bersama Yuu san berangkat ke Jakarta mengikuti sesi pelajaran Buddhisme yang dibawakan oleh Bp. Morinaka. Saat itu, kami ber-6 dari Jogja: Bp. Kawashima, Jun san, Miyo san, Jessica, Yuu san, dan aku sendiri.
  • November awal, aku kedatangan 3 tamu yang terpisah: dosen dari STBA Methodist, dosen dari STT Musi dan temanku dari Malaysia. Ujung-ujungnya, kami pergi jalan dan berdiskusi. Tesisku lagi-lagi masih berkarat di dalam harddisk.

Sekarang, tanggal 17 November. Tepat 90 menit kutulis 3 poin sejarah di Jogja ini. Hanya sebagian kecil saja yang baru bisa kutuliskan.

Beberapa hari ini, aku sudah merapikan folder-folderku di dua laptop yang akan kugunakan. Bukan soal sombong menulis cerita ini, namun ini adalah catatanku dan aku akan bergerak maju dengan mengubur masa lalu ini. Semuanya akan kulupakan kecuali Happiness Projectku. Click!

Menantang masa depan! Mengubur masa lalu! Fightoooo…… 3 juta daimoku dalam waktu dekat. Usai 4 juta daimoku, mari memulai hidup baru di tahun depan!

Motto perjuangan ini seperti yang pernah dikatakan oleh Ci Evi 2 tahun lalu: Chant more! Study more!

Foto-foto:

Relawan Jalin MerapiRelawan Jalin Merapi 2010

juli 2011Kenshu Pimpinan Generasi Muda 2011

16122012081Pentas Kebudayaan Sakura ‘Yang’ Abadi 2011

Rapat 2011Kenshu Akhir Tahun 2011

538855_4251404757830_1353957386_nKenshu Pemudi 2012

Rapat 2012Kenshu Akhir Tahun 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s