Pikiran Hari Ini

Hari ini aku melakukan beberapa aktivitas.

Secara otomatis, aku melakukan beberapa kegiatan berpikir.

Gambar-gambar di bawah ini mencerminkan apa “itu”nya:

Pertama, aku bertemu dengan Kak Dayu dan kami menghabiskan beberapa jam yang menyenangkan. Gelang ini adalah pemberian darinya 🙂

Kedua, kami berdua pergi ke toko majalah lama yang direkomendasikan oleh Kak Dayu dan membeli beberapa majalah, juga buku. Buku Lacan dan Data Mining (DM) itu kubeli 2 hari lalu di Togamas. Penulis buku DM tersebut pernah memberikan pelatihan langsung di kampus STT Musi Palembang, jadi aku percaya dengan kualitas materinya. Aku berpikir, “Ya ampun, Maya. Hari ini beli buku lagi???”

Ketiga, ketika Kak Dayu memberikan gelang kepadaku, aku tiba-tiba teringat lagi dengan gantungan kunci unik pemberian Jessica beberapa bulan lalu. Aku merasa beruntung dan sangat bahagia hari ini karena suka diberikan hadiah oleh teman-temanku 😀

Keempat, malam ini aku silaturahmi ke rumah Ibu Arbi dan mengobrol banyak, terutama tentang ajaran Buddhisme. Beliau juga mengajak makan malam di Kampayo Corner yang juga menyajikan live music. Ibu Arbi ternyata membuat album lagu Ismail Marzuki karena prihatin dengan ketidakpedulian generasi muda zaman sekarang terhadap lagu-lagu perjuangan 45. Di Kampayo, aku terjebak dan akhirnya memainkan beberapa instrumen gitar klasik. Aku memainkannya dengan cukup buruk. Sepulangnya, beliau juga memberikan buku kecil chord gitar.

.

.

.

.

.

…dan, mengapa hari ini begitu penting bagiku?

Aku mengenang satu hal.

Aku mengenang semangat seorang kawan yang sudah tiada.

Semangat itu bernama Sofian.

2008 silam, tanggal 11-12 Januari pada saat Kenshu Generasi Muda SGIna,

Sofian bertekad untuk menjadi seorang “good dancer”,

membasahi telapak tangan dengan cat minyak merah,

menekannya keras-keras di atas karton putih,

dan membubuhi tanda tangan di atasnya.

Seseorang yang ditinggalkannya – si A,

gambar ini untukmu.

Sebuah peninggalan berharga lainnya.

~~ Hari ini tepat memperingati 1 tahun acara Sakura “Yang” Abadi untuk mengenang 100 hari alm. Sofian ~~

Advertisements

Kenshu Pemudi Nasional Pertama

 

Video Promosi Kenshu Pemudi Nasional Pertama

Beneran males banget mo nulis zzzzzz tapi harus maksain diri! Gimana ngga, ternyata saya belum pernah nulis satu pun catatan perjalanan atau kegiatan yang pernah saya ikuti di Soka Gakkai. Biasalah, males nulis urusan-urusan ginian karena nulisnya pake ati alias perasaan mendalam #wuihhhh. Kadang suka terharu sendiri kalo nulis makanya ya gitu deh…. Tapi apa boleh buatlah, ini acara beneran bagus. Jadi, mesti bela-belain nulis.

Ternyata saya ga cocok banget kalo disuruh nulis pake bahasa yang informal kaya’ begini. Tapi emang ga ada yang nyuruh sih… Jadi ngerasa aneh @_@ teutep lanjutkan nulis, Maya!

Kenshu itu bahasa Jepang. Bahasa Indonesianya pelatihan atau training course dalam bahasa Inggris. Ada satu sejarah yang mengharukan banget di kenshu kali ini, yaitu saya tidak mengeluarkan air mata. Ya ampun… beneran deh, tiap kenshu pasti pake acara netes. Tapi sekarang ga =D kan sekarang dah gede #senyum_simpul

Tadi pagi baru aja cerita pengalaman kenshu ke semua anggota pas pertemuan. Ada satu temen yang ceritanya sampe mengharukan. Dia bilang, “Selama ini saya daimoku, tapi tidak mendoakan kosenrufu.” Gubrak, apa lagi tuh kosenrufu? Itu bahasa Jepang juga. Artinya perdamaian dunia yang berlandaskan ajaran Nichiren Daishonin. Pak Morinaka pernah bilang, ga perlu seluruh masyarakat memeluk agama Buddha, yang penting menjalankan prinsip-prinsip Buddhisme aja, perdamaian dunia akan tercapai.

Trus, beberapa hari lalu, fujinbucho (pimpinan bagian ibu) pernah bilang, “Nanti pas cerita pengalaman tampilin foto-foto kenshunya ya :)” Gubrak lagi dah, baru nyadar kalo saya cuma punya 3 foto kangguru dengan berbagai pose. Maklum, ada kandang kangguru dekat tempat kenshu. Jadilah saya sibuk foto-fotoin mereka. Siapa suruh kanggurunya lucu coba? hihihi Ada bawa kamera sih sebenarnya, tapi baterainya ketinggalan. Harus mendoakan agar saya punya ingatan yang kuat nih. Bahkan mau mendoakan hal itu saja bisa lupa T_T

Satu-satunya foto pas kenshu: Kangguru

Balik lagi ke tentang kenshu.

Kita mulai dari H-1

Ini ceritanya saya sedang menginap di kamar tinggalnya si Dhika, temen akrab di kos Coklat dulu. H-2 nya saya dari Palembang langsung ke Jogja tapi lupa bawa kunci kos dan kunci motor. Jadilah, saya nebeng di kos temen saya yang baik hati dan hapal Pancasila itu. Siang-siangnya sekitar jam 14, sy jemput Puput di rumahnya naik motor pinjeman trus ke kos coklat lagi. Si Puput malu-malu cuma duduk di teras depan kos aja, sedangkan saya makan masakan Dhika dan mandi dulu. Jam 16, temennya Dhika yang baik hati juga mau nganterin kami berdua ke bandara. Senangnya hahahaha hemat ongkos taksi donk :)) :))

Sampe airport, Yasu dah nungguin. Dia on-time banget orangnya. Mungkin karena orang Jepang kali ya… Trus check-in deh bertiga. Dah hampir jam 17, si Mari dateng dianter oleh aaknya. Berempat kita nunggu si Lion Air penerbangan jam 17.40.

Di pesawat, karena berempat, satunya terpisah dong. Yasu duduk di sisi lain dan tidur sepanjang perjalanan. Maklum, sehari sebelumnya dia baru balik dari Bali. Si Puput sibuk aja ngelihatin jendela pesawat, sedangkan saya dan Mari sibuk ngobrolin peta yang ada di halaman akhir majalah Lion Air. Kita ngobrolin di mana kota A, kota B, negara A, negara B. Ga tau bener apa ga, yang penting asik-asik aja tuh hahahaha

Ini pesawat kan pesawat Indo, jadi ikutan ngaret juga dia terbangnya. Jam 19.30 malem kita baru nyampe. Ci Lenny dengan satu temennya yang saya lupa namanya jemputin kita. Saya pake acara lupa segala, padahal nih temennya ci Lenny baik banget sama si Yasu, bantuin terjemahin bahasa Indo ke Inggris pas kenshu supaya Yasu lebih ngerti. Yang lebih lucu lagi si Yasu, sangking senengnya dia sampe lupa kalo ini acara kenshu orang Indonesia yang jelas-jelas pake bahasa Indo. Dia bilang lupa kalo bahasa Indonya belum terlalu bagus dan nekat-nekat aja ikut kenshu yang dia sendiri cuma orang Jepangnya. Sy juga ga mikirin sejauh itu dung..dung..dung… hahaha tapi teutep dong, saya bangga dan kagum sekaligus terpana sama si Yasu. Yang jemput kita tadi, jalan dari terminal 1A ke terminal 1B. Biasanya, Lion kalo penerbangan luar Sumatera, turunnya tetep di terminal 1A. Tapi ini terminal 1B. Kadang-kadang emang suka ga jelas gitu si Lion. Dalam perjalanan ke honbu (SGIna Headquarter), macetnya ga ketolongan. Jam 21.00 lewat baru nyampe. Trus kita langsung makan, sikat gigi dan latihan nyanyi lagu “Sumpah Masa Remaja” buat malam kebudayaan besoknya. Wuih, latihan kita gila-gilaan banget, pake gaya ini gaya itu, padahal pas tampil, semuanya saya lupa. Cape deh ~_~ tuing…tuing… Continue reading

Ketekunan

Tanggal delapan Juni sudah lama berlalu sejak dinyatakan lulus sidang proposal tesis, namun hampir empat bulan kutinggalkan revisi, membiarkannya tergeletak berdebu, kubawa-bawa sewaktu pulang kampung dan tetap tak tersentuh juga. Empat bulan, banyak hal yang terjadi selain pikiran yang dipenuhi oleh tesis, tesis dan tesis. Kegagalan dan keberhasilan. Namun satu hal yang pasti, aku belajar tentang ketekunan, kerja keras dan sikap tak menunda-nunda pekerjaan. Bahagia itu sekarang. Hidup itu sekarang.

Sudah saatnya aku belajar untuk tekun, yaitu tekun mengerjakan tesis. Tekun mampu membuat hal yang mustahil menjadi nyata. Tekun mampu membuat ketidaktahuan menjadi pengetahuan, mengubah yang tidak bisa menjadi bisa. Hi, tekun! Berteman baiklah padaku mulai saat ini 🙂

Selesaikan revisi, lalu mulailah dengan Bab I dari Tesis. Banyak hal yang menunggumu di masa mendatang, Maya! Bergeraklah!