Film dan buku #2

Dekill, terima kasih atas kiriman film-filmnya. Baru tiga film yang kutonton. Pertama, Lost in Translation (2003): Film ini di luar ekspektasiku. Bisa dibilang, aku sedikit kecewa. Namun selalu ada nilai yang bisa dipetik dari film yang menceritakan dua tokoh utama – orang Amerika yang harus beradaptasi dengan kehidupan di Jepang. Kedua, Dead Poets Society (1989): Robin Williams sebagai aktor utamanya memang selalu piawai menampilkan karakter kuat yang menceritakan tentang perubahan. Serupa dengan film “Patch Adams (1998), namun kali ini Robin Williams tampil sebagai guru poetry di sekolah asrama anak laki-laki yang terbaik di kotanya. Sekolah tersebut dibangun dari empat pilar: Tradition – Honor – Dicipline – Excellent.  Pesan utamanya adalah: Carpe Diem, Seize The Day! Klimaks dari film ini ada di akhir. Sudah bisa ditebak endingnya, namun tetap saja mengharukan. Ketiga adalah film yang diangkat dari kisah nyata tentang seorang guru penderita sindrom tourett. Judulnya adalah Front of the Class (2008). Never ever give up on your dream! It’s okay to be different! Begitulah kira-kira kesimpulanku terhadap film-film yang kutonton kemarin sore hingga malam.

Beberapa hari menjelang sidang proposal, hatiku sedikit tidak tenang. Sangat deg-degan. Bukannya belajar malah menonton film dan membaca buku😀

Di Jogja, terdapat tiga toko buku (TB) Gramedia: Gramedia Sudirman, Amplas dan Mall Malioboro. dan tiga TB Togamas: Togamas Gejayan, Galeria Mall, dan Jalan Solo. Lalu, ada satu kompleks penjualan buku yang sering kukunjungi yaitu Soping. Letaknya di samping Taman Budaya. Nah, beberapa hari ini ada moment diskon besar-besaran untuk buku-buku terbitan Mizan yang dijual di TB Togamas Galeria. Sayangnya hari ini (5 Juni) adalah hari terakhir diskon🙂

Aku membeli dua buku berjudul “Black Beauty” – buku tentang kuda dan satu lagi yang berjudul “One Person Multiple Careers”. Kurasa aku harus membaca buku ini, terutama atas persetujuanku terhadap pernyataan: “Saya sering merasa ditarik ke segala penjuru – bukan karena saya tidak bisa fokus, melainkan karena saya punya begitu banyak minat dan ide.”

Buku “Black Beauty” akan dibaca terlebih dahulu oleh Mbak Har, mbak yang menjaga kos dan kami. Mbak Har suka sekali membaca. Beberapa waktu lalu, dia membaca buku karangan Pramoedya Ananta Toer. Lain waktu dia juga pernah membaca buku “The Moneyless Man”. Bahkan sebelum-sebelumnya, dia membaca sajak puitis Kahlil Gibran. Malam ini dipertengahan acara “Bukan Empat Mata”, mbak Har mengatakan, “Ah, matikan TV. Lebih baik membaca sekarang”. Nice kan?

Salah satu buku yang juga harus dilahap pada bulan ini adalah “Bunga Buddhisme Cina” karangan Daisaku Ikeda. Buddhisme Nichiren Daishonin terkenal sebagai Buddhisme 4 guru 3 negara. 4 guru, yaitu Sakyamuni – Tien Tai – Dengyo – Nichiren Daishonin. 3 negara, yaitu India – Cina – Jepang. Maka, buku tersebut akan menceritakan masa-masa perkembangan Buddhisme di Cina yang dibawa melewati jalur Utara dari India dengan Tien Tai sebagai pelaksana utama ajaran Sutra Bunga Teratai dan Dengyo – mahaguru dari Jepang yang nantinya akan membawa sutra tersebut dari Cina ke Jepang.

Nanti, dipertengahan bulan Juni, kita akan sama-sama melihat apakah masih ada buku lain yang menarik untuk dibaca. Tentunya, selain buku-buku teori komputasi, basis data dan agen cerdas. Ehm, e-book “Head First Java” pemberian si dekill juga harus segera diprint dan dipelajari dari nol. Bulan Juni ini akan menjadi bulan yang seru – bulan yang penuh dengan film dan buku🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s