Harta duniawi

Aku hanya tak tau saja apa yang dianggap oleh orang-orang tentang harta. Aku hanya tak mengerti saja mengapa aku harus terperosok masuk ke dalam perputarannya. “Aku tak mau!” Aku mendesak diriku untuk mempercayai kata-kataku barusan. Bagian lain diriku berkata, “Mengertilah, kau harus tetap bergulat dalam perputarannya!”. “Tidak!”. “Tidak?. “Ya, tidak!”.

Aku diam. Berpikir. Berpikir dalam diam.

Fakta dunia yang kita tinggali seperti ini adanya. Bahkan kata-kata demikian jika diterbitkan dalam buku, dikeluarkan dari mulut para motivator, pun akan dihargai dengan sejumlah harta yang banyak disebut-sebut sebagai uang.

Diam dan mengertilah. Dalam diam aku mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s