Pikiran

Kabut berbisik,
Dingin membekap udara,
Di kejauhan, samar-samar ilusi liar bermain,
nakal dan tak tertahankan,
mata melihat,
hati menggeliat,
namun pikiran memporak-porandakan semuanya.
Salahkah pikiran yang berilusi,
mengadu pada malam yang pekatnya hitam,
naluri liarnya sepekat darah?
Semua berkecamuk dalam dada.
Hanya ia yang tau,
Ia yang sedang mengkristalkan pikiran selagi dedaunan meneteskan embun,
setetes demi setetes,
berirama sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s