Detak jantungmu tak berdegup

Malam ini, hujan lagi.

Hujan yang tak biasa.

Gelap di langit Jogja.

Kita berkendaraan.

Menembus udara pekat.

Kuselipkan tanganku di saku jaketmu,

dan aku coba senderkan kepalaku di bahumu,

mencoba tuk rasakan detak jantungmu.

Namun,

apa boleh buat.

Sayang,

jaketmu terlalu tebal membatasi pendengaranku.

Sedetik, kuberpikir.

Sekarang kuberpikir.

Wajar saja.

Wajar karena kuberharap di tempat yang salah.

Bukan jantungmu, tapi bahumu yang kuletakkan kupingku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s