Hari-hari sialku #1

Lagi-lagi, hari-hari sialku masih terus berlanjut. Aku berpikir selama masih tetap bekerja di perusahaan sekarang, hidupku tak pernah bisa damai, tak pernah bisa fokus mengerjakan tesis yang sudah tertunda satu semester. Terus kumaki semua hal dan sepertinya, semuanya memang salah. Sial!

Seperti biasa, karena tidur subuh saat ayam-ayam berkokok, aku pun bangun tengah hari. Sukses ke kantor tanpa kehujanan dan sebelumnya pergi ke Samsat – mengurus sedikit masalah dengan para polisi berkaitan dengan legalisir faktur kendaraan -, membuat laporan-laporan, dan pulang kehujanan. Pasti hujan! Tapi kali ini curah hujan cukup besar, membuat air pasang dari bundaran UGM, Gejayan terus ke ring road utara. Mogoklah motor tuaku di depan UII Ekonomi! Berjalan kaki di tengah hujan, perbaiki di bengkel, lalu mogok lagi tepat di depan kos coklatku. Kumasukkan ke garasi dan terpeleset karena sandal jepit berpadu dengan licinnya lantai. Kumaki lagi: Sial!

Selesai mandi. Kuliahat ke plafon. Bocor pula! Menetes air itu seperti air terjun, disangkanya kamarku adalah kolam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s